PEREMPUAN DALAM ISLAM



PEREMPUAN DALAM ISLAM

P

eran perempuan dalam masyarakat religius seperti republik islam Iran, dapat dilihat pada pertanyaan siapa dan apa perempuan islam, jawabannya dapat dilihat dalam Alquran. Dalam ayat-ayat ini dapat dilihat peran dan sifat dari perempuan yg dijelaskan oleh Allah, pencipta segala. Walaupun iran terdiri dari multi etnis, islam sebagai agama universal bagi seluruh negeri iran, telah membentuk struktur dan mental masyarakat iran.

Islam percaya bahwa tujuan perempuan diciptakan hanya bagi suaminya. Setelah revolusi islam 1979 di iran, telah membangkitkan khayalan psikologis universal bahwa perempuan adalah lemah dan pria lebih bekuasa. Pandangan ini yg menciptakan peran perempuan hanya sebagai ibu bagi anak-anak dan istri bagi sang pria perkasa.

Semua budaya dibentuk dari kombinasi antara kepercayaan dan tradisi praktis. budaya dapat digambarkan lebih jauh pada struktur bahasa. bahasa persia banyak dipengaruhi bahasa arab yg katanya bahasanya allah pada akhir abad 14. dalam hal ini kata adam diadopsi dari alquran dan diartikan manusia. kata adamiat dari akar kata adam artinya kemanusiaan. maka untuk mendefinisikan kemanusiaan dalam islam, kita harus fokus pada karakteristik laki-laki/pria dari pada perempuan. pandangan ini yg menyebabkan keternatasan perempuan islam (iran).

SURAT AR RUUM(30:21)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


Ayat ini yg menjadi dasar bahwa tuhan menciptakan perempuan supaya para suami merasa senang akan kehadiran perempuan itu. ini menjadi mandat bagi perempuan utk menyenangkan laki-laki.

Bahasa Arab kata naghess al aghl berarti, berbalik muka orang, sudah diintegrasikan ke dalam bahasa Parsi sebagai cara untuk menggambarkan kemampuan intelektual perempuan di umum. Tabu agama tidak menjadi hakim cakap datang dari sentimen agama ini. Bahasa Arab kata zaeefeh, berarti, lebih lemah, dipergunakan secara langsung untuk menanggapi adanya seorang perempuan di kelompok. Analisa linguistik ini membolehkan kita mengumpulkan potret sedikit demi sedikit di antaranya dan perempuan yang mana di perkumpulan modern Iran Islamiah.

perempuan islam harus bisa menyenangkan suaminya dalam cara apa saja.

SURAT AN NISAA(4:24)
Dan (diharamkan juga kamu mengawini) perempuan yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki [282] (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian [283] (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni’mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu [284]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat ini menyatakan suami (laki-laki) harus hidup dengan istri-istrinya utk kesenangan dirinya.

SURAT ASY SYU’ARAA(26:166)
Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.

Kata yg bercetak miring menyatakan perempuan diciptakan utk kesenangan laki-laki.

SURAT AN NISAA(4:34)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri [289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) [290]. perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya [291], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya [292]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Menurut ayat ini perempuan lebih rendah dari laki-laki, tdk punya kuasa dan menjadi bawahan, dan harus mematuhi suami tanpa syarat, sexualitas milik suami dan harus dijaga. Jika tidak patuh maka suami berhak menghentikan sementara hubungan sex dan menghajar istrinya sebagai hukuman.

Deskripsi perempuan dalam quran menentukan tugas perempuan di masyarakat yang berbahan dasar teokrasi, seperti adalah kasus di Iran modern pun. Oleh sebab itu-menganggap universal kode di Koran bisa dipakai untuk menegaskan tugas dan sifat di waktu yang mana pun, di tempat yang mana pun. Bait keramat menaruh maksud dengan sederhana, “perempuan diciptakan untuk laki-laki,” dan menyampaikan tebatasnya peran perempuan dan hak-haknya di masyarakat yang berbahan dasar agama.


Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=26919
http://www.mwillett.org/atheism/islamwomen.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: