Islam & Sex

ISLAM, SEX & SEXUALITAS


Hard Core

SEX DAN SEXUALITAS

DALAM ISLAM

By Abul Kasem


BAGIAN PERTAMA : Umum, keperawanan, kawin sementara & perkawinan
BAGIAN KEDUA : Hubungan suami-isteri
BAGIAN KETIGA : Coitus Interuptus (al Azl), orgy, anal sex JANGAN DILEWATKAN !!
BAGIAN KEEMPAT : Sex dgn ANAK-ANAK
BAGIAN KELIMA : Sex dgn Tahanan Perang
BAGIAN KEENAM : Masturbasi
————————————————————-


SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 1

[Peringatan:
Artikel ini mengandung istilah-istilah yg eksplisit secara seksual dan
tidak pantas bagi pembaca yg sensitif atau yg sakit jantung]

PENDAHULUAN

Essay
ini dimaksudkan utk mengungkapkan kemunafikan, ketidakadilan dan
absurditas yg diterapkan Islam kepada pengikutnya, perihal sex &
seksualitas.

Mari kita mulai dgn prinsip sex bagi lelaki dlm Islam:

Memiliki Perawan utk Kesenangan
Dlm
Islam, keperawanan adalah asset tertinggi yg dapat dimiliki seorang
perempuan. Tidak ada kelakuan yg lebih parah ketimbang kehilangan
keperawanan sebelum pernikahan. Sex pra-nikah (oleh perempuan) absolut
tidak terpikir dalam Islam. Tetapi bagi lelaki, peraturannya lain lagi.
Bagi lelaki Muslim adalah halal utk berhubungan sex dgn gadis-gadis
budak/tawanan perang/kafir, tetapi tidak dgn Muslimah yg bukan budak.


Hukuman sex pra-nikah bisa mengakibatkan 100 cambukan atau hukum rajam bagi perempuan/lelaki menikah. Lihat: Nigeria, hukum cambuk bagi remaja.

Hukuman
bagi ‘kejahatan’ ini jauh lebih keras dibandingkan dgn hukuman bagi
pembunuhan yg hanya diganjar Qisas (pembalasan) atau Diya (uang darah).
Nampaknya, mengambil nyawa lebih ringan hukumannya ketimbang hubungan
seksual. Lihat kasus-kasus penggantungan para perempuan dibawah umur
karena sex.

Siapa
yg memiliki organ seksual Muslim? Bukan sang pemilik tubuh, tetapi
ISLAM. Percaya atau tidak, Islam memiliki kuasa atas organ-organ
seksual setiap perempuan dan lelaki Muslim di muka bumi ini, bahkan
bulu kemaluan Muslim milik Islam. Ini kata hadis:

Istri harus mencukur bulu kemaluannya jika suaminya pulang pada malam hari dari perjalanan …7.62.173

Sahih Bukhari:Volume 7, Book 62, Number 173:
Diriwayahkan Jabir bin ‘Abdullah:
Nabi
mengatakan, “Jika kau memasuki (kotamu) pada malam hari (dari
perjalanan) jangan memasuki rumah keluargamu sebelum perempuan yang
suaminya absent (dari rumah) mencukur bulu jembutnya dan perempuan dgn
rambut tidak teratur, menyisir rambutnya. Dilanjutkan oleh Rasulullah,
“(O Jabir!) Dapatkanlah keturunan, dapatkan keturunan!”

5 praktek fitrah 1. Sunat; 2. Mencuku bulu jembut; 3. Menggunting kuku 4. Mencukur kumis; 5. Mencukur bulu ketek… 7.72.777

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 72, Number 777:
Diriwayahkan Abu Huraira:
Auwloh’s
Apostle said, “Five practices are characteristics of the Fitra:
circumcision, shaving the pubic region, clipping the nails and cutting
the moustaches short.”

Tidakkah
kau heran mengapa Auwloh begitu sibuk memperhatikan apa yg ada diantara
selangkangan para pengikutnya? Bukankah Auwloh memiliki hal-hal yg
lebih urgen? Dari lahir sampai mati, dari masa remaja sampai masa tua,
dari rumah ke gurun, setiap aspek penggunaan bagian pribadi Muslim
dikontrol oleh peraturan Shariah (hukumnya Auwloh).

Inilah alasan mengapa Auwloh begitu paranoid utk menjaga keperawanan perempuan diatas segala-galanya sebelum nikah.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 16:
Diriwayahkan Jabir bin Abdullah:
Saat
kita kembali dari Ghazwa (perang suci) dgn nabi, saya mulai melarikan
onta saya dgn cepat, karena onta itu pemalas. Seseorang yg juga
mengendarai seekor onta dibelakang saya menusuk onta saya dgn sebuah
panah dan onta saya mulai lari secepat mungkin. Wahai! Si pengendara
onta itu adalah sang nabi sendiri.

Katanya (muhammad), “Apa yg membuat kau terburu-buru?”
Saya menjawab, “saya baru menikah”
Katanya, “Kau menikahi perawan atau janda?
Saya menjawab, “Janda”
Katanya, “Mengapa kau tidak menikahi gadis muda shg kau bisa bermain dgnnya dan ia dgnmu?”

Saat
kami memasuki Medinah, nabi mengatakan, “Tunggu sebelum kau memasuki
Medinah pada malam hari agar perempuan dgn rambut acak bisa menyisir
rambutnya dan mencukur bulu jembutnya.

Sahih Bukhari Volume 3, Book 38, Number 504:
Diriwayahkan Jabir bin ‘Abdullah:
Saya
menemani nabi pada sebuah perjalanan dan saya menaiki onta yg lebih
pelan jalannya dari onta-onta lainnya. […] Saat kami mendekati
Medinah, saya menuju kearah rumah saya. Nabi mengatakan, “Kemana kau
pergi ?” Kata saya, “Saya menikahi seorang janda.” Kata nabi, “Mengapa
kau tidak menikahi seorang perawan agar kalian dapat sama-sama bermain
(baca: meraba-raba)?”

Sahih Muslim Book 008, Number 3459:
Jabir
b. ‘Abdullah melaporkan: saya menikahi seorang janda yg dikatakan
rasulullah (saw)…: mengapa kau tidak menyukai kenikmatan dgn perawan?
Shu’ba mengatakan: Saya menyebut ini kpd ‘Amr b. Dinar dan ia
mengatakan: Saya juga mendengarkan dari Jabir bahwa rasulullah
mengatakan: Mengapa kau tidak menikahi seorang gadis, agar kau dapat
bermain-main dgnnya dan ia bermain-main dgnmu?

Nah,
tolong baca lagi ketiga hadis diatas. Lihatlah tabiat seorang lelaki yg
dgn senang hati menikahi seorang janda dan bandingkanlah dgn sang nabi
Islam. Macam apa lelaki yg begitu obsesif dgn perawan, malah perawan yg
sangat muda? Bukankah itu seorang lelaki yg suka memiliki nafsu seksual
yg tidak normal? Bukankah ini datang dari seseorang yg sudah
berpengalaman dlm sex dgn anak kecil? Yang nota bene mendapat
persetujuan dari Auwlohnya?

Atau
ini mungkin karena Auwloh sendiri menyukai permainan sex dgn perawan?
Bukannya Quran mengatakan bahwa IA, Yang Maha Kuasa itu, memiliki
suplai perawan yang tidak ada habis-habisnya bagi pengikutNya? Ini
beberapa contoh ayat dari Quran yg menunjukkan ketakjuban total Auwloh
dgn keperawanan perempuan.

044.051 Bagi yg Benar, mereka akan berada dalam keadaan aman,
044.052 DiantaraTaman-taman dan sumber-sumber air;
044.053 berjubah kain sutera halus dan brokat mewah, mereka akan saling bertatapan;
044.054 dan Kami akan menggabungkan mereka dgn perempuan berkulit langsit dng mata jeli dan indah.

055.056 Didalam mereka akan ada gadis-gadis, perawan, menahan tatapan mereka, yg tidak disentuh Jin maupun manusia;-
055.057 Maka kenikmatan mana yg akan dihalangi Auwlohmu?-
055.058 Spt permata dan… Like unto Rubies and coral.

055.072 Companions restrained (as to their glances), in (goodly) pavilions;-
055.073 Then which of the favours of your Lord will ye deny?-
055.074 Whom no man or Jinn before them has touched;-
055.075 Then which of the favours of your Lord will ye deny?-

056.035: We have created (their Companions) of special creation.
056.036 And made them virgin – pure (and undefiled), –
056.037 Beloved (by nature), equal in age,-
056.038 For the Companions of the Right Hand.

078.031 Verily for the Righteous there will be a fulfilment of (the heart’s) desires;
078.032 Gardens enclosed, and grapevines;
078.033 And voluptuous women of equal age;
078.034 And a cup full (to the brim).

CARI SENDIRI TERJEMAHANNYA! Buka aja Quran anda!



Islamic One Night Stand
Ada
juga perkawinan yg dikenal dgn perkawinan Mut’ah. Ini macam perkawinan
kontrak dimana seorang lelaki mengontrak perempuan utk tidur dgnnya utk
janga pendek (short time). Sunni sudah melarang sistim Mut’ah tetapi Shiah masih mempraktekkannya.

Dlm
perkawinan Mut’ah, setiap malam seorang lelaki bisa gonta ganti
perempuan. Tidak diperlukan perceraian. Kalau jumlah istri dibatasi,
jumlah istri-istri sementara (hasil perkawinan mut’ah) tidak dibatasi
dan tidak ada batas waktu, pula.

Dikatakan
bahwa Imam Hasan, cucu Muhamad memiliki 300 partner sex (pssst… jangan
sebut partner sex, ini tidak sopan. Sebutlah: ‘istri sementara’)
disamping isteri-istri resminya. Imam Hasan memang ‘Playboy‘ Islam pada jamannya.

Jumlah gundik bagi ‘one-night stand’
Sahih Muslim Book 008, Number 3253:
Rabi’
b. Sabra melaporkan bahwa ayahnya mengadakan ekspedisi dgn rasulullah
(saw) selama kemenangan Mekah dan kami tinggal disana selama 15, dan
rasulullah (saw) mengijinkan kami mengadakan perkawinan sementara dgn
perempuan. Jadi, saya dan seseorang lain dari suku saya keluar. Saya
lebih ganteng dari dia. Kami memiliki jubah. Jubah saya sudah tua,
sementara jubah teman saya masih baru.

Saat
kita sampai di sebuah bagian Mekah, kami melihat seorang perempuan
muda. Kami katakan: Mungkinkah salah satu dari kami bisa mengadakan
kontrak perkawinan sementara dgn kamu? Katanya: Apa yg kalian berikan
sbg emas kawin? Kami masing-masing menyebarkan jubah kami. Teman saya
mengatakan: Jubah miliknya itu sudah tua, sementara jubah saya masih
baru. Namun sang perempuan mengatakan 2 atau 3 kali bahwa tidak ada
salahnya menerima jubah tua itu. Akhirnya saya mengadakan kontrak
perkawinan sementara, dan saya tidak melepaskannya sebelum rasulullah
(saw) melarangnya.

Melampiaskan Nafsu
Hai
Muslim, apa yg akan kalian lakukan setelah terangsang oleh seorang
perempuan yg bukan isteri kalian? Islam-pun sudah mengaturnya.

Sahih Muslim Book 008, Number 3240:
Jabir
melaporkan bahwa rasulullah (saw) melihat seorang perempuan dan oleh
karena itu ia pergi ke isterinya, Zainab (…), dan bersenggama dgnnya.
Ia kemudian pergi ke para sahabat dan mengatakan: perempuan datang dan
pergi dalam bentuk setan, jadi kalau kau melihat seorang perempuan (dan
terangsang), kau harus cepat menghampiri isterimu, utk mengusir apa yg
kau rasakan dlm hatinya.

(Jadi,
bila kau wahai lelaki muslim, ketemu perempuan cantik & sexy di
mall atau plaza, dan kamu gak tahan melihat tubuh sexi-nya, maka
cepat-cepatlah pulang dan lampiaskan horny-mu itu kepada istrimu di
rumah; tentu sambil tetap membayangkan dalam kepalamu si perempuan sexy
di mall tadi. Tak usah peduli bagaimana perasaan isterimu bila ia tahu
bahwa kamu sedang membayangkan perempuan lain ketika tidur bersamanya.
Karena memang begitulah teladan yg telah diberikan nabi arab-mu itu!
–adm)

Bilas Badan Setelah Senggama
Sahih Muslim Book 3, Number 0684: Abu Musa melaporkan:
Terjadi
perselisihan pendapat antara kelompok Muhajir (Emigran) dan sekelompok
Ansar (Pembantu) (dan titik perselisihan adalah), Ansar mengatakan:
Mandi (setelah senggama) diwajibkan hanya kalau air mani muncrat keluar
atau ejakulasi. Tetapi Muhajir mengatakan: Setelah seorang lelaki
bersenggama (dgn perempuan), mandi menjadi wajib (terlepas dari adanya
emisi air mani atau tidak).

Abu
Musa berdiri dan mengatakan: saya berdiri dan pergi ke ‘A’isha dan
meminta ijinnya dan ijin itu diberikan, dan saya katakana kpdnya: Wahai
Ummul Mu’minin,… Saya kemudian bertanya: Apa yg membuat mandi wajib?
Jawabnya (Aisha):… Rasulullah (saw) mengatakan: Siapapun yg duduk
diantara ke 4 bagian-bagian pribadi (perempuan) dan bagian-bagian yg
disunat saling menyentuh, mandi menjadi wajib.

Bgmn kalau kenikmatan birahi (lelaki) tidak terpenuhi?
Sahih Muslim Book 3, Number 0677:
Ubayy
Ibn Ka’b melaporkan: saya bertanya kpd Rasulullah (saw) ttg seorang
lelaki yg senggama dgn isterinya tetapi meninggalkan isterinya sebelum
orgasme. Nabi menjawab: ia harus membersihkan dari dari cairan
isterinya, berwudhu dan solat.

Sahih Muslim Book 3, Number 0680:
Zaid
b. Khalid al-Jubani dilaporkan bertanya kpd Uthman b. ‘Affan: Apa
pendapatmu ttg lelaki yg senggama dgn isterinya tetapi tidak mengalami
orgasme? Usman mengatakan: Ia harus mengambil wudhu seperti saat mau
solat dan mencuci alat kelaminnya. ‘Uthmin juga mengatakan: saya
mendengar ini dari Rasulullah (saw).

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 2

NIKMATILAH TUBUH PEREMPUAN
Setelah
membaca Qur’an dan ahadis, saya berkesimpulan: metode mendapatkan
kenikmatan fisik/seksual ala Islam mirip dgn transaksi bisnis.
Perempuan tidak memiliki hak utk menikah semaunya, kalau dia memiliki
seorang wali. Dlm semua hal perkawinan dan sex, pihak perempuan
diperlakukan sbg obyek seks, mirip seorang pemberi jasa yg harus
dibayar sesudahnya. Kompensasi bagi pelayanan seksual ini dikenal sbg mahr
atau emas kawin. Semua lelaki Muslim harus menyetujui utk membayarkan
sejumlah uang kpd calon pengantinnya. Bayaran ini bisa langsung atau
dikemudian hari (ngutang dulu; maklum, gak punya duit tp udah kebelet horny).

Dlm
realitas, emas kawin ini tidak lain dari pembayaran bagi kepuasan
seksual lelaki. Kau merasa pernyataan ini terlalu kasar? Cek sendiri
Sha’riah, spt rujukan no 8. Ini rangkumannya.

m5.4 (ref: 8, p.526) hak suami;
Suami
memiliki hak penuh utk menikmati tubuh isterinya (A: dari ujung
kepalanya sampai ujung kakinya lewat ‘anal intercourse’ [dis: p75.20]
sama sekali tidak sah) selama tidak melukainya secara fisik.

Mari kita tinjau yurisprudensi Islam yg digunakan selama jaman kolonialisme Inggris di India, sbg buku teks bagi hukum Hanafi di ‘Inns of Law’
(Kamar Pengacara) London. Buku rujukan no 11 (reference 11) selalu
dijadikan patokan pengacara Sha’riah dlm menafsirkan hukum Islam. Dlm
hal 44 buku ini ditulis: Emas kawin penuh adalah bagi penyerahan tubuh perempuan (Buza), yg berarti Genitalia arvum Mulieris.

Isteri berhak atas seluruh emas kawinnya setelah dipenuhinya perkawinan (consummation)
atau setelah kematian suaminya.—Jika seseorang menentukan emas kawin
sebanyak 10 Dirham atau lebih dan setelah itu memenuhi perkawinannya,
atau wafat, isterinya memiliki hak atas seluruh emas kawin yg sudah
ditentukan, karena, dgn perkawinan (consummation) itu, penyerahan Buza, atau tubuh perempuan,* sudah ditetapkan, ….

(* secara letterlijk berarti Genitale arvum Mulieris)

Ya betul! Arti ‘Genitalia arvum Mulieris’ adalah vagina perempuan. Kalimat-kalimat diatas itu berarti bahwa seorang perempuan menjual vaginanya yg kemudian dibayar dgn mahr (mahar). Jadi anda jangan salah! Ini transaksi bisnis (dagang)! Titik.

Ini
arti sebenarnya sex dlm Islam; yaitu lelaki membayar organ sex
perempuan (utk dinikmatinya) dgn mahar. Terlepas dari apakah perempuan
itu memang menyukai sex secara paksa, sama sekali tidak dihiraukan
Islam. Dan orgasme laki-laki adalah ABSOLUT setelah kontrak perkawinan
itu

Kalau
kau merasa aku berlebihan dan berbicara ‘diluar konteks’, tunggu dulu!
Di buku yang sama ini ditulis bahwa yg dimaksud dgn kepemilikan obyek
kontrak tsb adalah kepemilikan terhdp COITUS perempuan.

BACA SENDIRI:
Kasus
Khalwat-SAHEEH—Jika seorang lelaki tidur dgn isterinya, dan tidak ada
halangan legal atau natural atas tindakan seksual tsb, dan setelah itu
ia menceraikannya, seluruh emas kawin akan menjadi milik sang
perempuan.—Shafei mengatakan bahwa sang perempuan boleh menerima tidak lebih dari SETENGAH
jumlah emas kawinnya, karena obyek kontrak itu tidak sah tanpa
berlangsungnya senggama; dan hak atas emas kawin batal kalau tidak ada
unsur kenikmatan.—

Jadi setelah sang perempuan memenuhi bagian kontraknya, dgn menyerahkan tubuhnya…; ia berhak atas kompensasi; sama dng transaksi penjualan, dimana sang penjual menawarkan penyerahan barang… (ref: 11, pp. 45-46)

Menariknya,
bukan bahwa dlm proses legal mencapai kepuasan seksual oleh lelaki,
sang perempuan (isteri ataupun budak ataupun tahanan perempuan)
hanyalah pelayan yg tugasnya memuaskan suaminya
(lelaki) secara seksual. Apa? Ini tidak mungkin, katamu? Kau bilang
bahwa dlm Islam, perempuan diperlakukan spt ‘emas’? Baca sendiri apa yg
tertera dlm buku Islam yg sama itu ttg status hukum sang partner sex
perempuan dlm Islam.

Perempuan ME-layani dan lelaki DI-layani (ibid, p.47) ;
—tidak
sah bagi perempuan utk berada dlm situasi DILAYANI oleh suaminya yang
statusnya bukan budak, karena ini mengakibatkan penukaran hakekat
mereka, karena salah satu persyaratan perkawinan adalah bahwa sang perempuan adalah pelayan dan lelaki adalah yg dilayani;

Tetapi
jika layanan seorang suami terhdp isteri mencakup persyaratan emas
kawin pihak isteri, maka sang suami adalah pelayan dan sang isteri
adalah yang dilayani: dan ini merupakan pelanggaran persyaratan perkawinan, dan oleh karena itu tidak sah; KECUALI …dalam
hal pelayanan seorang budak terhdp isterinya, ini sama dgn sang budak
menjaga ternak, karena ini merupakan pelayanan lumrah, dan oleh karena
itu tidak melanggar persyaratan perkawinan; karena pelayanan suami
terhdp isterinya dilarang hanya kalau mengakibatkan penghinaan terhdp
suami, tetapi menjaga ternak bukan perbuatan menghina.—

Nah,
anda saksikan sendiri bukan? Sex dlm Islam adalah hubungan ‘tuan dan
pembantu’, sebuah hubungan utk menikmati tubuh perempuan yg dibeli
lelaki dgn mahr.



Masih tidak percaya? Bacalah hadis-hadis berikut ini:

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2078:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah
(saw) mengatakan: perkawinan perempuan tanpa ijin walinya adalah TIDAK
SAH. (Ia mengatakan kata-kata ini sebanyak) tiga kali. Kalau ada senggama, maka perempuan mendapatkan emas kawin… Kalau ada perselisihan, sang sultan adalah wali pihak yg tidak memiliki wali.

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2044:
Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Seorang
lelaki datang kpd nabi (saw) dan mengatakan: isteri saya tidak menolak
tangan lelaki yg menyentuhnya. Kata nabi: Ceraikan ia. Sang lelaki lalu
mengatakan: Tapi takutnya nanti saya masih menginginkannya. Kata nabi:
Kalau begitu, nikmatilah dirinya.

Dlm
Islam, sex hanya dipandang dari sudut lelaki dan dianggap sbg layanan
atau komoditas. Lelaki membayar perempuan agar mendapatkan komoditas
alat kelaminnya. Tidak beda dgn kontrak bisnis.

Qur’an
mewajibkan perempuan utk menjaga keperawanan mereka diatas segala
apapun dan kapanpun. Para apologis Islam tentu mengatakan bahwa ini utk
alasan ‘mulia’, yaitu menghindari pemerkosaan, pelecehan, perzinahan
dan….blah, blah, blah. Tetapi alasan utama yg mereka tidak sudi akui
adalah: sex. Perempuan harus berada di rumah utk
memberikan pelayanan sex kpd laki-laki mereka (entah suami, pemilik
budak atau pihak yg menawannya) pada setiap saat sang lelaki menuntut.
Tidak percaya? Ini dasar hukum Islamnya:

Keberadaan perempuan di rumah khusus bagi pelayanan sex (ref.11, hal.54) ;
sang suami tidak memiliki kekuasaan utk melarang isterinya utk
bepergian atau utk keluar negeri atau mengunjungi teman-temannya,
sampai emas kawinnya dilunasi secara penuh, karena hak suami utk
mewajibkan isteri di rumah hanyalah utk mengamankan bagi dirinya
kenikmatan tubuh isterinya, dan haknya terhdp kenikmatan itu tidak akan eksis sebelum lunasnya pembayaran emas kawin.

Belum juga percaya? Baca hadis ini:
Ini ajaran Muhamad spt yg tertera dlm Sunnah Nabi (lihat Mishkat, edisi Arab; Babu’n-Nikah):- (ref. 6, h.671)
“Kalau seorang lelaki memanggil isterinya, ia harus datang, walau ia masih sibuk di kompor (dapur).”

Pakar Islam yg paling dihormati, Imam Ghazali
menulis dlm bukunya ‘Ihya Uloom al Din’ (ref. 7, h.235): “…Ia harus
mengutamakan suaminya sebelum dirinya, dan sebelum semua anggota
keluarganya, ia harus menjaga kebersihan dirinya di segala waktu agar
suaminya dapat menikmatinya kapanpun ia mau.” (Enak aja!…)

Inilah
arti sebenarnya sex dlm Islam; Islam hanya mementingkan kepuasan
seksual lelaki. Perempuan hanyalah ‘mesin’ sex yang harus siap pakai
setiap saat pemiliknya ingin mengendarainya. Sensitivitas terhdp sang
perempuan, permintaannya, perasaannya, itu sama sekali tidak
dipedulikan! Bagi saya, ini bukan saja merendahkan perempuan tapi
sekaligus juga MENGHINA LELAKI! Lelaki digambarkan sbg sex maniak
belaka yg setiap saat perlu dipuaskan birahinya! Ini omong kosong,
bullshit!

Bgmn kalau isteri menolak utk ditiduri suaminya?
Hukum
Islam mengijinkan sang suami utk memakai kekerasan. Yah, macam
perkosaan gaya Islam, begitu. (Dalam bahasa hukum sekarang yg mengatur
Kekerasan Dalam Rumah Tangga/KDRT ini dikenal dng istilah “Marital
Rape” -adm).

Ini yg ditulis HEDAYA (ref. 11, h. 141) :
Kalau
isteri tidak patuh atau keluar negeri tanpa persetujuan suami, ia tidak
berhak mendapatkan dukungan material darinya, sampai ia kembali dan
bertobat, …tetapi kalau ia kembali, haknya atas dukungan material tsb
pulih kembali. Kalau seorang perempuan, yg tinggal di rumah suaminya,
menolak utk bersenggama dgnnya, …karena sang perempuan berada dalam
kekuasaan sang suami, sang suami boleh, kalau mau, menikmatinya lewat kekerasan.

Nih, versi Inggrisnya:
It
is otherwise where a woman, residing in the house of her husband,
refuses to admit him to the conjugal embrace, as she is entitled to
maintenance, notwithstanding her opposition, because being then in his
power, he may, if he please, enjoys her by force.


Sex dgn perempuan hamil
Kebanyakan
lelaki agak risih bersenggama dgn perempuan yg hamil. Tetapi kalau anda
Muslim, anda tidak perlu gelisah; karena anda sudah membayar (atau
setuju utk membayar) harga bagi organ seksual sang perempuan (maaf,
maksud saya emas kawinnya), menikmatinya secara seksual adalah halal
(bahkan kewajiban) bagi sang suami.

Apa
yg terjadi? Perempuan itu akan menerima cambukan Islami karena
mengadakan sex diluar perkawinan. Bayangkan, perempuan yg anda baru
saja tiduri kemudian dipecut selama 100 kali. Apa yg terjadi dgn sang
bayi? Anak itu menjadi budakmu! Ini keadilan gaya Islami, titik.

Ini dua ahadisnya.
Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2126:
Diriwayahkan Basrah: Seorang
lelaki dari Ansar memanggil Basrah dan mengatakan: saya menikahi
seorang perawan. Ketikan saya memasuki dirinya, saya menemukan dirinya
hamil. (Saya menyebut ini kpd nabi). Nabi (saw) mengatakan: Ia akan
mendapatkan emas kawin, karena kau membuat vaginya-sah bagimu. Anakmu
akan menjadi budakmu. Setelah ia melahirkan anak itu, pecut ia (menurut
versi al-Hasan). Versi Ibn AbusSari mengatakan: Wahai kalian, pecuti
dia …

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2153:
Diriwayahkan
Ruwayfi’ ibn Thabit al-Ansari: Perlukah saya menceritakan kpd kalian
apa yg saya dengar dari Rasulullah (saw) pada hari Hunayn: Tidak sah
bagi orang yg beriman kpd Auwloh utk menimba air dari sumur orang lain
(arti: bersenggama dgn perempuan yg sudah hamil); tidak sah bagi orang
beriman utk bersenggama dgn perempuan tahanan sampai ia bebas dari
waktu menstruasi; dan tidak sah bagi orang beriman utk menjual barang
sebelum ia mendapatkannya.

Sex dgn perempuan yg sedang haid? No problemo!
Hadis berikut ini bercerita ttg Bibi Aisha saat ia mendapat haid dan apa yg dilakukan Muhamad (saw).

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0270:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Umarah
ibn Ghurab mengatakan bahwa bibi dari garis ayahnya meriwayahkan kpdnya
bahwa ia bertanya kpd Aisha: Bgmn jika perempuan sedang datang bulan
dan suaminya tidak memiliki tempat tidur selain tempat tidur isterinya?
Jawab Aisha: Ini yg dilakukan Rasulullah (saw).

Satu
hari ia memasuki dirinya saat saya sedang datang bulan. Ia pergi ke
tempat solat yg disediakan dirumahnya. Ia tidak kembali sebelum sampai
saya tertidur nyenyak dan ia merasakan sakit karena kedinginan. Dan ia
mengatakan: Dekatilah saya. Saya mengatkaan: Saya sedang datang bulan.
KATANYA: BUKALAH PAHAMU. Saya kemudian membuka kedua paha saya. Lalu ia
menaruh pipi dan dadanya pada paha saya dan dan saya bersandar padanya
sampai ia menjadi hangat dan tertidur.

Sahih Bukhari:Volume 3, Book 33, Number 247:
Diriwayahkan ‘Aisha: Nabi
biasa memeluk saya selama menses saya. Ia juga mengeluarkan kepalanya
dari mesjid saat ia di Itikaf, dan saya selalu mencucinya selama
menses.

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0212:
Diriwayahkan Abdullah ibn Sa’d al-Ansari: Abdullah
bertanya kpd Rasulullah (saw): Apa yg sah bagi saya utk dilakukan saat
ia menstruasi? Ia menjawab: apa yg ada diatas ikat pinggang sah bagimu.

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2164:
Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Kalau
seseorang lelaki mengadakan senggama (dgn perempuan menses) selama
pendarahannya, ia harus memberikan satu dinar sbg sedekah, dan kalau ia
melakukannya saat pendarahan berhenti, ia harus memberikan setengah
harga dinar sbg sedekah.

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0264:
Diriwayahkan Abdullah ibn Abbas: Nabi
(saw) bercerita ttg seseorang yg bersenggama dgn isterinya selama ia
haid: ia harus memberikan satu dinar atau setengah dinar sbg zakat.

Ini
rekomendasi Sayyidina Ali dan Muhammad bagi seorang perempuan yg
mengalami pendarahan berat selama menses. Perhatikan wahai Muslimah!
Anda tidak perlu lagi ke Gynaecolog. Hadis ini sudah menjawab masalah
menstruasi anda.

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0302:
Diriwayahkan Ali ibn AbuTalib: Perempuan
dgn darah yg terus mengalir selama menses harus mencuci diri setiap
hari saat periode menstruasinya sudah lewat dan mengambil kain yg
dibasuh dgn lemak atau minyak (utk diikat pada vaginanya).

Sahih Muslim Book 3, Number 0647:
‘A’isha
melaporkan: Seorang perempuan bertanya kpd Rasulullah (saw) bgmn
mencuci diri setelah menstruasi. Ia mengajarkannya cara bermandi dan
mengatakan kpdnya agar mengambil selembar kain dgn wangi-wangian dan
membersihkan dirinya. Kata perempuan itu: Bgmn saya harus membersihkan
diri dgn itu? Nabi menjawab: Terpujilah Auwloh, bersihkan dirimu dgn
itu, dan nabi menutupi mukanya, Sufyan b. ‘Uyaina memberi demonstrasi
dgn menutupi mukanya (spt yg dilakukan nabi).

‘A’isha
melaporkan: saya menariknya ke sisi saya karena saya mengerti apa yg
dikatakan Rasulullah (saw) dan mengatakan: taruhlah wangi-wangian pada
kain ini utk menutupi bekas-bekas darah.

Sahih Muslim Book 3, Number 0658:
Atas
wewenang ‘A’isha: Umm Habiba bertanya kpd rasulullah (saw) ttg darah yg
mengalir (selama menstruasi). ‘A’isha mengatakan: Saya melihatnya dlm
bak mandi penuh darah. Rasulullah (saw) mengatakan: Hindarilah solat
selama jangka mensesmu. Setelah itu (setelah menses selesai) mandilah
dan bersolatlah.

(PS: ini sama dgn orang Hindu dong! Perempuan yg sedang mens nggak boleh masuk pura!!)

Foreplay ala Islam
Dari buku Ghazali terdp beberapa rekomendasi interesan ttg foreplay oleh Muhamad (ref.7. h.233):
‘Biarlah terjadi ‘foreplay’ (apa sih arabnya?) diantara
mereka dan sebelum saling mendekati mereka harus memulai kata-kata
manis dan ciuman. Nabi mengatakan: “Tidak ada dari kalian yg boleh
menjatuhkan diri diatas isterimu spt binatang menjatuhkan diri pada
sesamanya, tetapi biarkan adanya perantara diantara mereka.” Mereka
bertanya: “Apa yg dimaksudkan dgn ‘perantara’ ini, wahai Nabi?”
Katanya: Ciuman dan kata-kata manis.” Dan kalau ia selesai terlebih
dahulu ia harus menunggu sampai isterinya juga selesai.’

Bagus
juga rekomendasi Muhamad (saw) ttg ‘foreplay Islami’ bagi senggama yg
memuaskan kedua pihak (tapi ini saya rasa, tidak termasuk bagi budak
ataupun perempuan tawanan).

Mencium dan menyedot selama puasa
Bibi
Aisha juga mengatakan bahwa saat berpuasa nabi suka mencium dan
menyedot lidahnya (yuccckkkkkk !!! erghhhh… bandot tua menyedot lidah
anak-anak… tunggu gw muntah dulu OWEEEKKKK… OWEKKKK).

Sunaan Abu Dawud: Book 13, Number 2380:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Nabi (saw) suka mencium dan menyedot lidah saya saat ia berpuasa.

Tidak
jelas bagi saya (tolong tanya imam di mesjid setempatmu), apakah
mencium dan menyedot selama puasa ini berlaku bagi setiap muslim atau
mereka yg berumur diatas 50 tahun….

Perkawinan Hila: menawarkan profesi baru bagi sex maniak!
Dlm
Islam, begitu suami menceraikan isterinya dng talak 3, isterinya itu
kemudian menjadi ‘haram’ total baginya. Ia tidak dapat menikahinya
sebelum sang perempuan mengawini lelaki lain, bersenggama dgnnya dan
suami sementaranya itu menceraikannya. Hanya setelah perceraian kedua
ini dan perempuan itu melewati masa Iddahnya (3 periode mens), maka
baru sang mantan suami bisa mengawininya kembali. Ini yg disebut dng
perkawinan HILA. Cek sendiri Quran, ayat 2:230

002.230 So
if a husband divorces his wife (irrevocably), He cannot, after that,
re-marry her until after she has married another husband and He has
divorced her. In that case there is no blame on either of them if they
re-unite, provided they feel that they can keep the limits ordained by
Auwloh. Such are the limits ordained by Auwloh, which He makes plain to
those who understand.

Para
Islamis sering mengutip ayat ini utk menghindari suami seenaknya
menceraikan isterinya. Tapi sistim yang absurd ini membuka pintu bagi
playboy macam Rhoma Irama utk mendapatkan sex tidak terbatas dan
gratis. Begitu seorang perempuan diceraikan, tidak ada lelaki terhormat
yg mau menikahinya, menikmatinya, apalagi utk waktu sementara,
menceraikannya dan membiarkannya mengawini suami pertamanya.


Tetapi
ada saja sex maniak yg bertindak sbg pengantin lelaki professional dan
dgn hanya beberapa mantra dapat menikmati perempuan selama waktu pendek
dan gratis pula, karena emas kawin bagi perempuan macam itu bisa
dikatakan: NOL (karena perempuan dlm keadaan demikian tidak lagi
mempedulikan emas kawin).

Aneh
pula bahwa perkawinan sementara ini bukan hanya sekedar nama; suami
sementaranya itu HARUS senggama dgn wanitu itu agar perempuan itu halal
bagi mantan suaminya. Luar biasa manisnya sex dalam Islam! Ini ahadis
sbg hiburan anda.

Sunaan Abu Dawud:Book 12, Number 2302:
Diriwayahkan A’isha, Ummul Mu’minin: Rasulullah
(saw) ditanya ttg seorang lelaki yg menceraikan isterinya dgn talaq 3
kali, dan sang perempuan menikahi orang lain, namun ia diceraikan
sebelum suami (kedua) bersenggama dgnnya, apakah sang perempuan itu
halal bagi mantan suaminya. Katanya: Nabi (saw) menjawab: Ia tidak
halal bagi suami pertama sebelum sang perempuan mencicipi madu suami
(keduanya) itu dan ia (suami kedua) menikmati madunya.

Sahih Muslim Book 008, Number 3354:
‘A’isha
melaporkan: Datanglah isteri Rifa’a kpd rasulullah (saw) dan
mengatakan: saua menikahi Rifa’a tetapi ia menceraikan saya. Setelah
itu saya menikahi Abd al-Rahman b. al-Zubair, tetapi kepemilikannya
hanya lemah (yi. ia lemah secara seksual). Rasulullah (saw) tersenyum
dan berkata: Apakah kau ingin kembali ke Rifa’a? (Kau) tidak dapat melakukannya sebelum kau menikmati madu dirinya dan ia (‘Abd al-Rahman) menikmati madumu….

Sahih Muslim Book 008, Number 3357:
‘A’isha
melaporkan bawha rasulullah (saw) ditanya ttg seorang perempuan yg
dikawini sesorang lelaki dan lalu menceraikannya, dan sang perempuan
lalu menikahi orang lain dan ia bercerai sebelum bersenggama, apakah
halal bagi suami pertamanya utk mengawininya kembali. Ia (nabi)
mengatakan: Tidak sebelum ia menikmati madu sang perempuan.

Sama dgn yg dibawah ini. Terjemahkan saja sendiri.
Malik’s Muwatta Book 28, Number 28.7.17: Yahya
related to me from Malik from al-Miswar ibn Rifaa al-Quradhi from
az-Zubayr ibn Abd ar-Rahman ibn az-Zubayr that Rifaa ibn Simwal
divorced his wife, Tamima bint Wahb, in the time of the Messenger of
Auwloh, may Auwloh bless him and grant him peace, three times. Then she
married Abd ar-Rahman ibn az-Zubayr and he turned from her and could
not consummate the marriage and so he parted from her. Rifaa wanted to
marry her again and it was mentioned to the Messenger of Auwloh, may
Auwloh bless him and grant him peace, and he forbade him to marry her.
He said, “She is not halal for you until she has tasted the sweetness
of intercourse.”

Tidak perlu basuh diri setelah buang air kecil/sex
Dlm bab sebelumnya, ghusl
(mandi) dinyatakan wajib setiap selesai sex dan buang air kecil. Tetapi
hadis-hadis berikut ini lain lagi bunyinya. Bahkan nabi sendiri (saw)
tidur setelah ngesex, tanpa mematuhi ritual wajib ghusl!

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0042:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Nabi
(saw) buang air kecil dan Umar berdiri didekatnya dgn ember air.
Katanya: apa itu, Umar? Jawabnya: Ini air bagimu utk wudhu. Katanya:
Saya belum diperintahkan utk berwudhu setiap kali saya buang air kecil.
Kalau saya melakukannya, maka ini akan menjadi sebuah sunnah.

Sunaan Abu Dawud: Book 1, Number 0228:
Narrated Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) sering tidur saat ia dikotori secara seksual, tanpa menyentuh air.
(The Apostle of Auwloh (peace_be_upon_him) would sleep while he was sexually defiled without touching water)

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 3

Coitus interruption (Menumpahkan sperma diluar vagina!)
See also Al Azl

Salah
tembak sperma? Tobat! Tobat! Ini sangat tidak Islami. Karena air mani
sungguh keramat dan tidak bisa ditumpahkan ke sembarang tempat. Kalau
begitu, mengapa Muhamad sendiri menumpahkan spermanya pada jubahnya dan
jubah cucu…maaf isterinya, Aisha, sampai ia harus membersihkannya agar
si Muhammad tidak terhalang solatnya?

Bacalah apa yg dikatakan Bibi Aisha:
Sahih Bukhari Volume 1, Book 4, Number 231: Diriwayahkan Sulaiman bin Yasar: Saya
bertanya kpd ‘Aisha ttg baju yg dikotori dgn air mani. Jawabnya, “Saya
sering mencucinya dari pakaian Rasulullah dan ia pergi sholat saat
bekas-bekas air masih nampak.”

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2161:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Saya
dan Rasulullah (saw) sering tidur disatu kain pada malam hari saat saya
menses. Kalau ada hal dari saya mengotorinya, ia mencuci bagian kotoran
itu, dan bukan bagian lain. Kalau ada hal dari dirinya yg mengotori
pakaian saya, ia mencuci bagian itu dan tidak mencuci bagian lain dan
ia bersolat dgnnya (yi kain tsb).

Kita perlu memikirkan apakah Muhamad mempraktekkan coitus interruptus. Mungkinkah itu alasannya Aisha tidak pernah hamil?

Bgmn
dgn para tentaranya Muhamad? Mereka sebenarnya pemburu sex. Kapanpun
mereka menangkap perempuan kafir, mereka akan segera menggenjotinya.
Malah ada yg menggenjoti tawanan perempuan yg hamil! Ini begitu
kelewatan sampai Muhamad sendiri harus melarang senggama dgn tahanan
perempuan yg hamil pada penyerangan terhdp Khaibar (ref. 10, p.510).

Tetapi
larangan ini juga tidak menghindari Jihadi menikmati tubuh para
perempuan tidak bersenjata ini dgn cara menembakkan sperma mereka
diluar vagina perempuan yg mereka siksa itu.

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 137:
Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri: Kami
mendapatkan tahanan perempuan sbg jarahan perang dan kami melaksanakan
coitus interruptus dgn mereka. Jadi kami tanya Rasulullah mengenai hal
itu dan ia menjawab… “Tidak ada jiwa yg akan hidup kalau memang tidak
ditakdirkan …”
(maksudnya
si Mamad, kalo emang auwloh sudah mentakdirkan si perempuan tawanan yg
digenjoti para tentaranya itu hamil.. ya hamil aja… gitu aja kok
repot… Lihat kan? Si Mamad sama sekali tdk menyinggung sdikitpun ttg
larangan memperkosa tawanan perempuan, tapi yg dilarang cuma ngluarin
sperma di luar vagina para perempuan yg diperkosa itu! Hebat skali nabi
auwloh ini. -adm).

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 135:
Diriwayahkan Jabir: Kami biasa mempraktekkan coitus interruptus selama hidupnya rasulullah.

Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506:
Diriwayahkan Abu Said Al-Khudri: Ketika
dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim)
menangkap para tawanan perempuan dan ingin menyetubuhi para perempuan
itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada
Nabi tentang azl/coitus interruptus. Kata Nabi, “Sebaiknya kalian tidak
melakukannya, karena Auwloh sudah menentukan siapa yg akan
diciptakannya.” Qaza’a mengatakan, “saya mendengar Abu Sa’id mengatakan
bahwa nabi mengatakan, ‘Tidak ada jiwa yg tercipta kecuali Auwloh yg
menciptakannya.”

Dgn kata lain: jangan menumpahkan sperma diluar vagina, karena kalau perempuan itu hamil, itu toh kemauan Auwloh.

Sahih Bukhari: Volume 7, Book 62, Number 136:
Diriwayahkan Jabir: Kami
biasa melakukan azl/coitus interruptus ketika Qur’an diwahyukan. Jabir
menambahkan: Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus semasa hidup
Rasul Auwloh ketika Qur’an sedang diwahyukan.

Kombinasi dahsyat! Coitus interuptus dan wahyu Auwloh … ayat-ayat Kamasutra aja KALAH !

Lebih banyak lagi kumpulan hadis utk menghibur anda!

Sahih Muslim Book 008, Number 3371:
Abu
Sirma berkata kepada Abu Sa’id al Khadri: O Abu Sa’id, apakah kau
mendengar Rasul Auwloh berkata tentang al-azl/coitus interuptus? Dia
berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasulullah dalam
perjalanan ke Bi’l-Mustaliq dan mengambil para tawanan perempuan Arab
yang cantik-cantik; kami terangsang melihat mereka, karena kami jauh
dari istri-istri kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin
menggunakan mereka sebagai sandera untuk ditebus (dengan uang). Karena
itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka tapi
dengan melakukan azl/coitus interruptus….

Namun
kami mengatakan: Kami melakukan tindakan selagi Rasullullah berada
diantara kita; mengapa tidak menanyakannya?… Dan Rasulullah menjawab:
Tidak apa-apa kalau kau tidak melakukannya, karena setiap jiwa akan
dilahirkan sampai Hari Kiamat.

Sahih Muslim Book 008, Number 3373:
Abu
Sa’id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap para tawanan perempuan dan
kami ingin melakukan ‘azl/coitus interuptus dengan mereka. Kami
bertanya kpd Rasulullah ttg hal itu dan ia mengatakan kpd kami:
lakukanlah, lakukanlah, lakukanlah, tapi jiwa yg memang harus
dilahirkan akan tetap dilahirkan


Ternyata memang semua Muslim pd jam itu lg sibuk menarik penis sebelum ejakulasi. Rrrrruuuaaarr biasaaa…

Malik’s Muwatta Book 29, Number 29.32.96:
Yahya
mengisahkan padaku dari Malik dari Abu ‘n-Nadr, maulah Umar ibn
Ubaydullah dari Amir ibn Sad ibn Abi Waqqas dari ayahnya bahwa dia
biasa melakukan azl/coitus interuptus.

Sunan Abu Dawud Book 11, Number 2166:
Dikisahkan oleh AbuSa’id al-Khudri: Seorang
pria berkata: Rasul Auwloh, aku punya seorang budak perempuan dan aku
mengeluarkan penisku dari tubuhnya (ketika sedang berhubungan seks),
dan aku tidak mau dia menjadi hamil. Aku melakukan itu karenanya. Orang
Yahudi berkata bahwa mengeluarkan penis (azl) adalah sama seperti
mengubur hidup-hidup anak perempuan dalam skala kecil. Dia (sang Nabi)
berkata: Orang Yahudi itu berbohong. Jika Auwloh memang mau menciptakan
(bayi), maka kau tidak dapat mencegahnya.

Ahadis
diatas jelas membuktikan bahwa menumpahkan sperma adalah cara utama
menghindari kehamilan yg tidak diinginkan dari para gundik dan budak.
Tapi hadis beriikut ini mengatakan bahwa coitus interruption tidak boleh dilakukan dgn isteri sendiri, karena vagina isteri memang daerah pertanaman (ladang) subur.

Sahih Muslim Book 008, Number 3365:
Hadis
ini dilaporkan atas otoritas Jabir lewat rantai isnad…: “Jika ia suka,
ia bisa mengadakan senggama didepan atau dibelakangnya (doggy style),
tetapi itu harus lewat satu lobang (vagina).”

Sahih Muslim Book 008, Number 3364:
Jabir
(b. Abdullah) melaporkan bahwa Yahudi sering mengatakan bahwa kalau
memasuki isteri lewat vagina dari belakangnya, dan ia menjadi hamil,
maka anak itu akan bermata picek. Jadi turunlah ayat ini:
“Isteri-istrimu adalah ladang: pergilah kepada ladangmu sesukamu.”

Malik’s Muwatta Book 34, Number 4210: Diriwayahkan Abdullah ibn Mas’ud: Rasulullah
tidak menyukai 10 hal: warna kuning (khaluq), mencat rambut putih,
trailing the lower garment (?), mengenakan cincin emas, perempuan yg
tidak menututpi diri didepan orang lain dalam batas yg dilarang,
melemparkan dadu, santet-kecuali dgn Mu’awwidhatan, mengenakan jimat,
dan menarik penis sebelum air maninya keluar

Sahih Muslim Book 008, Number 3377:
Abu
Sa’id al-Khudri melaporkan bahwa ‘azl disebutkan dlm kehadiran
rasulullah (saw)… Mereka mengatakan kpd nabi: Ada seorang lelaki yg
isterinya harus menyusui anak, dan lelaki itu bersenggama dgn perempuan
itu (ia hamil) dan lelaki itu tidak suka, dan ada orang lain yg
memiliki budak perempuan dan ia senggama dgn budak perempuan itu, dan
ia tidak suka sang budak hamil shg dia tidak perlu menjadi Umm Walad.
Kemudian nabi mengatakan: Tidak ada salahnya jika kau tidak
melakukannya, karena itu (kelahiran seorang anak) adalah sesuatu yg
sudah ditakdirkan. Ibn ‘Aun mengatakan: saya menyebut hadis ini kpd
Hasan dan ia mengatakan: Ya Auwloh, nampaknya memang ada penyesalan
bagi dilakukannya ‘azl.

Sex dlm Grup atau sex orgy? Muhamad memang rajanya!
Kalau
yg dibawah ini bukan sex orgy, maka apa dong istilahnya?? Ingat bahwa
pada saat itu, Muhamad memiliki paling tidak 9 isteri.

Sahih Bukhari: Volume 1, Book 5, Number 270:
Diriwayahkan Muhammad bin Al-Muntathir: Atas
otoritas ayahnya bahwa ia telah bertanya pada ‘Aisha ttg pernyataan Ibn
‘Umar (i.e. ia tidak suka menjadi Muhrim saat bau masih menempel di
tubuhnya). ‘Aisha mengatakan, “Saya mencium wangi Rasulullah dan ia
pergi ke (utk mengadakan hubungan sex dgn) semua isterinya, dan dipagi
hari ia Muhrim kembali (setelah mandi).”

Sahih Muslim Book 008, Number 3445:
Abu
Bakr b. ‘Abd al-Rahman melaporkan bahwa Rasulullah (saw) menikahi Umm
Salama dan saat ia ingin pergi darinya, ia menarik bajunya
(rasulullah). Rasulullah kemudian mengatakan: Kalau kau mau, saya bisa
memperpanjang waktu (utk tinggal) dgnmu, tetapi saya harus juga
menghitung waktunya (shg waktu yang saya lewatkan dgn isteri-istri lain
sama dgn waktu dgnmu). Bagi perawan, (suaminya harus tinggal dgnnya
selama) satu minggu, dan bagi perempuan yg sudah menikah sebelumnya
tiga hari.



Bahwa
ulah sex ini direstui Auwloh yang Maha Esa bisa dilihat dari tulisan
Imam Ghazali. Ttg sex dgn berbagai partner, ia menulis (ref.7, h.368): ….Rasulullah
mengatakan, “Saya mengeluh kpd Jibril bahwa saya menginginkan kekuatan
yg lebih besar saat bersenggama dgn isteri-isteri saya, dan ia
memerintahkanku utk memakan harisa, “maka kau harus tahu bahwa ia
(nabi) memiliki 9 isteri, dan ia wajib utk memuaskan mereka semua, dan
tidak ada yg diijinkan menikah lagi setelah kematiannya, ataupun
setelah ia menceraikan mereka; permintaanya oleh karena itu adalah
untuk ini, dan bukan utk kenikmatan semata.
(ah yg beneer !?!)

Dan ini paling nge-jooozzz !!
Sahih Bukhari:Volume 7, Book 62, Number 6:
Diriwayahkan Anas: Nabi sering keliling (utk mengadakan hubungan sexual) dgn semua isterinya dalam satu malam, dan ia memiliki sembilan isteri.

’Air mani’ perempuan kuning?
Lelaki
dan perempuan muda sering bermimpi sex. Setelah itu lelaki mengeluarkan
cairan air mani spt ejakulasi yg disebut juga ‘nocturnal emission’.
Perempuan juga mengalami orgasme selama mimpi tetapi tidak mengeluarkan
sperma. Bahkan Aisha sendiri tahu ini, tetapi

Muhamad
tidak dan menyangka bahwa perempuan juga mengeluarkan ‘sperma’ saat
malam hari. Mungkin ia melihat bercak kuning pada baju perempuan yg
baru selesai menses, dan menyangka ini sperma. Ketika Aisha
memberitahunya, ia malah menggertaknya dan memaksakan kepercayaan
anehnya kpd Aisha. Jika perempuan membaca ahadis ini, ia akan
bertanya-tanya apakah genitalisnya normal atau tidak?!

Sahih Muslim Book 3, Number 0608: Anas
b. Malik melaporkan bahwa Umm Sulaim meriwayahkan bahwa ia bertanya
pada rasulullah ttg seorang perempuan yg melihat dalam sebuah mimpi apa
yg dilihat lelaki (memiliki mimpi sex). Rasulullah mengatakan: Kalau
perempuan ini melihatnya, ia harus mandi. Umm Sulaim mengatakan: Saya
malu dan bertanya: Apakah itu terjadi? Rasulullah menjawab: Ya, kalau
tidak bgmnnn seorang anak bisa mirip dgnnya? Cairan (sperma) lelaki
adalah kental dan putih dan cairan perempuan adalah tipis dan kuning;
shg kemiripan datang dari pihak yg gen-nya lebih kuat atau mendominasi.

Sahih Muslim Book 3, Number 0610: Umm
Salama melaporkan: Umm Sulaim pergi ke rasulullah dan mengatakan:
apakah mandi perlu bagi perempuan yg mengalami mimpi seksual?
Rasulullah menjawab: Ya, pada saat ia melihat cairan itu. Umm Salama
mengatakan: apakah perempuan memiliki mimpi seksual? Ia menjawab:
Biarkan tanganmu ditutupi debu, bgmn seorang anak bisa mirip dgnnya?
(???)

Sex dari Belakang/Anal Sex
Memang
perlu saya akui, saya SUKA membaca ulang hadis-hadis ini. Semakin
sering saya membaca ini semakin saya mengerti Islam dan nabinya,
Muhammad. Ahadis memang mengandung gambaran Muslim sejati. Saya tadinya
menyangka akan menemukan masalah-masalah spiritual/jihadi, tetapi
justru lebih banyak unsur erotiknya! Hadis jadi spt manual sex (Muhamad
= konsultan sex). Malah ahadis mengalahkan buku pornografi pertama
didunia; KAMASUTERA. Banyak hadis bisa disebut sbg
‘Pornografi Sahih,’ a la Bedouin atau ala Islam. Saya anjurkan anda
semua utk menyisakan waktu utk membaca semua hadis sahih. Kau tidak
akan pernah menyesal!!
J

Ahadis
menunjukkan kpd kita gambaran lengkap ttg praktek seksual Bedouin Arab
jaman itu. Gaya bersenggama bervariasi. Lain dgn cara Yahudi
bersenggama. Ternyata kaum Beduin gurun jauh lebih inovatif dlm posisi
dan gaya sex mereka. Masing-masing memiliki ciri khas, antara kaum
ansar, muhajirin dan Arab-arab lainnya. Yahudi lebih suka dgn
‘missionary position’ (sementara para muhajirin [Arab Mekah] yg hijrah
ke Medinah) menggunakan berbagai posisi, yang paling favorit adalah:
gaya senggama dari belakang (doggy style).

Saat
muhajir memulai gaya ini dgn perempuan Ansar, mereka (para perempuan)
tidak suka karena cara mereka yang haus sex mengingat para muhajir itu
kebanyakan datang dgn nabi mereka tanpa disertai isteri mereka. Jadi
bisa dibayangkan, mereka spt serigala kesurupan. Jadi, begitu ada
kesempatan, mereka akan bertindak buas dan melakukan tindakan sex yg
biadab dan keji dgn perempuan (atau dgn sesama pria?). Keluhan
perempuan Ansar ini mencapai telinga Muhamad. Tanpa menunggu lama,
Auwloh menurunkan ayat yg melarang sex dari belakang. Tapi gaya ‘doggy’
dipertahankan, walaupun perempuan Ansar juga tidak suka dgn posisi itu.
Disini ada ahadis yg akan menghiburmu!

Sunaan Abu Dawud: Book 11, Number 2159:
Narrated Abdullah Ibn Abbas: Ibn
Umar salah mengerti (ayat Qur’an, “Pergilah ke ladangmu sesukamu”)…
Faktanya adalah bahwa clan Ansar ini, yg penyembah berhala, hidup dgn
Yahudi, kaum ahlul Kitab. Mereka (Ansar) menerima superioritas Yahudi
dan mencontoh kelakuan mereka. Yahudi bersenggama dgn satu cara (yi dgn
merebah, punggung dikasur). …Clan Ansar mengadopsi praktek ini dari
mereka. Tetapi suku Quraysh suka menelanjangi perempuan mereka secara
keseluruhan dan mencari kenikmatan dari depan dan belakang dan
merebahkan mereka diatas punggung mereka.

Saat
para muhajirun (pelancong) datang ke Medinah, seorang lelaki menikahi
perempuan Ansar. Ia melakukan hal yg sama dgn isteirnya, tetapi
isterinya tidak menyukainya dan ia mengatakan kpd suaminya: Kami
memiliki satu cara (merebah diatas punggung); lakukan demikian, kalau
tidak pergilah kau dariku. Berita ini sampai ke telinga rasulullah.

Jadi Auwloh menurunkan ayat Qur’an ini: “Isteri-istri
kalian adalah ladang bagi kalian, jadi datangilah ladang kalian sesuka
kalian,” yaitu dari depan, dari belakang atau dari merebah diatas
punggung di ranjang.
Tetapi ayat ini berarti tempat keluarnya seorang anak, vagina.

Ahadis dibawah isinya mengulang-ulang diatas. Selamat menerjemahkan.

Sahih
Muslim: Book 008, Number 3364: Jabir (b. Abdullah) (Auwloh be pleased
with him) reported that the Jews used to say that when one comes to
one’s wife through the vagina, but being on her back, and she becomes
pregnant, the child has a squint. So the verse came down:” Your wives
are your ti’Ith; go then unto your tilth, as you may desire.”

Sahih
Muslim: Book 008, Number 3365: This hadith has been reported on the
authority of Jabir through another chain of transmitters, but in the
hadith transmitted on the authority of Zuhri there is an addition (of
these words):” If he likes he may (have intercourse) being on the back
or in front of her, but it should be through one opening (vagina).”

Sahih
Bukhar: Volume 6, Book 60, Number 51: Narrated Jabir: Jews used to say:
“If one has sexual intercourse with his wife from the back, then she
will deliver a squint-eyed child.” So this Verse was revealed:–

“Your wives are a tilth unto you; so go to your tilth when or how you will.” (2.223)

Sunaan
Abu Dawud: Book 12, Number 2212: Narrated Urwah: Khawlah was the wife
of Aws ibn as-Samit; he was a man immensely given to sexual
intercourse. When his desire for intercourse was intensified, he made
his wife like his mother’s back. So Auwloh, the Exalted, sent down
Qur’anic verses relating to expiation for zihar.

Sunaan
Abu Dawud: Book 12, Number 2214: Narrated Ikrimah: A man made his wife
like the back of his mother. He then had intercourse with her before he
atoned for it. He came to the Prophet (peace_be_upon_him) and informed
him of this matter. He asked (him): What moved you to the action you
have committed? He replied: I saw the whiteness of her shins in moon
light. He said: Keep away from her until you expiate for your deed.

Sunaan
Abu Dawud: Book 11, Number 2157: Narrated AbuHurayrah: The Prophet
(peace_be_upon_him) said: He who has intercourse with his wife through
her anus is accursed.

Sunaan
Abu Dawud: Book 29, Number 3895: Narrated AbuHurayrah: The Prophet
(peace be upon him) said: If anyone resorts to a diviner and believes
in what he says (according) to the version of Musa), or has intercourse
with his wife (according to the agreed version) when she is
menstruating, or has intercourse with his wife through her anus, he has
nothing to do with what has been sent down to Muhammad (peace be upon
him) – according to the version of Musaddad.

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 4

Perkawinan dgn Anak-anak dan SEX DGN ANAK DIBAWAH UMUR
Banyak
negara sudah melarang praktek maksiat mengawinkan anak-anak. Tipe
perkawinan macam ini umum diantara masyarakat hindu kuno di India.
Tetapi dgn reformasi dlm Hinduisme oleh kaum aktivis humanis, adat ini
tidak lagi diakui, paling tidak, secara hukum.

Bgmn
dgn Islam? Muslim mengatakan Islam adalah agama PROGRESIF. Betulkah?
Apa ini lagi-lagi kebohongan yg harus ditelan non-muslim sambil
manggut-manggut takut leher digorok?

Faktanya : TIDAK ADA BATAS USIA MINIMUM DALAM ISLAM UTK MENIKAH. JADI TIDAK ADA LARANGAN MENIKAHKAN ANAK-ANAK, BAHKAN BAYI YG BARU LAHIR.

Yang
paling kejam dari praktek pelecehan anak-anak secara seksual ini adalah
bahwa perkawinannya bersifat mengikat secara hukum, secara absolut,
jika disetujui orang tua.

Ini aturan Sha’riah ttg perkawinan anak-anak:

Hidayat (ref. 11, h.36) Ijin bagi Perkawinan dgn Anak-anak.
Perkawinan
antar anak-anak tetap mengikat setelah pubertas – Jika perkawinan
anak-anak itu disetujui oleh ayah atau kakek, tidak ada pilihan setelah
pubertas bagi mereka; karena keputusan orang tua tidak dapat dicurigai
sbg memiliki motif negative karena cinta kasih mereka bagi keturunan
mereka tidak diragukan; shg perkawinan antar pihak bersifat mengikat,
sama spt perkawinan yg ditetapkan pihak-pihak dewasa.

Pilihan
menarik diri setelah pubertas – namun jika pihak berwenang selain orang
tua yg memutuskan kontrak tsb, setiap pihak berhak, setelah dewasa, utk
memilih apakah perkawinan itu harus diteruskan atau dibatalkan.

Muhammad, sendiri menikahi anak berusia enam (atau tujuh) tahun.
Ini dua hadis sahih :
Sahih Muslim Book 008, Number 3311: ‘A’isha
melaporkan bahwa Rasulullah (saw) menikahinya saat ia TUJUH tahun, dan
ia dibahwa ke rumahnya sbg penganting saat ia berusia SEMBILAN, dan
boneka2nya berada bersamanya; dan saat ia (rasulullah) wafat, ia
berusia DELAPAN BELAS.

Sahih
Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236: Diriwayahkan oleh ayah Hisham:
Khadija wafat 3 tahun sebelum Nabi hijrah ke Medinah. Ia tinggal disana
kira-kira dua tahun dan ia menikah dgn ‘Aisha ketika ia gadis berusia 6
thn, dan ia memenuhi perkawinannya saat ia berusia SEMBILAN tahun.

Dan inilah caranya nabi, sang rahmatan lil alamin ber-indehoy dgn pengantin anak-anaknya.

Sahih Bukhari Volume 1, Book 6, Number 298:
Diriwayahkan
‘Aisha: Nabi dan saya biasanya bermandi dalam satu pot saat kita
Junub*. Selama menses, ia biasanya memerintahkan saya utk mengenakan
Izar (baju yg dipakai dibawah pinggang) dan ia suka meraba-raba saya.
Saat Itikaf, ia sering membawa miliknya dan mendekati saya dan saya
akan mencucinya dan menggunakannya saat saya menses.

*Junub: adalah keadaaan tidak suci, yaitu setelah mengadakan hubungan sex.

Sahih Muslim Book 3, Number 0629:
‘A’isha
melaporkan: Saya dan rasulullah (saw) mandi dari bak yang sama dan
tangan kami saling bergantian dimasukkan kedalamnya seakan-akan kami
mengadakan hubungan seksual. (I and the Messenger took a
bath from the same vessel and our hands alternated into it in the state
that we had had sexual intercourse).

Belum jelas juga bagi anda?

Dlm
Sirat Rasul Ibn Ishak/Ibn Hisham (biografer paling otentik), kami
membaca cerita dahsyat bahwa Muhamad ingin mengawini seorang bayi
perempuan yg masih merangkak. Ini terjadi setelah ia menikahi A’isha.

(Suhayli,
ii.79: Dlm riwayat Yunus saya menuliskan bahwa rasulullah melihatnya
(Ummu’l-Fadl) ketika ia masih bayi dan merangkak didepan Muhamad dan ia
mengatakan, ‘Jika ia besar nanti, dan saya masih hidup, saya akan
mengawininya.’ Tetapi ia wafat ketika anak itu tumbuh dan Sufyan b.
al-Aswad b. Abdu’l-Asad al-Makhzumi menikahinya dan ia melahirkan Rizq
dan Lubaba….(ref.10, p. 311)

Bahkan Hazrat Umar menikahi Umm Kulthum, adik Bibi A’isha yg berusia EMPAT TAHUN! Fantastik! Ini semua contoh orang-orang yg paling mulia dlm Islam utk dicontohkan pengikut.

RIZA atau Pengangkatan Anak lewat Penyusuan
Anda
tidak tahu bahwa lelaki Muslim (dewasa) bisa menikahi bayi (berusia 2
tahun) DAN sekaligus juga perempuan dewasa yg masih memiliki bayi yg
masih menyusu? Apa yg terjadi jika bayi yg dikawinkan tidak memiliki
siapa-siapa utk menyusuinya- katakanlah ia anak yatim-kecuali isteri
nomor dua yg juga sibuk menyusui anaknya sendiri?

Jaman
sekarang kita menggunakan Susu Nestle. Namun ini bukan cara yg Islami.
(PS: dlm buku Carmen bin Laden (mantan isteri kakak bin Laden): Usama
bin Laden tidak membolehkan isterinya menyusui anaknya dgn botol. Sang
isteri diharuskan memberi minum pada anaknya dgn SENDOK. Si anak
menolaknya dan menangis terus kehausan).

INI yg Islami: Hidayat (ref. 11, h.71)
Dua
isteri menyusui yang lain—JIKA seorang lelaki menikahi seorang bayi dan
seorang dewasa, maka pihak terakhir harus memberi susu kpd pihak
pertama, kedua isteri menjadi dilarang bagi suami mereka, karena kalau
mereka melanjutkan persatuan dlm perkawinan ini, ini mempertanyakan
kepantasan hidup bersama dgn anak angkat dan ibu angkat, yang dilarang,
spt hidup bersama dgn ibu dan puteri biologis.—KALAU suami belum
memiliki hubungan KARNAL (sex) dgn isteri dewasanya, isterinya itu
tidak berhak atas emas kawin apapun karena perpisahan datang dari
dirinya:– namun sang bayi memiliki hak atas setengah emas kawinnya,
karena bukan ia yg memulai perpisahan. (BAYI MEMULAI PERPISAHAN???
EDAN!!)

———————————————-
Riza
antar anak-anak lelaki dan perempuan. Bagian ini silahkan anda
terjemahkan sendiri, karena ini tidak relevan bagi topic pembahasan
kita (perkawinan antar bandot dgn anak-anak):

So
far, what I mentioned above relates to an adult man marrying an infant
girl. How about an infant boy marrying a grown up girl (nine years and
above)? As per Islamic Sharia, there is, of course, no restriction on
this practise. The only means by which a child can be prevented from
marrying a grown up girl (that is to make him halal to visit her and be
with her in privacy) is through a peculiar system in Islam known as
RIZA or Rid’a.

The
Dictionary of Islam (ref. 6, p.546) defines RIZA thus: RIZA. A legal
term, which means sucking milk from the breast of a woman for a certain
time. The legal definition of RIZA is given in HEDAYA (ref. 11) as
follows: RIZA, or fosterage (Ibid, p.67). Definition of the term—Riza,
in its legal sense, means a child suckling milk from the breast of a
woman for a certain time, which is termed the period of fosterage.

This
is the Islamic name for suckling through fosterage. It is the practice
by which a newly born baby is handed over to another woman who is able
to suckle the infant. It was (and still is) a practice by the rich
Arabs by which they hand over their newly born infants to be suckled by
Beduin women. Even Prophet Muhammad (pbuh) was suckled, initially, by
Thueiba, a slave woman of his uncle Abu Lahab for a very brief period,
and then by his foster mother, Halima.

Here is a hadith proclaiming the restrictions by fosterage:
What is haram by birth is also haram by suckling…30.3.15
Malik’s
Muwatta: Book 30, Number 30.3.15: Yahya related to me from Malik from
Abdullah ibn Dinar from Sulayman ibn Yasar and from Urwa ibn az-Zubayr
from A’isha umm al-muminin, that the Messenger of Auwloh, may Auwloh
bless him and grant him peace, said, ” What is haram by birth is haram
by suckling

————————–
This
practice will make the child being suckled to be haram to the foster
mother. That is, the child, when he grows up, has unhindered access to
his foster mother. It is, as if, the foster mother is the ‘real mother’
of the child. There is no problem with this noble provision, of course.
So, where is the trouble? Let us examine the situation up close.



Dlm
Islam, seorang perempuan boleh dikawinkan pada usia kapanpun, bahkan
saat ia masih bayi. Ibu angkat adalah perempuan, 9 tahun atau lebih,
lain dari ibu biologisnya.


Bayangkan,
seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan disusui ibu angkatnya yg baru
melewati usia SEMBILAN tahun. Nanti, kalau anak laki-laki itu menjadi
dewasa atau 18 th, menurut ukuran pubertas bagi laki-laki menurut
Islam, ibu angkatnya hampir berusia 27 thn, usia yg masih muda bagi
perkawinan, cinta, sex dan melahirkan anak. Menurut hukum Islam, ibu
angkat itu dilarang dinikahi anak angkatnya. Dan ia juga tidak dapat
menikahi adik angkatnya.

Here
are a few rules on Islamic suckling or fosterage from the ‘Reliance of
the Traveller’, the most authentic Sha’ria book (ref. 8, pp. 575-576)

n12.0 BECOMING UNMARRIAGEABLE KIN BY SUCKLING (RIDA’)
n12.1
An infant becomes the “child” of the female who breast-feeds him (A: in
respect to being unable to marry her, to the permissibility of looking
at her and being alone with her, and in his ablution (wudu) not being
nullified by touching her) when:

(a) the milk comes from a female at least nine years old whether it is occasioned by sexual or something else;
(b) and she breast-feeds a child who is less than two full years old;
(c)
in at least five separate breast-feedings (O: a restriction that
excludes anything less than five; which is of no consequence. Separate
breast-feedings means whatever is commonly acknowledged (def: f4.5) to
be separate)

n12.2 In such a case:
(1)
It is unlawful for the wet nurse to marry the child and its subsequent
descendants (O: by familial relation or by suckling) exclusively (O:
exclusively meaning that only the child’s descendants become unlawful
for her to marry, not the child’s ancestors (N: or brothers)):

(2)
She becomes the child’s “mother,” and it is unlawful for the child to
marry her, her ancestors (O: by familial relation or by suckling), her
descendants (O: who become as if they were brothers and sisters (O:
though the child is not forbidden to marry the latter’s children).

In
ahadith we read a few interesting stories about RIZA. Here are some
samples. Aisha’s sister Umm Kulthum suckled Salim ibn Abdullah ibn Umar
only three times; that is why it was haram for him to visit Aisha; if
suckled ten times by Kulthum then he would be halal for her…30.1.7

Malik’s Muwatta: Book 30, Number 30.1.7:
Yahya
related to me from Malik from Nafi that Salim ibn Abdullah ibn Umar
informed him that A’isha umm al-muminin sent him away while he was
being nursed to her sister Umm Kulthum bint Abi Bakr as-Siddiq and
said, “Suckle him ten times so that he can come in to see me.”

Salim
said, “Umm Kulthum nursed me three times and then fell ill, so that she
only nursed me three times. I could not go in to see A’isha because Umm
Kulthum did not finish for me the ten times.”

Ten suckle is required for a boy to be halal to visit a woman…30.1.8
Malik’s Muwatta :Book 30, Number 30.1.8:
Yahya
related to me from Malik from Nafi that Safiyya bint Abi Ubayd told him
that Hafsa, umm al-muminin, sent Asim ibn Abdullah ibn Sad to her
sister Fatima bint Umar ibn al-Khattab for her to suckle him ten times
so that he could come in to see her. She did it, so he used to come in
to see her.

(Please note that ten suckling was later abrogated by five suckles)

Malik’s Muwatta: Book 30, Number 30.3.17:
Yahya
related to me from Malik from Abdullah ibn Abi Bakr ibn Hazm from Amra
bint Abd ar-Rahman that A’isha, the wife of the Prophet, may Auwloh
bless him and grant him peace, said, “Amongst what was sent down of the
Qur’an was ‘ten known sucklings make haram’ – then it was abrogated by
‘five known sucklings’. When the Messenger of Auwloh, may Auwloh bless
him and grant him peace, died, it was what is now recited of the
Qur’an.”

Yahya said that Malik said, “One does not act on this.”

Needless
to say, that in an Islamic paradise, RIZA will be a perfectly rightful
method to solve the problem of milk supply for the babies. Now, imagine
what will happen to the marriage market if most women give up their
infants to their foster mothers for a limited period of time! The
marriage market will come to a halt, no joke. Most potential suitors
will be forbidden for each other due to RIZA or suckling by fosterage,
isn’t it?

Of
course, I cited an extreme scenario of Islamic fosterage. Modern world
is not at all dependent on RIZA or suckling by fosterage. We have
formula milk for those infants whose mothers are unable to breast-feed
them for one reason or other. However, I could not find any Sha’ria
rule where bottle-feeding can be used as an alternative to RIZA. See,
in the seventh century medieval period, there was no baby formula milk,
nor was there any concept of bottle-feeding as an alternative to
suckling. Therefore, those Bedouin Arabs resorted to RIZA to solve the
mother’s milk supply problem.

Yang menarik disini adalah bahwa perempuan JUGA DAPAT MENYUSUSI LELAKI DEWASA!! TOBAT! TOBAT! Mana mungkin? (Lihat artikel lain di blog ini yg berjudul, “ANEKA FATWA KONYOL”)

Ini buktinya :
Sahih
Muslim: Book 008, Number 3426: Ibn Abu Mulaika melaporkan bahwa
al-Qasim b. Muhammad b. Abu Bakr meriwayahkan kpdnya bahwa ‘A’isha
melaporkan bahwa: Sahla bint Suhail b. ‘Amr datang kepada rasulullah
(saw) dan mengatakan: Rasulullah, Salim (budak milik Abu Hudhaifa yg
dibebaskan) hidup dgn kami dlm rumah kami, dan ia sudah mencapai
pubertas dan memiliki pengetahuan (ttg masalah sex) yg biasanya
dimiliki lelaki. Nabi mengatakan: SUSUI DIA SHG IA MENJADI HARAM (dlm perkawinan) BAGIMU.

Sex
dgn budak juga merupakan hal yg sangat normal dlm Islam utk memuaskan
nafsu birahi lelaki Muslim. Bgmnnn dgn isterinya? Sayangnya, perempuan
tidak pernah kebagian orgy sex. Tapi seorang perempuan BISA menghalangi
suaminya utk sex dgn budak. Bagaimana caranya? Dgn Riza.

Ini dia:
Seorang
isteri cemburu tidak suka dgn orgy suaminya. Ia kemudian pergi ke budak
perempuan yg disukai suaminya dan MENYUSUI PEREMPUAN ITU dgn
payudaranya. INI MEMBUAT BUDAK PEREMPUAN ITU HARAM bagi suaminya.

Ide
bagus bukan? Sayangnya isteri itu malah ketiban duren! Ia menerima
hukuman. Hazrat Umar meminta agar sang isteri dipecut/dipukuli, shg
melindungi hak suaminya utk melampiaskan orgynya dgn para budak
perempuannya. Anda heran? Ini ceritanya dari Muwatta milik Malik,
pendiri aliran yurisprudensi Maliki.

PS: terjemahkan sendiri !
Malik’s Muwatta: Book 30, Number 30.2.13:
Yahya
related to me from Malik that Abdullah ibn Dinar said, “A man came to
Abdullah ibn Umar when I was with him at the place where judgments were
given and asked him about the suckling of an older person. Abdullah ibn
Umar replied, ‘A man came to Umar ibn al-Khattab and said, ‘I have a
slave-girl and I used to have intercourse with her. My wife went to her
and suckled her. When I went to the girl, my wife told me to watch out,
because she had suckled her!’ Umar told him to beat his wife and to go
to his slave-girl because kinship by suckling was only by the suckling
of the young.’ “

Bgmn
meluaskan konsep RIZA (“mimik cucu”) ini kpd suami dan isteri?
Astagfirullah! Astagfirullah! Naujubillah! Tidak percaya? Baca yg
berikut ini:

Malik’s Muwatta:Book 30, Number 30.2.14:
Yahya
mengatakan kdp saya (apa yg didengarnya) dari Malik dari Yahya ibn
Said, bahwa seorang lelaki bernama Abu Musa al-Ashari, “Saya MEMINUM
SUSU DARI BUAH DADA ISTERI SAYA DAN SUSUNYA MASUK PERUT SAYA.”

Abu Musa mengatakan, “Saya hanya bisa mengatakan bahwa isterimu menjadi HARAM bagimu.”
Abdullah ibn Masud mengatakan, “Nasehat macam apa yg kau berikan lelaki itu? ”
Abu
Musa mengatkan, “Nah, nasehat apa yg akan kau berikan?” Abdullah ibn
Masud mengatakan, “Hanya ada persaudaraan lewat penyususan dlm dua
tahun pertama.” —

Siapakah
Abdullah ibn Masud? Ia adalah salah satu diantara ke 10 sahabat
terdekat Muhamad yg dijanjijan surga oleh Muhamad. Setiap kata yg
diucapkan ibn Masud dianggap sbg otentik total. Malah, posisinya bisa
dikatakan nomor dua setelah Muhammad. Jadi, apa yg dikatakan ibn Masud
dlm hadis diatas?

Para
pembaca, inilah dampak pernyataannya itu; YA! Suami bisa meminum susu
isteri dan tetap sbg partner sexnya. Aturan Islam yg memang aneh!

Alasan
mengapa susu isteri bisa diminum isterinya dijelaskan berikut ini oleh
Malik. Kalau orang dewasa minum susu isterinya, ini dianggap makanan
dan bukan susu utk anak angkat! Absurd bukan?

Malik’s Muwatta: Book 30, Number 30.1.11:
Yahya
mengatakan kdp saya dari Malik bahwa Yahya ibn Said mengatakan bahwa ia
mendengarkan Said ibn al-Musayyab berkata, “Riza hanya saat anak masih
dlm buaian (masih bayi). Kalau tidak, ini tidak mengakibatkan hubungan
darah.”

Yahya
mengatakan kepada saya dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia mengatakan:
“Riza, betapapun sedikit atau banyak menjadikan haram. Persaudaraan
lewat Riza membuat lelaki muhrim.”

Yahya
mengatakan bahwa ia mendengar Malik berkata, “Riza, betapapun kecil
atau banyak kalau dilakukan dlm 2 tahun pertama, menjadikan haram. Apa
yg terjadi setleah 2 tahun pertama itu, tidak membuat apapun haram.
Riza spt menjadi makanan.”

DAN, hadis yang paling TOP, adalah yg berikut ini;
Mohamad
tidak suka menarik penis sebelum air mani dimuntahkan (ejakulasi); ia
juga tidak suka senggama dgn perempuan yg menyusui bayi.

Sunaan Abu Dawud: Book 34, Number 4210:
Diriwayahkan
Abdullah ibn Mas’ud: Rasulullah (saw) tidak menyukai 10 hal: Zat
pewarna bewarna kuning (khaluq), rambut putih yg dicat, trailing the
lower garment (?), cincin emas, perempuan yg tidak menutupi tubuh
sesuai dgn aturan kepantasan, dadu yg dilempar, santet kecuali dgn
Mu’awwidhatan, pemakaian jimat, PENARIKAN PENIS SEBELUM KELUARNYA AIR
MANI, dan dlm hal perempuan yg isterinya atau bukan isterinya:
bersenggama dgn perempuan yg sedang dlm keadaan menyusui bayi; tetapi
ia tidak melarang (semua itu).

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 5

SEX DGN TAWANAN PERANG
Islam
mengijinkan sex tidak terbatas dgn perempuan yg dijadikan tahanan
perang. Ini praktek (yg masih berlangsung) dari jaman permulaan Islam,
dan semasa hidupnya Muhamad. Ayat-ayat Qur’an yg paling terkenal ttg
ini:


004.024
Juga (dilarang bagimu adalah) perempuan yg sudah menikah, KECUALI YG
DIMILIKI TANGANKANMU: Jadi Auwloh memberikan (larangan) ini bagimu:
KECUALI BAGI YANG INI…

Lanjutan ayat ini:
(…yang
lainnya adalah halal jika kau mengikat mereka dlm perkawinan dgn hadiah
dari hartamu, menginginkan kesucian dan bukan birahi, melihat bahwa kau
mendapatkan keuntungan dari mereka, berikan mereka emas kawin; tetapi
setelah emas kawin ditentukan, setujuilah (utk mengubahnya), kau tidak
akan disalahkan, dan Auwloh Maha Tahu, Maha Bijaksana. )

023.006
… KECUALI dgn mereka yg dipersatukan lewat perkawinan atau (PARA
TAHANAN) YANG DIMILIKI TANGAN KANAN MEREKA, dlm hal ini mereka
dibebaskan dari kesalahan …

Sex dgn isteri, tahanan, budak O.K….70:25-34

070.025 Bagi yg memerlukan yg meminta dan ia yg dihalangi (utk meminta karena alasan apapun);
070.026 Dan mereka yg berpegang pada kebenaran;
070.027 Dan mereka yg takut akan kemarahan Auwloh,-
070.028 Karena kemarahan Auwloh adalah bertentangan dgn Perdamaian dan Ketenangan;
070.029 Dan mereka yg menjaga kemurnian mereka,
070.030 Kecuali dgn isteri mereka dan para (tahanan) yg dimiliki kanan tangan mereka,- karena mereka tidak dapat disalahkan,
070.031 Tetapi mereka yg melewati batasan adalah durhaka;-
070.032 Dan mereka yg menghormati perjanjian mereka; dsb dsb, terjemahkan sendiri …
070.033 And those who stand firm in their testimonies;
070.034 And those who guard (the sacredness) of their worship;-
070.035 Such will be the honoured ones in the Gardens (of Bliss).

Ayat-ayat
diatas JELAS 100% bahwa lelaki Muslim, menikah atau tidak bisa
mendapatkan sex tanpa gangguan dan tanpa batasan dgn perempuan tahanan.
Arti ‘KEPEMILIKAN TANGAN KANAN’ adalah tahanan perempuan yg didapatkan
dari perang.

Nah, di jaman ini siapa yg termasuk ‘tahanan perang’ ?
Secara
teori, karena Islam berlaku utk segala jaman, dan berada dlm perang
abadi dgn kafir (ingat konsep ‘darul Islam & darul harb’), SEMUA
PEREMPUAN YG TINGGAL DI NEGARA KAFIR termasuk kategori ini. Ini berarti
bahwa Auwloh mengijinkan setiap lelaki Muslim (menikah atau tidak), yg
tinggal di Negara kafir, bisa senggama dgn sekian banyak perempuan
kafir dan tetap bebas dari tuduhan ber-ZINAH.


Malah
banyak Islamis dgn bangga mengakui bahwa para perempuan kafir harus
berterima kasih karena telah merasakan kenikmatan senggama dgn lelaki
Muslim! Inilah mengapa saya menemukan banyak Muslim di panti-panti
pijat di Thailand, dan mereka mengakui bahwa mereka DIIJINKAN UTK SEX
DGN PEREMPUAN THAI KARENA MEREKA BUKAN MUSLIM. Mereka budak sex, dan
mengingat bahwa dimanapun di dunia Muslim
‘tertekan/sengsara/menderita,’ Muslim berada dlm keadaan perang dgn
kafir dimanapun mereka ditemukan: dipanti pijat, di bar, di disko, di
tempat wts)!

Ternyata hal ini memang benar. Syariah menyebutkan: TIDAK ADA HUKUMAN BAGI ZINAH YG DILAKUKAN DI NEGARA ASING—(ref.
11, p185). Ini karena NABI SENDIRI yg mengatakan, “hukuman tidak boleh
diberikan di negara asing; “—KEDUA, karena pengadilan syariah tidak
memiliki yurisdiksi di negara asing, hukuman menjadi tidak mungkin
kalau di negara asing tsb sendiri kelakuan sex tsb tidak dihukum; dan
setelah orang tsb kembali dari negara asing ke negara Muslim, hukuman
tidak boleh dijatuhkan terhdpnya.

Dlm hal 59 Kamus Islam (ref.6) ditulis:
GUNDIK.
Bahasa Arab: ‘Surriyah’, ‘sarari’ utk jamak. Agama Muhamad nampaknya
memberikan ijin tidak terbatas pada pemilikan gundik, selama perempuan
itu adalah budak dan bukan Muslimah bebas (bukan budak).

Para
perempuan ini harus, entah (1) diambil sbg tawanan hasil perang, (2)
dibeli dgn uang, (3) keturunan budak. Bahkan perempuan menikah, hasil
jarahan perang, menurut Qur’an, Surah 4:28, adalah sepenuhnya hak
pemilik Muslimnya. “(Haram bagimu adalah perempuan menikah, KECUALI
mereka yg dimiliki tangan kananmu (yaitu diambil dari perang atau budak
yg dibeli).”

Pergundikan ini diambil dari CONTOH MUHAMAD SENDIRI, yg mengambil RAYHANAH, perempuan Yahudi, yg dipergundiknya setelah pertempuran dgn Banu Quraizah (AH 5), dan juga MARIA**, perempuan Koptik, yg diberikan padanya sbg budak oleh Gubernur Mesir.

**Maria,
perempuan Koptik. Ketika delegasi Muhamad mengunjungi Alexandria dan
mengunujungi kepala Koptik, Muaqaqis, dan menyampaikan undangan agar
memelujk Islam, sang Koptik dgn sopan menolak tetapi mengenal reputasi
muhamad dgn perempuan

ia
memberikan 2 perempuan budak kakak beradik yg cantik dan aduhai.
Muhamad mengambil Maria, yg tercantik bagi dirinya sendiri dan adiknya,
Sirin, diberikan kpd penyair, sahabat Muhamad, Hassan ibn Thabit. Maria
melahirkan Ibrahim, putera terakhir Muhamad yg mati ketika bayi. Sirin
melahirkan putera bernama Abdul Rahman (ref. 10, p. 498-499).

Mengutip Jalalan, penafsir terkemuka Qur’an, Kamus Islam menulis (ref.6, hal. 595-600)

1)
Mereka diijinkan memiliki perempuan menikah jika mereka budak. Surah
4:28: “Haram bagimu adalah…. Perempuan menikah; dan yang dimiliki
tangan kananmu.”

(al-Jalalan
mengomentari surah ini: “bahwa halal bagi mereka yg bersenggama dgn
perempuan yg kau jadikan tawananmu, WALAUPUN SUAMI MEREKA MASIH HIDUP
DLM DARUL-HARB.”)

(Catatan, Surah 4:28 dlm Kamus Islam adalah Surah 4:24 dl;m Quran versi terjemahan Yusuf Ali).

Para Islamis sering memberikan kesan bahwa para Jihadi rela bergabung dgn Ghazawa
(serangan utk mendptkan perempuan dan harta) Muhamad karena mereka
jatuh cinta pada atraksi spiritual dan ke-ilahian Islam. Tetapi membaca
biografi Muhammad, kami melihat alasan yang sama sekali berbeda.
Ghazawa menarik bagi Jihadi karena merupakan sumber sex dan jarahan!
Itu saja.

Dimanapun
Muslim menyatakan perang terhdp kafir, tentara Muslim akan menahan para
perempuan musuh. Yang tua dan lemah biasanya dibunuh, yang muda dan
sexy disisakan Jihadi utk memuaskan birahi mereka yg tidak terbatas
(baik dlm arti tempat, jumlah maupun moralitas), dan, selanjutnya
perempuan itu (kalau masih untung bisa selamat dgn nyawa) bisa
dijadikan sumber uang dgn menjual mereka sbg budak atau menjadikan
mereka sandera yg bisa ditebus dgn uang.

Ini sumber menarik dari biografinya Muhamad karya Ibn Ishak. Episode ini dicuplik dari ekspedisi Tabuk (ref. 10, pp.602-603).

Setelah
perang Hunayn dan Taif, Muhamad tinggal di Medinah selama beberapa
bulan. Lalu ia memberi perintah utk mempersiapkan serangan terhdp
Bizantin. Saat itu musim panas dan udara sangat tinggi dan kekeringan
menjalar di jazirah Arab. Banyak orang tidak suka bepergian pada saat
ini. Mereka ingin tinggal di rumah. Tetapi meskipun demikian, mereka
tetap mempersiapkan diri bagi serangan tsb. Muhamad bertanya kpd
seorang Muslim, Jadd b. Qays, jika ia ingin pergi berJihad ke Tabuk.
Jadd menolak dgn mengatakan bahwa ia menyukai perempuan dan jika ia
melihat perempuan Bizantin ia tidak dapat mengendalikan dirinya.
Muhamad membiarkannya. Karena Muslim itulah keluar Surah: 9:49 “…ada yg
mengatakan ‘Berikan saya ijin utk tidak ikut’…..”

009.049 Diantara mereka ada yg mengatakan : “Berikan saya pengecualian dan jangan adili saya.” Bukankah mereka sudah jatuh dlm pengadilan? Dan memang Neraka akan mengelilingi mereka yg tidak percaya (dari semua sisi).

Muhamad
sendiri mengambil perempuan tahanan sbg isteri atau gundiknya. Selain
menyimpan perempuan yg paling cantik dan sexy dari antara para
perempuan tawanan, ia bahkan MEMBAGI-BAGIKAN MEREKA kpd MENANTUNYA (suami anaknya sendiri !!),
Hazrat Ali dan Hazrat Usman !! Ini hadis yg menunjukkan kehausan Hazrat
Ali utk mengadakan sex dgn tawanan/budak perempuan sementara bapak
mertuanya, Muhammad, mendorongnya sepenuhnya, terlepas dari perasaan
Fatima, puteri Muhamad – isteri Ali.

Dlm
satu kata, Muhamad MEMANG ORANG YANG SANGAT LIBERAL bagi jamananya.
Jaman sex bebas sekarang saja, belum pernah ada bapak mertua yg
mengijinkan menantunya mengadakan hubungan diluar kawin. Tidak mungkin!

ALI nge-SEX DGN PEREMPUAN TAWANAN 5.59.637

Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 637
Diriwayahkan
Buraida: Nabi mengirim ‘Ali kpd Khalid utk membawa Khumus (hasil
jarahan) dan saya membenci Ali, dan ‘Ali sedang mandi (setelah senggama
dgn gadis budak dari Khumus).

Saya
katakan kpd Khalid, “Tidakkah kau melihat itu (Ali)?” Saat kami sampai
pada nabi, saya menyebutkan itu padanya. Ia mengatakan, “Wahai Buraida!
Kau benci Ali?”

Saya katakan, “Ya.” Ia mengatakan, “Kau benci dia karena ia mendapatkan lebih dari bagiannya dlm Khumus.”

Bahwa
perempuan sexy adalah salah satu motivasi utama Jihad oleh pengikut
Muhamad, digambarkan dgn jelas dlm Sirat Rasulullahnya Ibn Ishak.
Tetapi perempuan yg tua dan tidak merangsang merupakan beban bagi para invader
Muslim. Dlm biografi paling sahih ttg Muhamad, kami membaca bahwa
selama Pertempuran Hunayn, SEORANG PEREMPUAN TUA DIBEBASKAN KARENA
MULUTNYA DINGIN DAN DADANYA KEMPIS, ia tidak dapat menghasilkan
keturunan dan susunya kurang memadai (mungkin takut keracunan “susu
kadaluwarsa” ya, hwuahahahaaa… -adm).


Jadi, Jihadi MENUKAR PEREMPUAN ITU DGN ENAM ONTA (ref.10, h 593). Dan ini bukan kasus aneh. Ini memang praktek lazim diantara para Jihadi; menukar perempuan juueelek dng onta.

Bukti selanjutnya akan kerakusan bagi daging perempuan sexy bisa dilihat dari episode perebutan kota Taif. Bangsa Thaqif
hidup di Taif. Perempuan Taif memang terkenal karena kecantikan dan
keramahan mereka. Salah seorang Jihadi tercatat pengakuannya bahwa ia
memang bersedia bertempur melawan Thaqif utk mengambil perempuan utk
diperdagangkan (atau menghamilinya) karena bangsa Thaqif menghasilkan
anak-anak berotak pandai (ibid, h.590).

Dari biografi Muhamad oleh Ibn Ishak, saat tentara Muslim mengalahkan Bani Hawazin,
mereka menangkap 6.000 (ya, ini tidak salah cetak: ENAM RIBU) perempuan
dan anak-anak. Ini merupakan jarahan panen daging perempuan terbesar yg
pernah terjadi bagi Jihadis. Setelah mereka dibagi-bagikan kpd Jihadis,
Muhamad memberikan Rayta, gadis cantik kpd menantunya, Hazrat Ali dan Zaynab,
lagi-lagi tangkapan cantik kpd menantu lainnya, Hazrat Usman. Hazrat
Umar juga tidak dilupakannya. Namun ia lebih suka memberikan bagiannya
kpd putera tersayangnya, Abdulllah (ibid, p.592-593).

Ini
memang jangkauan moralitas nabi Islam. Respek dan kebaikan macam ini yg
dimiliki rasul yang maha pemurah bagi para perempuan yg tidak berdaya
ini. Selain Rayhanah, Muhamad juga mengambil Jurawyirah (Dari serangan
terhdp Bani al Mustaliq) dan Saffiyah (perempuan yahudi dari serangan
terhdp Khaibar/Bani Nadir) sbg pelayan-pelayan seksnya. Dan tentu
semuanya dgn RESTU AUWLOH.

Catatan: semua gundik Muhamad adalah Yahudi (Rayhanah, Juwayriyah and Saffiyah) atau Kristen spt Maria, perempuan Koptik.
Muslim dgn girangnya mengatakan bahwa Muhamad saking pemurahnya sampai
ia mengawini para perempuan tidak berdaya itu agar mereka tidak
diperjual belikan sbg budak. Mereka bahkan mencoba meyakinkan kafir spt
kita (kafir biasanya punya otak) bahwa para perempuan malang itu,
walaupun sanak keluarga mereka dibunuh habis, SEBENARNYA SANGAT BAHAGIA
utk mengawini Muhamad karena setelah pembantaian itu mereka jatuh cinta
tidak kepalang kpd si Mamad!

Ini
jijik dan tidak ada moral yg lebih rendah dari itu. Bagi Muslim yg
enggan bersenggama, siapa lagi kalau bukan AUWLOH yang mendorong
mereka!! (Untung bukan Auwloh yg menyusun Konvensi Jenewa ttg Aturan
bagi Tahanan Perang!)

Sunaan Abu Dawud: Book 11, number 2150
Abu
Said al-Khudri mengatakan: “Rasulullah mengirimkan ekspedisi milteri
kpd Awtas pd kesempatan pertempuran Hunain. Mereka berhadapan dgn musuh
dan bertempur. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil tawanan. Sejumlah
Sahabat Rasulullah enggan utk senggama dgn tawanan perempuan dihadapan
suami mereka yg kafir. Jadi Auwloh, yang Maha Besar, menurunkan ayat
Qur’an ini, “Dan semua perempuan menikah (dilarang) bagimu KECUALI
mereka (tawanan) yg dimiliki tangan kananmu”. Itu berarti, mereka halal
bagimu saat mereka melewati periode ‘peralihan’ mereka.””
[Qur’an 4:24].

Sahih Muslim:Book 008, Number 3432:
Abu
Sa’id al-Khudri melaporkan bahwa pada Pertempuran Hanain, rasulullah
(saw) mengirimkan bala tentara ke Autas dan memerangi mereka. Setelah
mengalahkan mereka, dan menawan mereka, para Sahabat rasulullah (saw)
nampaknya engggan utk bersenggama dgn para perempuan
tawanan karena suami mereka adalah musyrik (polytheis). LALU AUWLOH,
MAHA TINGGI, MENURUNKAN FIRMANNYA BAHWA: “Dan perempuan yg sudah
menikah, KECUALI YG DIMILIKI TANGAN KANANMU.”
(iv. 24)

Masih ingat AL AZL? COITUS INTERUPTUS ? (lihat Bab 3)
Muhamad
sangat tidak suka kalau penis ditarik dari vagina (tawanan perempuan)
sebelum orgasme, karena kalau sang bayi memang ditakdirkan lahir, maka
tidak ada yg dapat menghalanginya. Muhamad memang tidak menyetujui
‘coitus interruptus’ tetapi MEMPERKOSA perempuan Banu-al-Mustaliq, IA
SETUJU SAJA …(Bukhari 5.59.459)



Anda belum percaya juga? Ini kata seorang Mullah ttg perempuan tawanan: Dari Tanya Jawab situs Islam:

KEPEMILIKAN TANGAN KANAN

Tanya:
Apa
yg dimaksudkan dgn ‘kepemilikan tangan kanan’ dan apa tujuan
memilikinya? Beberapa mualaf di AS mengatakan OK saja utk memiliki
‘kepemilikan tangan kanan’ di AS.

Jawab:
Kepemilikan tangan kanan (Malak-ul-Yamin)
berarti BUDAK DAN PEMBANTU, mereka yg menjadi milik Muslim lewat perang
atau transaksi jual beli. Setelah mendapatkan kepemilikan budak
pembantu itu, adalah halal dan benar utk mengadakan hubungan sexual dgn
mereka. BAHKAN DIJAMAN SEKARANG, JIKA MUSLIM MENGUASAI NEGARA KAFIR,
kondisi ini tetap berlaku, halal dan benar… (Nah lu, ati-ati aja
wahai para cewek bule kafir, siapkan dirimu kalo negaramu jd jajahan
islam ya… -adm)

ANDA MASIH JUGA TIDAK PERCAYA ?
Saya
(penulis) adalah orang Bangladesh. Mari saya berikan sedikit sejarah
negara saya. Ketika tentara Negara Republik Islam Pakistan menginvasi
Bangladesh th 1971, mereka membunuh 3 juta (bukan salah cetak: TIGA
JUTA) orang Bangladesh. Karena menganggap orang Bangladesh bukan Muslim
tulen, mereka mengambil 250.000 perempuan (Ya, 250.000) Bangladesh sbg
gundik, memperkosa mereka berkali-kali, tidak jauh dari suami, ayah dan
sanak keluarga mereka.

Praktek
memuakkan ini mungkin juga membuat muak sesama Muslim. Tetapi jangan
lupa bahwa para tentara Muslim ini TIDAK SALAH DIMATA ISLAM. Sesama
Muslim silahkan protes, tetapi mereka tidak memiliki dasar hukum.
Sementara para pemerkosa Muslim itu didukung sepenuhnya oleh AUWLOH
SUBHANA WATHA AUWLOH !

Di
Iran, perempuan yg dituduh melakukan perzinahan atau penghinaan terhdp
Islam yg ganjarannya adalah hukuman mati menjadi tawanan negara Islam.
Oleh karena itu, seorang penjaga Muslim ditunjuk utk mengadakan sex
dgnnya sebelum ia digantung. Bagi mereka yang masih gadis, mereka harus
diperkosa agar mereka tidak masuk surga. Inilah perlakuan indah dan
manusia perempuan kafir atau perempuan yg mbalelo dlm Islam!

Semua buki sejarah ini adalah bukti telak bahwa menikmati budak perempuan adalah sepenuhnya ‘halal’ dlm Islam.

Beberapa lagi hadis utk hiburan anda.

Malik’s Muwatta:Book 2, Number 2.23.90:

para budak perempuan milik Abdullah ibn Umar biasanya mencuci kakinya
dan membawanya tikar yg dirajut dari daun palm saat mereka menstruasi.

Malik ditanya apakah lelaki yg memiliki perempuan dan budak bisa senggama dgn mereka semuanya sebelum ia melakukan ghusl
(mandi). Katanya, “Tidak ada masalah. Tetapi yang tidak halal adalah
utk pergi ke perempuan bebas (bukan budak) pada hari lain. Tidak ada
salahnya senggama dgn seorang perempuan budak dan kemudian dgn
perempuan budak lainnya kalau seseorang dlm keadaan junub (kotor setelah senggama).”

Malik
ditanya apakah seorang lelaki yg ‘junub’ dan air ditaruh didepannya
agar ia bisa ‘ghusl’. Lalu ia memasukkan jarinya kedalamnya utk mencek
airnya panas atau dingin. Malik berkata, “Kalau tidak ada kotoran yg
mengotori jarinya, saya tidak menganggap air itu kotor.”

SATU LAGI; SEX DGN IBU DAN ANAK
Malik’s Muwatta:Book 28, Number 28.14.33:
…Umar
ibn al-Khattab ditanya ttg seorang perempuan dan puterinya yg dimiliki
tangan kanan dan apakah bisa diadakan senggama secara berurutan. Umar
mengatakan, “Saya tidak suka kalau keduanya diijinkan secara bersama.”
Lalu ia melarangnya.

(Bersama-sama tidak boleh, tetapi digilir boleh???)

SEX DGN KAKAK BERADIK
Malik’s Muwatta:Book 28, Number 28.14.34:

seorang lelaki bertanya kpd Usman ibn Affan apakah seseorang boleh
senggama dgn dua kakak beradik yg ia miliki. Kata Usman, “Satu ayat
membuat mereka halal, dan satu ayat membuat mereka haram. Bagi saya,
saya tidak mau melakukannya.”

Ah masa, bukannya Auwloh maha pemurah dan tidak suka kalau pengikutnya harus tersiksa secara seksual!

SEX DGN BUDAK PEREMPUAN DGN CARA APAPUN

(ref.11, h. 600)
Dgn
isteri, Muslim tidak boleh seenaknya (kecuali memukulnya kalau isteri
menolak keinginan suami) tetapi kalau dgn budak, sang suami tidak
diberi batasan apapun. Ditabok, dihajar, disodomi, dari atas, dari
bawah, samping kiri, samping kanan, malam hari, siang hari … (maaf,
memang kenyataannya begitu. Tanya saja TKW Indonesia).

BAPAK BISA MEMINJAMKAN BUDAK PEREMPUANNYA KEPADA ANAKNYA SENDIRI (utk hal-hal tertentu)
Malik’s Muwatta: Book 28, Number 28.15.38:
…Katanya,
“Saya ingin memberikan perempuan budak itu kpd putera saya dan
melakukan hal ini dan itu dgnnya (ngesex).” Abd al-Malik mengatakan,
“Marwan lebih tegas dari kamu. Ia memberikan budak perempuannya kpd
puteranya dan mengatakan, ‘Jangan mendekatinya, karena saya sudah
melihat kakinya tanpa penutup.'”

PEMILIK BUDAK BISA SENGGAMA DGN BUDAK PEREMPUAN YG SUDAH MENIKAH DGN BUDAK PRIANYA
Malik’s Muwatta:Book 29, Number 29.17.51:

Abdullah ibn Umar mengatakan, “Jika lelaki memberikan ijin kpd budaknya
utk menikah, perceraian ada didlm tangan sang budak, tetapi tidak ada
orang lain yg memiliki kekuasaan atas perceraiannya. Tidak ada larangan
bagi seorang laki-laki yg mengambil budak perempuan dari budak
laki-lakinya atau budak perempuan dari budak perempuan lainnya.”

BUDAK
PEREMPUAN ADALAH LADANG BAGIMU. KALAU KAU MAU KAU BISA MENGAIRINYA (DGN
EJAKULASI DIDALAMNYA) ATAU MEMBIARKAN MEREKA HAUS (DGN coitus
interruptus)

Malik’s Muwatta: Book 29, Number 29.32.99:

katanya, “Abu Said! Saya memiliki budak perempuan. Tidak ada satupun
dari isteri-istri saya lebih menyenangkan dari mereka tapi saya tidak
ingin anak dari mereka, apakah saya bisa mempraktekkan coitus
interruptus?” …”Saya mengatakan, ‘Semoga Auwloh mengampunimu… Ia
ladangmu, jika kau mau, berikan air, dan jika kau mau, biarkan ia
kering.’ …Zayd mengatakan, ‘Ia berbicara kebenaran.'”

MENGGILIR BUDAK PEREMPUAN: Bapak dgn budak anak atau budak cucunya. Putera dgn budak ibunya, ayahnya atau isterinya.
Ini
cuplikan dari HIDAYAT (reference 11), komentar paling otentik terhdp
Syariah yg dijadikan rujukan pengacara. Tidak ada hukuman karena
senggama dgn budak perempuan seorang putera atau cucu—(ref: 11: page
183)

Walau
ia harus mengakui pada dirinya bahwa budak perempuan itu sebenarnya
tidak halal baginya, …ini didasarkan atas pernyataan nabi

“KAU
DAN MILIKMU ADALAH MILIK AYAHMU;”—dan seorang kakek juga terikat pada
peraturan yg sama spt sang ayah, karena ia juga seorang ayah. Anak yg
didapatkan dari hubungan seksual itu adalah tanggung jawab ayah ybs, yg
bertanggung jawab pada puteranya sebanyak nilai budak perempuan itu.

Kalau seseorang bersenggama dng budak perempuan milik ayahnya, ibunya atau isterinya, dan menganggap
budak ini sah baginya, ia tidak mendapatkan hukuman dan sang budak juga
tidak dihukum—(tetapi kalau ia menganggapnya salah, maka ia harus
dihukum)
:

BOLEH MENONTON PUDENDA BUDAK PEREMPUAN
Muslim dilarang membaca ‘Playboy’, ‘Penthouse’, ‘Ralph,’…….. dsb. Melihat perempuan telanjang yg bukan muhrimnya adalah kabirah gunaah (dosa besar.)
Jangankan tubuh perempuan, tangan telanjang perempuan saja haram dlm
Islam. Inilah tingginya moralitas dlm Islam. Tetapi kalau kau BUDAK
PEREMPUAN, larangan ini tidak berlaku lagi bagi lelaki Muslim.

Islam
mengijinkan Muslim memandangi setiap bagian tubuh budak (atau tawanan),
termasuk dadanya, vagina, clitoris, anus, — SETIAP BAGIAN PUDENDANYA.
Kau anggap ini isapan jempol penulis ?

Ini ketentuan Sha’riahnya—(ref. 11, h. 599)

Lelaki
bisa memandangi bagian manapun tubuh isterinya atau budaknya.—Adalah
HALAL bagi lelaki utk memandangi bagian-bagian tubuh budak
perempuannya, …dan juga terhdp isteirnya …karena Nabi mengatakan,
“tutuplah matamu dari semuanya kecuali isteri-istrimu dan budak-budak
perempuanmu.”

Islamis
sering menutupi kenyataan tirani perbudakan seksual dlm Islam dgn
mengatakan Islam mengijinkan pernikahan dgn budak. Tapi yg tidak mereka
katakan adalah, ia tidak boleh mengawini budaknya sendiri. Budak orang
lain OK. Ia tidak dapat membeli budak perempuan dan menikahihnya.
Namun, ia diijinkan sex tidak terbatas dgnya (ingat: tidak terbatas
dalam arti tempat, jumlah budak, cara nge-sex dsb dsb. Jadi
sadomasokisme, sodomi …Islam tidak membatasi ini)

(ibid, p.317)
9 larangan menikah: …………………………………………
8. Karena alasan kepemilikan. Tidak halal bagi lelaki utk menikahi budaknya sendiri, atau perempuan menikahi budak lelakinya.

SEX AND SEXUALITY IN ISLAM
BAGIAN 6

MASTURBASI
HAH?
Naujubillah, Naujubillah. Kau melakukan ini? 98% lelaki melakukannya.
Tidak jelas berapa % perempuan melakukannya. Tapi hati-hatilah mereka
yang jika melakukan ‘nikah’ dan zinah dgn tangan mereka! Masturbasi
adalah haram TOTAL dalam Islam. Kalau Auwloh SUBHANA WATHA AUWLOH dan
polisi rahasianya menjebakmu melakukan ini, ternistalah kau dalam
Akhirat nanti

Mereka
yang masturbasi akan dihidupkan kembali dgn KEHAMILAN di tangan mereka!
(Sumpah! Ini bukan isapan jempol penulis atau penerjemah!)

Ini yang dikatakan Mufti dari Afrika Selatan dlm Tanya Jawab situs Islam:
Mufti Ebrahim Desai
Darul Ifta, Madrasah In’aamiyyah
Camperdown, Afrika Selatan

Hadhrat
Anas meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan,’TERKUTUKLAH Orang
yg melakukan nikah dgn tahan (yi masturbasi). (Tafsir Mazhari vol.12
h.94)

Said
bin Jubair meriwayahkan bahwa Rasulullah (saw) mengatakan, Auwloh Taala
akan menghukum sekelompok orang yg bermain dgn alat pribadi mereka.’

Ataa
(RA) mengatakan, ‘Sejumlah orang akan di-resureksi dlm kondisi tangan
mereka hamil, saya rasa mereka itu yang melakukan masturbasi.’

Aturan Sha’riah bagi mereka yg ‘die-hard masturbators’. Ternyata anda masih bisa diselamatkan!

Masturbasi
Wajib Ghusl (mandi) —e10.1 (referensi 8, h.79)
(1) Mandi utk purifikasi (ghusl, def: e11) adalah wajib jika pada seorang lelaki :
(2) sperma keluar darinya;
(3) atau kepala penisnya memasuki vagina;

dan wajib bagi perempuan jika :
(1) cairan sexual (definisi: dibagian bawah) keluar darinya;
(2) kepala penis memasuki vaginanya;
(3) setelah periode menstruasi ;
(4) setelah ‘postnatal lochia’nya berhenti atau setelah dilahirkan anak dlm kelahiran kering. (?)

(note:
istilah Arab ‘maniya’ digunakan utk merujuk kpd sperma lelaki maupun
cairan sexual perempuan yaitu yg datang dari orgasme)

Puasa Batal kalau :—i1.18(9) (ibid, hal 284)
i.1.18(9)
Senggama (jika sengaja, walaupun tidak ada orgasme), atau orgasme dari
meraba bagian selain alat kelamin atau dari masturbasi (tidak peduli
apakah orgasme itu didapatkan dari cara haram, spt dgn tangan sendiri.
Atau dgn cara halal, yaitu dgn tangan isteri);

—I 1.19(3) (ibid, page 286)
I1.19(3) Orgasme, entah karena hasil meraba (spt mencium, kontak, tidur diantara paha orang lain, dll), atau karena masturbasi;

Ketika
saya mencari di seluruh Qur’an, saya tidak dapat menemukan kata
‘masturbasi.’Jadi saya tidak yakin kalau masturbasi ‘haram.’ Namun
banyak Mullah menafsirkan ayat 23:5-7 sbg mencakup tindakan yg
mengakibatkan junub/dosa, dan masturbasi mencakup didalamnya. Karena
saya bukan Mullah, saya serahkan kpd semua pelaku masturbasi utk
menilai sendiri arti ayat tsb.

023.005 Mereka yg absten dari sex,
023.006
Kecuali dgn mereka yg disatukan lewat ikatan perkawinan, atau (tawanan)
yg dimiliki tangan kanan mereka,- karena (dlm hal ini) mereka bebas
dari kesalahan,

023.007 Tetapi mereka yg keinginannya melewati batasan adalah zalim;-

Dlm buku-buku Shariah, sex dgn tangan sendiri juga dinyatakan haram oleh para hakim Islam.

Haram —w37.1 (Reference 8, page 932)
W37.1 Maturbasi dgn tangan sendiri adalah haram. Imam Shafi’I ditanya sehubungan dgn masturbasi ttg kata-kata Auwloh swt:
“…mereka
yg menjaga alat-alat pribadi mereka, dan milik isteri mereka atau [para
budak perempuan] yg dimiliki tangan kanan mereka, karena mereka ini
tidak bersalah. Siapapun yg mencari diluar itu, mereka orang-orang
zalim” (Quran 23:5-7),

HOMOSEXUALITAS/SODOMI
Lain
dgn masturbasi, Qur’an sangat tegas ttg homosexualitas. Dlm Islam,
homosexualitas diistilahkan sbg sodomi, walaupun sodomy dan
homosexualitas tidak selalu berarti hal yg sama. Namun kami akan
menggunakan kata ‘sodomi’ utk arti homosexualitas dan sebaliknya.

Dlm
Islam, orang homosexual akan menerima hukuman terberat dlm Islam.
Homosexuality dianggap sbg tindak pidana sexual yg paling parah spt
Zinah. Inilah ketentuan yg ditemukan dlm Quran, ahadis dan Sha’riah.


Dlm
Qur’an, tindak sodomi digambarkan sbg tindakan sexual yg disukai rakyat
nabi Lot, sepupu nabi Ibrahim. Nama kota dimana rakyat Lot
mempraktekkan kejanggalan seksual ini tidak disebutkan dlm Qur’an
(Auwloh lupa?). Meminjam Perjanjian Lama, kita tahu bahwa kedua kota yg
dimaksudkan adalah Sodom atau Gomorrah (ref. 6, h.149). Auwloh
menghancurkan orang homosexual di kota itu dng batu belerang. Diantara
mereka termasuk isteri nabi Lot! Tapi Qur’an tidak memberikan alasan
jelas mengapa perempuan malang itu juga perlu dihancurkan (Auwloh
lupa!).

Surah-surah berikut merujuk kpd nabi Lot: 7:80-84, 21:74-75, 26:160-165, 27:54-58, 29:28-35.

007.80
We also (sent) Lut: He said to his people: “Do ye commit lewdness such
as no people in creation (ever) committed before you?

007.081 “For ye practise your lusts on men in preference to women : ye are indeed a people transgressing beyond bounds.”
007.082
And his people gave no answer but this: they said, “Drive them out of
your city: these are indeed men who want to be clean and pure!”

007.083 But we saved him and his family, except his wife: she was of those who legged behind.
007.084 And we rained down on them a shower (of brimstone): Then see what was the end of those who indulged in sin and crime!

Abdur Rahman Doi (ref. 9, p.241), menqutip Baihaqi mengatakan bahwa sodomi mengundang kemarahan Auwloh.

Diriwayahkan
al-Tibrani dan al-Baihaqi, nabi Mohamad (saw) dilaporkan sbg
mengatakan: “Empat macam orang bangun pagi sambil berada dlm kemarahan
auwloh dan mereka tidur di malam hari dibawah ketidaksukaan Auwloh.
Ditanya kpdnya: “Siapa mereka, ya rasulullah?” Nabi menjawab: “Lelaki
yg mencoba menyerupai perempuan dan perempuan yg menyerupai lelaki
(lewat busana dan kelakuan) dan mereka yg melakukan sex dgn binatang**
dan lelaki yg bersenggama dgn lelaki.”

**bgmn dgn ajaran Khomeini ttg sex dgn Binatang ?

Dlm buku yg sama (ref.9), ia menyimpulkan bahwa sodomi adalah dosa besar dlm Islam. Ini cuplikan dari hal 242 buku itu.

Tidak boleh mencium anak laki-laki (ibid, p.242)
“Seseorang yg mencium bocah laki-laki dgn nafsu, Auwloh akan menghukumnya selama 1000 tahun dgn api neraka.”

Dilaporkan
bahwa: “Nabi berkata: Kalau seseorang menyentuh bocah lelaki dgn nafsu,
ia akan dikutuk oleh Auwloh, malaikat dan semua orang.”

Komentar
diatas tsb oleh Abdur Rahman Doi sehubungan dgn mencium dan mengadakan
sex dgn anak laki-laki, yaitu anak-anak dibawah umur. Tetapi ini
sebenarya bukan homosexualitas; tetapi pelecehan anak secara seksual yg
dibawah UU sekulerpun merupakan tindak pidana. Namun
anehnya, Qur’an tidak melarang sex dgn bocah laki-laki di SURGA NANTI!
Bukannya Auwloh mengatakan IA telah menyediakan laki-laki muda dan
cantik sbg pelayan siapapun yg pantas memasuki surga?
Kenikmatan melecehkan anak khususnya relevan bagi Jihadi sekarang, yg mati karena ingin mencicipi surga.

Ini ayat-ayatnya dlm Qur’an;
052.020
They will recline (with ease) on Thrones (of dignity) arranged in
ranks; and We shall join them to Companions, with beautiful big and
lustrous eyes.

052.021
And those who believe and whose families follow them in Faith,- to them
shall We join their families: Nor shall We deprive them (of the fruit)
of aught of their works: (Yet) is each individual in pledge for his
deeds.

052.022 And We shall bestow on them, of fruit and meat, anything they shall desire.
052.023 They shall there exchange, one with another, a (loving) cup free of frivolity, free of all taint of ill.
052.024 Round about them will serve, (devoted) to them, young male servants (handsome) as Pearls well-guarded.
052.025 They will advance to each other, engaging in mutual enquiry.
052.026 They will say: “Aforetime, we were not without fear for the sake of our people.
052.027 “But Auwloh has been good to us, and has delivered us from the Penalty of the Scorching Wind.

ATAU :
076.017 And they will be given to drink there of a Cup (of Wine) mixed with Zanjabil,-
076.018 A fountain there, called Salsabil.
076.019
And round about them will (serve) youths of perpetual (freshness): If
thou seest them, thou wouldst think them scattered Pearls.

076.020 And when thou lookest, it is there thou wilt see a Bliss and a Realm Magnificent.

Kalau
kau punya waktu utk membaca Qur’an, kau akan menemukan banyak ayat yg
menjanjikan teman-teman ‘cantik’ ‘bak mutiara’ spt bocah lelaki yg
digunakan sbg iming-iming utk mengajak Arab Beduin masuk Islam. (Bukan
Indomie? Ehh salah…!)

Muslim
yg malu buru-buru mengatakan bahwa ‘bocah-bocah lelaki’ itu hanyalah
pembawa anggur dan bukan pelayan sex. Betulkah? Mengapa Auwloh tidak
meminta ke 72 ‘houri’ utk membawa anggur? Mengapa Auwloh harus
mengiming-imingi pengikutnya dgn ‘mutiara spt bocah lelaki’?
Kenyataannya adalah bahwa Arab jaman dulu menyukai sex dgn anak-anak,
baik lelaki maupun perempuan. Contoh-contoh pelecehan seksual macam ini
bisa dilihat dari para tokoh suci Islam, bahkan oleh sang nabi tersuci
dan paling disayangi Auwloh (dng Aisya yg cuma 6 thn ketika dijodohkan
pada Muhamad yg saat itu sudah 50 thn).

Ingat pepatah yg dikenal semua Arab : On the other side of the river, there is a boy with bottoms like peach, alas I cannot swim.
(Terjemahan: Di seberang sungai ada seorang bocah lelaki dgn pantat
semerah buah manis, sayang saya tidak dapat berenang. Ps : Buah ‘peach’
= apa sih bahasa Indonesianya?)

Ingat juga sajak Abu Nawas yg terkenal :
O, the JOY OF SODOMY (Oh, Nikmatnya Sodomi)

SODOMI
Ini yg ditulis Abdur Rahman Doi ttg hukuman terhdp sodomi:

BUNUH KEDUANYA—(ref. 9, h.243)
Semua
hakim Islam setuju bahwa sodomi adalah pidana seksual tetapi berbeda
dgn hukumannya. Menurut Imam Abu Hanifa, tindak sodomy tidak
menghasilkan zinah dan oleh karena itu tidak ada hukuman dgn cara
Hadd/hudud kpd pelakunya kecuali Ta’azir. Menurut Malik hukuman ‘hadd’
akan diberlakukan apakah pelakunya menikah atau tidak. Ia merujuk pada
hadis berikut ini:

Dilaporkan
oleh Abu Hurairah bahwa rasulullah (saw) mengatakan : “Jika kau
menemukan seseorang yg melakukanj tindak spt Lot (homoseksualitas),
“BUNUH pihak yang diatas dan pihak yg dibawah” dan dlm pernyataan lain:
“BUNUH pihak yg melakukannya dan pihak yg menjadi obyek perlakuan itu.”

“Abu
Hurairah melaporkan: Bahwa nabi (saw) mengatakan, “Imam Shafi’I, Abu
Yusuf dan Muhamad mengatakan bahwa jika pelaku sudah menikah, hukum
hudud dgn melempari batu sampai mati akan diberlakukan, tetapi kalau ia
(perempuan atau lelaki) belum menikah, hukuman dgn Ta’azir sudah
cukup.”

JANGAN DARI BELAKANG—(ref. 9, h.243)
Mengadakan
tindakan sex janggal dgn isteri sendiri berarti lewat bagian belakang
(anus). Majoritas hakim percaya bahwa Ta’azir akan diterapkan karena
kasus ini penuh ketidakpastian (diragukan/shubuhat) dan kalau ada
keraguan, maka hukum hadd/hudud tidak akan diterapkan.

BUNUH KEDUANYA h17.3 ( ref. 8, h. 665)
P17.3 Nabi (saw) mengatakan :
(1) “Bunuh pihak yg men-sodomi dan pihak yang membiarkan itu terjadi padanya.”
(2) “Semoga Auwloh mengutuk ia yg melakukan apa yg dilakukan rakyat Lot.”
(3) “Lesbianisme antara perempuan adalah perzinaan bagi keduanya.”

Masih banyak lagi berita jelek dari Hidayat (ref.11, h.185) bagi mereka yg ketagihan sodomi dan mengharapkan pengampunan Islam:
Sodomi
dgn perempuan tak dikenal—JIKA lelaki bersodomi dgn perempuan tak
dikenal, tidak ada hukum yg tercatat bagi dirinya, menurut Hanifa;
tetapi ia harus diperbaiki oleh Tazir.

Menurut
Jama Sagheer, pelaku harus ditaruh dalam tempat tersendiri sampai ia
bertobat. Tetapi ada juga pendapat bahwa kedua pelaku harus dihukum
mati, dgn cara apapun—terlepas mereka masing-masing menikah atau
tidak—karena nabi mengatakan, “BUNUH BAIK PIHAK YANG AKTIF maupun YANG
PASIF” (atau menurut tradisi lainnya, “Rajamlah dgn batu baik pelaku
maupun obyek pelakunya).” Ada juga yang mengatakan bahwa mereka harus
dibakar hidup-hidup, atau dilemparkan dari sebuah tempat tinggi, kepala
terlebih dahulu, misalnya dari puncak sebuah rumah dan lalu baru
dirajam dgn batu sampai mati.


Kenyataannya
ini; karena tidak jelasnya tafsir atas tingkah laku sodomi ini,
kemungkinan besar akan terjadi kesalahan dlm mengadili kasus (‘miscarriage of justice’).
Hukuman Islami diatas tersebut benar-benar barbaris dan terasa tidak
tepat lagi utk jaman sekarang. Terserah anda masing-masing kalau anda
tidak menyukai kaum ‘gay’ atau ‘lesbian’, tetapi utk merebut nyawa
mereka (apalagi dgn cara biadab itu), hanya karena mereka jatuh cinta
dan tidak melanggar hak orang lain, tidakkah mereka berhak atas
perlakuan yg lebih manusiawi? (Masih adakah dari antara anda yg gay dan tetap bersikeras utk memeluk Islam? Ini sama saja dgn Yahudi masuk Nazi).

SEX DGN BINATANG (‘Bestiality’)
Kenyataannya
sex dgn binatang, homosexualitas, nekrophilia (sex dgn mayat),
sadomasochisme, dsb, semuanya adalah kelakuan janggal (maaf, kalau ada
yg tidak setuju). Tapi kita tidak boleh mengacuhkan mereka. Mereka
perlu bantuan, pengobatan, BUKAN hukuman biadab!

Apa yg dikatakan Islam ttg Bestiality?
Pakar
Sha’riah, Abdur Rahman Doi (ref. 9, h.243) menulis bahwa menurut Imam
Malik, Abu Hanifa dan Zahir hanya Ta’azir yg diberlakukan dan bukan
‘hadd’. Daging binatang yg disodomi itu tetap halal. Namun Imam Hanbal
dan Shafi’I mengatakan bahwa ‘hadd’- rajam sampai mati – harus
diberlakukan terhdp sang pelaku dan hewan itu harus dibunuh dan
dagingnya haram.

Hukuman bagi Bestiality (ref. 11, h.185)
JIKA
seseorang melakukan bestiality, ia tidak mendapatkan hukuman ‘Hidd’
atau hukuman yg sudah dinyatakan, karena tindakan ini tidak memiliki
ciri-ciri perzinahan (zinah adalah tindak pidana berat), hanya sbg
tindakan pelampiasan nafsu, yg normal dialami lelaki; tetapi definisi
ini tidak berlaku bagi senggama dgn hewan yg merupakan tindak hina oleh
orang sakit jiwa;…–oleh karena itu ‘Hidd’ tidak diberlakukan pada
pelaku; tetapi ia harus mendapat hukuman korektif. Tercatat bahwa hewan
itu harus dibunuh dan dibakar; hanya kalau hewan itu jenis yg dimakan
manusia; tetapi jika hewan itu termasuk species yg bisa dimakan,
menurut Abu Hanifa, hewan itu harus dimakan dan tidak dibakar. Abu
Yusuf mengatakan bahwa hewan itu harus dibakar, dan kalau hewan itu
milik seseorang, sang pelaku bertanggung jawab atas harga hewan itu kpd
sang pemilik; tetapi pembakaran itu tidak sepenuhnya wajib; dan hewan
itu tidak perlu dibakar karena alasan lain selain karena hewan itu
mengingatkan orang akan tindakan yang sangat jijik itu dan sang pelaku
dilindungi dari rasa malu jika hewan itu dibiarkan hidup.

RINGKASAN DAN KESIMPULAN

  1. Arti
    sebenarnya sex dlm Islam adalah kepemilikan atas organ-organ sex
    perempuan, entah lewat pernikahan atau penangkapan musuh/kafir oleh
    lelaki Muslim.
  2. Ketentuan sex dlm Islam hanya berarti kenikmatan seksual yg berakhir pada ‘injeksi sperma’ dlm vagina perempuan.
  3. Lelaki adalah pelaku sex dan perempuan adalah obyeknya.
  4. Dlm
    Islam, tidak ada ruang bagi perasaan perempuan, apa yg mereka suka atau
    tidak suka. Hampir tidak mungkin bagi perempuan Muslim utk menunjukkan
    pendapatnya atas hal-hal seksual. Kalau ia banyak menuntut, perihal
    sex, ia akan dianggap dan diperlakukan spt WTS.
  5. Konsep
    cinta, perasaan, empathy (melihat dari kaca mata orang lain) bagi
    perempuan Muslim, sayangnya absen dari ketentuan hukum. Sex dianggap
    sbg nafsu kompulsif lelaki dan hanya ia yg berhak melakukannya terhdp
    perempuan dgn paksaan/kekerasan, kalau perlu.
  6. Dlm
    Islam, pelaku homosexualitas dan kejanggalan-kejanggalan seksual
    lainnya lebih parah dari pembunuh. Tidak ada ruang bagi pengampunan
    bagi mereka.
  7. Islam
    memberikan ijin tidak terbatas bagi lelaki Muslim utk bersenggama dgn
    perempuan selama perempuan itu bukan Muslimah dan/atau lelaki Muslim
    itu hidup di negara kafir, an infidel country.


Konsep
sex dlm Islam adalah rancu total, malah salah total. Peraturannya
didasarkan pada budaya Arab/Beduin barbar dimana satu-satunya konsep
sex adalah ‘orgasme lelaki.’ Dgn konsep ketinggalan jaman ini, bgmn
mendapatkan hubungan yg sederajad dan memberi kepuasan bagi kedua pihak
(lelaki maupun perempuan).

Semakin
jauh dari konsep Islam ini, semakin bahagia Muslim. Semakin mendekati
konsep Islam ini, semakin sengsara Muslim, khususnya pihak Muslimah.
Jadi kesimpulannya: jauhkan Islam, sejauh mungkin!!

THE END

Sumber:
Sex & Seksualitas dlm Islam
islamreview.com

32 Balasan ke Islam & Sex

  1. Anonim mengatakan:

    nich emang bnar sumbernya, KLO GTU TINDAKAN KITA ADALAH MENDOAKAN DAN MENGASIHI MEREKA SEMUA.

  2. Walit Elu mengatakan:

    Kalau anda seorang sex maniac sebaiknya masuk Islam, karena anda mendapat jaminan sex di dunia dan disurga.
    Karena di surga sex dan ngesex adalah adalah hadiah utama Alloh bagi para muslimer.
    Enak tttteeeeennnnaaaaannnnnnnn

  3. bukan kristen mengatakan:

    Ajaran kristen lebih tidak manusiawi dalam masalah seksual: (a) membolehkan selibat, yang “melarang” perkawinan resmi, tetapi sebaliknya (b) mendirikan panti2 asuhan bagi anak-anak haram produksi gereja, (c) yang berarti membolehkan pelacuran terjadi di dalam lingkungan gereja.

  4. dimas mengatakan:

    azzzz….

    inget bos…

    yg mebolehkan adalah orang/pendeta…
    bukan kitabnya seperti alquran….

    ckckckck….

    ya iyalah anak haram harus di rawat..
    mw di apain klo anak haram.??

    mau di bunuh..??
    jgn samakan sama islam bos….

    kristen tuh agama kasih…
    jgn mentang2 anak haram trus harus nanggung dosa orangtuanya…

    goblok2……
    klo gk bsa ngomong jgn banyak congor bos….
    goblok lu dah keterlaluan….

  5. wong Fei Hung Muslimin mengatakan:

    TUHAN KOK NGETOT KELEDAI….!!! WAKWKWKWK…ITULAH AJARAN KRISTEN…

    KATANYA AJARAN KASIH..!!! GAK BOLEH BUNUH AND SIKSA MANUSIA….. LAAH.. TUHANNYA MATI DISALIB MALAH BANGGA TENAN….!!!! AJARAN KOK TIPU2….WAKWKWKWK……

    1+1+1=1 …WAKWKWKWK…. KALAH ANAK TK…WAKWKWKWK…

    NIH SEBENTAR LAGI TRINITAS AKAN DIREVISI … BUKAN 3 DALAM 1 WAKWKWKW….. TAPI 6 DALAM 1 … AJARAN-NYA SEMAKIN ANEH…!!! …WAKWKWKWK…. :

    Ternyata Yesus Punya 3 Orang Isteri

    Ternyata Yesus Punya 3 Orang Isteri. Tidak akan ada kristianis yang akan mempercayai bahwa Yesus, Tuhan yang mereka sembah itu, mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus keburu diangkat kesorga tanpa pernah kawin.

    Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.

    Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus sebagai semua kesejarahannya, menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak misteri sejarah hidup Yesus.

    Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus, beristeri, bahkan lebih dari satu, alias Poligami.

    Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah kawin bahkan 2 kali. Dan upacaea perkawinan Yesus, dapat ditelusuri dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya.

    Markus-14:3.
    Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

    Yohanes-12: 3

    Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang perempuan pendosa.

    Lihatlah Injil Lukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :

    Lukas-7:37.
    Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

    Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama :

    Lukas-7:38

    Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

    Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi kekepala, , kekaki, dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi.

    Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun, yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya, karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

    Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.

    Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

    Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, bahwa :
    There were three who always walked with the lord: Mary his mother and her sister and Magdalene, the one who was called his companion?. And the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her [mouth]. The rest of [the disciples] said to him, ‘Why do you love her more than all of us?’The Saviour answered and said to them,’Why do I not love you like her? ” (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)

    Terjemahan ke bahasa Indonesianya :
    “Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus : Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya?.
    Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya
    Murid-murid yang lain berkata kepadanya : ?Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami??. ]Sang Juru Selamat menjawab dan berkata : Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?? (59, 6-12; 63, 32; 64, 5)

    Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada hari Jum?at tgl 22 Sept. thn 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara resepsinya diselenggarakan 3 thn kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun 33 , jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.

    Pada tgl 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak Yesus yg pertama, yg diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Anaknya yg kedua tidak ada informasi.

    Perkawinan Yesus yg kedua berlanhsung dgn seorang perempuan yg bernama Lidia, pada 17 Maret 50.

    Kalau ditambah dengan cerita rakyat di Kashmir, Yesus juga kawin dengan seorang perempuan desa yg cantik. Lha?, punya 3 istri, dong?.?

    Kalau umat Islam, meragukan bahwa Yesus pernah kawin dan punya keturunan, maka buanglah keraguan itu jauh-jauh, karena Allah SWT berfirman dalam AlQur?an :

    Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS-13: 38).

    Setiapkali membaca ayat Al-Qur’an kita selalu menyatakan dengan takzim : Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNvya.

    Jadi?, siapa bilang Yesus hidup membunjang??

  6. Anonim mengatakan:

    Mbolo kwe ah

  7. Indah mengatakan:

    Siapo yang membuat artikel ini kito bertemu, kito buktikan jangan bisa ngomong di keyboard komputer

  8. Wayne Faik mengatakan:

    asal tahu ya bos nabi muhamad tu menikah dengan para janda yang sudah tua untuk melindungi dan mengangkat martabat mereka(bukan maniak sex) kalomau debat silahkan nginbox di fb gue.

  9. Anonim mengatakan:

    ini lah yang membuat islam sangat anti kepada non islam!
    orang 2 seperti ini yang harus diadili

  10. Aditya Pradana mengatakan:

    Hmmmmm………………….Artikel yang lucu tanpa bukti yang konkrit,
    kalau mau nulis artikel pakai OTAK Boss……..

  11. ahmet muhamet mengatakan:

    benar sekali! bukti yg otentik

  12. Anonim mengatakan:

    Sebenarnya bukan anti non islam, begini saja, aku mau tanya jika saat ini dihadapanmu ibumu yang melahirkanmu ingin dibunuh didepanmu, apakah kau akan diam saja dan melihat orng itu akan membunuh ibumu, atau kau akan melakukan suatu tindakan agar ibumu tidak jadi mati. Nah dari pemikiran diatas. Tentu kau mengerti maksudnya. Sama seperti yang dilakukan oleh kami umat islam, terhadap orng2 seperti kalian yang ingin menjelekkan agama kami yaitu agama islam. Jika ingin menulis sesuatu tentang islam apalagi tentang menjelekkan agama islam maunya mencari materi sesuai dengan bukti yang jelas. Kalau nggak jelas kayak diatas jangan buat artikel. Jangan menganggap agama islam seperti itu bos. Sudah benarkah agama anda hingga menganggap agama kami seperti itu? Sudah tinggi kalikah ilmu anda tentang ilmu agama?

  13. pecinta ALQURAN mengatakan:

    Assalamualaikum, Andaa memutarbalikkan Dan mencoba menterjemahkan isi dari kitab suci AlQuran dgn Bahasa anda yg sangat kotor Dan tdk terdidik seperti bahasa sampah . Semua persepsi /pendapatmu Salah!.Anda org yg kikir. Semoga ALLAH SWT memaafkan dan memberikan hidayah padamu manusia kikir. Pada saat nya nanti anda yg akan merasakan adab yg pedih jika anda tdk meralat tulisan anda yg menyesatkan. Kalau nulis pake otak jernih jgn otak mesum atau otak Setan . Wassalam.

  14. org mengatakan:

    PAKE OTAK KALO NULIS !!! BEGO KOK DIPELIHARA

    OTAK LU GAK PERNAH DISEKOLAHIN YA, NGEJEK AGAMA LAIN -_-

    KOREKSI TUH AGAMA LU SENDIRI !!!

    JANGAN-JANGAN ATHEIS LAGI NIH ORANG -_-

    CUCI OTAK LU SANA, DI NERAKA !!!

  15. Anonim mengatakan:

    Yang nulis artikel ini begonya kebangetan.. Bego di peliara, kambing di peliara coy biar gemuk… Otaklu tuh porno..

  16. Anonim mengatakan:

    Blogger yang ingin menghancurkan citra islam, dengan menulis artikel yang tidak relevan, dengan menambah dan mengubah risalah-risalah yang sebenarnya

  17. Cinta Rasul mengatakan:

    Penulis artikel otak mesum nih, n karena ga ada kerjaan buat artikel ngawur yg penting ada cerita sex nya. Belegug sia mah

  18. antiislamfuck mengatakan:

    Emang agama islam otaknya ngeres mesum apalagi nabinya penipu ajaran dari iblis jibril yg menyamar

  19. lucifer 666 mengatakan:

    Agama islam agama paling tolol amoral goblok krn nabinya jg nabi cabul ngentot aja diurusin

  20. clementeen mengatakan:

    Ada yang bisa buat Karikatur nya Gak ya..
    dari Referensi berikut:

    Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil

    l. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan men-dapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).

    2. Anaklaki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

    3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

    4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

    5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).

    6. Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

    7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

    Jika cuplikan kecil ini tidak memuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah. Jangan lupa untuk menandainya dengan warna merah agar mudah dijadikan referensi.
    (a) “Dia memegang dan menciumnya ….
    “Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….” (Injil – Amsal 7: 7-22)

    (b) Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya…. ”
    ‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku “. ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

    (c) Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
    “… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)

    (d) “Lihatlah, cantik engkau, manisku
    bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
    buah dadamu seperti anak rusa ….
    Lingkar pahamu seperti permata ….
    … Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
    Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

    (e) “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengannya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).

    George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

    Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”

    Kepada Anda sekalian yang hendak mempelajari Injil secara mendalam, sangat direkomendasikan agar Anda menguasai bagian kedua dari buku ini, dengan judul Combat Kit yang merupakan senjata mematikan melawan para penginjil.

  21. leonard mengatakan:

    Wow, aku rasa versi alkitab lebih Hot,
    tidak hanya pada anak dibawah umur, bahkan anak kandung dan mertua dengan menantu nya

    sik asikk…

  22. David Marbun mengatakan:

    ALKITAB; Bunga Rampai INCEST / Perzinahan

    Pada umumnya pembaca akan kaget mendapatkan judul seperti itu di dalam sebuah kitab yang diatributkan kepada Tuhan. Anda harus membacanya sendiri agar dapat percaya. Pembaca dengan cepat mengacu ke halaman 13 untuk merasakan lebih dahulu bagian yang paling senonoh dari “Combat Kit”. Di awal halaman terdapat definisi dari Kamus New Collins (New Collins Dictionary).

    INCEST: “Hubungan seksual antara 2 orang yang mempunyai hubungan yang sangat dekat.” Kamus Oxford menambahkan kalimat – “Untuk menikah.”

    Pada hari Miriggu pagi, ketika sedang meneliti hal ini, saya dikunjungi oleh dua orang penginjil keliling. Mereka datang untuk memberi saya solusi dalam mengatasi masalah dunia dari Injil yang “Suci”. Saya mengalihkan pembicaraan, dan memberitahukan mereka bahwa saya hampir menyelesaikan tulisan tentang bunga rampai “Incest”. Saya bertanya, “Apakah mereka merigetahui arti kata tersebut?” Mereka mengatakan bahwa mereka mengetahui. Saya menjelaskan arti kata tersebut kepada mereka. Yaitu tentang hubungan seksual antara …. Ayah dan anak perempuannya, antara anak laki-laki dan ibunya, antara ayah dan menantu perempuannya, antara kakak dan adik.

    Saya menanyakan apa yang akan mereka katakan jika setelah esai tentang masalah tersebut selesai, saya memberikannya kepada adik atau anak perempuan mereka yang masih muda untuk membacanya. Mereka berdua bereaksi dengan mengatakan akan menahan saya!

    Saya bertanya mengapa? Mereka mengatakan bahwa perbuatan saya memberikan buku yang mesum, kotor dan tidak bermoral kepada orang yang mereka cintai adalah sebuah serangan terhadap kesucian mereka. Saya mengatakan tidak akan menyalahkan mereka atas reaksi keras tersebut. Tetapi bagaimana jika ajaran mesum dan perzinahan yang tidak bermoral tersebut diambil dari yang dinamakan “Kitab Tuhan”, kitab suci Injil. “Tidak mungkin”, mereka berseru dengan marah. Injil tidak berisi pornografi seperti itu! Buktikan! Mereka meminta!”

    Saya bertanya, “Buku yang berada di tangan Anda, apakah itu Injil?” (Para penginjil selalu membawa sebuah Injil) “Ya!”jawabnya. “Bolehkah saya melihatnya?” Injil tersebut diberikan kepada saya. Saya membuka Kejadian pasal 19 dan menunjukkan ayat 30, saya meminta salah seorang dari mereka membacanya. Penginjil tersebut melihat ayat itu lalu “tersenyum menyeringai”. Dia ingin mengalihkan permasalahan. Saya bertanya, “Ada apa, apakah itu bukan Firman Tuhan?”, “Ya,” jawab mereka tanpa berfikir lagi “tetapi … tetapi …. ” Namun ketika didesak, apa yang dibaca orang Kristen tersebut? Lihatlah salinan aktual dari kitab suci tersebut pada bagian bawah bab ini.

    Kedua salinan tersebut berasal dari Versi King James (KJV). Anda akan melihat adanya sedikit variasi antara kedua salinan tersebut. Pada ayat 32 versi pertama dibicarakan anak-anak perempuan Lot (Nabi Luth) yang ingin “mempertahankan benih ayah kita,” sementara pada versi kedua ditulis dengan “mempertahankan keturunan ayah kita,” tetapi terjemahan Injil yang lebih modern berbicara terus terang. Mereka berbicara secara jujur dan terus terang:-

    “Pada malam itu mereka (kedua anak perempuan Lot) memberi ayah mereka (Lot) minum anggur, lalu anak perempuan yang lebih tua berhubungan seksual dengannya …. ”
    Keesokan harinya berkatalah sang kakak kepada adik-nya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; Sebaiknya malam ini kita beri dia minum anggur lagi; masuk1ah engkau untuk tidur dengan dia, sehingga masing-masing kita akan mempunyai anak dari ayah kita. Demikianlah pada malam itu juga mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu anak perempuan yang lebih muda berhubungan seksual juga dengan ayahnya; ….
    Dengan cara ini mengandung kedua anak Lotitu dari ayah mereka. ”
    (Injil – Kejadian 19: 33-36*) (Dari Good News Bible in Today’s English)

    Sebagai hasil dari hubungan haram dan perzinahan ini, kedua anak Lot masing-masing mendapatkan seorang anak yang terkenal dalam Injil sebagai nenek moyang Amon dan Moab, komunitas yang dijaga dan dilindungi secara khusus dalam “Kitab Tuhan”. Bangsa Yahudi harus memusnahkan orang-orang Palestina tanpa kecuali, tetapi bagi keturunan Lot dari hasil perbuatan zinah, Tuhan mempunyai perlakuan khusus yang lunak:

    “Tuhan berkata kepadaku (Musa). Pada hari ini engkau (bangsa Israel) akan berjalan melintasi perbatasan Moab, yakni Ar, maka engkau sampai ke dekat bani Amon. Janganlah melawan mereka dan janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu apa pun dari negeri Bani Amon itu menjadi milikmu, karena Aku telah memberikannya kepada Bani Lot menjadi miliknya.” (Injil – Ulangan 2: 18-19).

    Bangsa Amon dan Moab tidaklah lebih baik dari sepupu Palestina mereka. Dalam pandangan Injil mereka hanyalah benih dari Lot, seorang keturunan zinah! Tanyakan kepada para penginjil, “Apa kandungan moral, pelajaran yang bisa dipelajari dari cerita mesum yang vulgar ini?” Jika tidak ada kandungan moral -dan memang tidak ada- lalu mengapa Tuhan tidak mencela Lot atau mendatangkan syphillis, gonorrhoe atau AIDS kepadanya? Bahkan sebaliknya, keturunannya adalah bangsa yang diberkahi dalam pandangan Tuhan. Nilai moral bagaimana yang bisa Anda dapatkan?

    Penegasan Seorang Psikolog
    Dr. Vernon Jones, seorang psikolog Amerika yang ter-nama, melakukan eksperimen pada sekelompok anak sekolah yang usia dan status pendidikannya sama. Cerita tertentu dengan bias khusus diceritakan ke anak-anak tersebut. Kesimpulannya adalah, cerita-cerita ini membuat “perubahan kecil tetapi permanen pada karakter anak-anak ini, meski di dalam situasi kelas yang terbatas.” Yang agak mengherankan, seorang penginjil Evangelist yang berpengaruh, Jimmy Swaggart, dalam bukunya tentang “Incest” (perzinahan) meratapi adanya perzinahan antara para ayah dan anak perempuannya yang telah mencapai proporsi yang endemik di USA. Ada sebuah hukum yang berlaku: secara fisik Anda adalah apa yang Anda makan dan secara moral dan mental Anda adalah apa yang Anda baca!

    Sebelum melangkah lebih lanjut, bukalah Injil Anda pada Kejadian bab 19 ayat 30-36, dan beri bingkai ayat-ayat ini seperti Anda lihat pada bagian bawah bab ini, dan tulis pada bagian atas halaman tersebut dengan tulisan yang besar, dicetak tebal dan diberi garis bawah: “Perzinahan antara ayah dan anak perempuannya”. Di bagian bawah halaman tersebut terdapat referensi berikutnya dalam topik: “Perzinahan antara ibu dan anak laki-lakinya Hal. …?” dengan tipe ketebalan huruf yang sama.

    Dapatkan referensi berikutnya dalam Injil Anda – Ke-jadian 35: 32, dan isikan dalam nomor halaman (seperti yang Anda lihat telah dilakukan) pada bagian bawah bab ini. Perhatikanlah nomor halaman yang berbeda-beda dalam Injil yang berbeda. Jadi yakinkan nomor halaman tersebut sebelum memberi nomor dalam Injil Anda.

    Dengan Kejadian 35 dalam keadaan terbuka, beri bingkai ayat 22 seperti terlihat pada halaman 264 dan 265, dan tulis judul dalam huruf tebal: “Perzinahan antara anak laki-laki dan ibunya, ” dan garis bawahi. Pada bagian bawah halaman tersebut, tulis: “Perzinahan antara mertua dan menantu perempuannya Hal. …?” Lihat Kejadian 38 ayat 15-18 dan ulangi latihan memberikan nomor halaman dan membingkai ayat tersebut seperti yang telah Anda lakukan dalam 2 contoh sebelumnya. Kemudian kembali ke “Combat Kit” halaman 13 dan 14, dan selesaikan latihan menandai Injil Anda untuk menghadapi setiap “penginjil Kristen” yang mengetuk pintu Anda. Semakin baik persiapan Anda, maka penginjil tersebut akan menjadikan layang-layang sebagai pesawatnya.

    Secara sekilas lihat kembali 2 halaman dibelakang (264 dan 265), danjudulnya: “Perzinahan antara Anak Laki-laki dan Ibunya.”

    Baca ayat 22 di sana. Kedua salinan tersebut berasal dari versi King James (KJV yang paling terkenal. Tipe yang lebih besar berasal dari KJV dalam “Revisi Utama Kelima”nya. Sesudah merevisi kitab tersebut lima kali, orang–orang Kristen masih menyebutnya versi King James (!). Bandingkan kedua salinan tersebut. Mereka mulai -“Dan terjadilah,” dan “Dan maka terjadilah.” Umat Kristen belum membebaskan diri mereka dari sindrom “Pada mulanya”. Lihat The Choice jilid I, tentang penyakit abadi ini.

    Terjemahan Modern Lebih Eksplisit
    Kedua kutipan tersebut membicarakan- “Ruben pergi dan berbaring dengan Bilhah.” Injil Katholik Roma versi Douay menggunakan pilihan kata yang berbeda, yaitu “Ruben pergi dan tidur dengan Bala,” (maksudnya Bilhah). Tulisan yang berlainan ini tidak mengatakan kepada kita berapa usia Ruben. Tidak ada seorang pun yang heran mendengar seorang anak berusia 5 atau 10 tahun tidur dengan ibunya atau ibu tirinya, untuk menghangatkan diri. Versi “The New Century” dalam Injil Anak-anak Internasional (diterbitkan oleh “Word Bibles” Word (ITK) Ltd, Milton Keynes, Inggris) tidak menghendaki anak-anak Kristen menerka-nerka arti kata “berbaring” atau “tidur”. Mereka bahkan mengeluarkan para penginjil dari kesulitan menerangkan kata-kata sederhana yang mereka sendiri ragu atas interpretasinya. Terjemahannya adalah -“Ruben melakukan hubungan seksual dengan seorang budak wanita Israel yang bernama Bilhah.”

    Dapatkah mereka menyatakannya dalam bentuk yang lebih sederhana bagi “para penganut kelahiran kembali” yang tidak pernah menjadi dewasa?

    Dari 12 anak Yakob, Ruben adalah “anak pertama”, putra tertua, yang dalam usianya yang sebaik-baiknya, memperkosa ibunya! Meski disebut “budak wanita” atau “gundik”, dia adalah istri ayahnya, (dan istri ayah Anda adalah seorang ibu dalam definisi apa pun).

    “Istri” dan “gundik” adalah istilah yang sinonim dalam Injil. Periksa dalam Injil Anda di rumah:
    (a) Ibrahim mengambil pula seorang istri, namanya Ketura. (Injil – Kejadian 25: 1)

    Kitab Kejadian dikenal sebagai kitab pertama Musa Alaihis salam. Tuhan Yang Maha Kuasalah yang dianggap telah mendiktekan kelima kitab Taurat Yahudi yang sekarang diterima oleh semua umat Kristen sebagai Firman Tuhan. Pada kitab pertama dari lima kitab ini, Tuhan Yang Maha Kuasa mengatakan kepada Musa Alaihis-salam bahwa “istri” ketiga dari temannya, Ibrahim Alaihis-salam adalah Keturah, dua yang sebelumnya adalah Sarah dan Hajar. Jika Tuhan Musa Alaihis salam sendiri mengetahui bahwa Keturah sebagai “istri” Ibrahim, lalu siapa yang mempunyai keberanian menentang-Nya dan mencemarkan nama Keturah? Tetapi “beberapa penulis yang “tidak diketahui” dari kitab 1 Tawarikh, bab satu, ayat 32, berani mengubah kata-kata yang didiktekan Tuhan kepada Musa Alalhis-salam dari “Istri” menjadi “Gundik”, kecuali jika yang dimaksud sama. Sebaliknya, penginjil seharusnya mengetahui bahwa masih terdapat kontradiksi yang lain di dalam Injil. Lihat pada indeks “Combat Kit” dalam kontradiksi dalam injil dan tam-bahkan point ini dalam daftar Anda.

    ————–

    Perzinahan antara Ayah Dengan Anak Perempuannya
    LOT DAN KEDUA ANAKNYA
    [30] Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. [31] Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. [32] Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. [33] Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. [34] Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.” [35] Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur; lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan / ketika ia bangun. [36] Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.

    Perzinahan Antara Anak Laki-laki Dengan Ibunya
    [22.a] Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal ini kepada Israel.

    [1 Tawarikh 1:32] Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yokasan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.

    [Kejadian 25:1] Abraham mengambil pula seorang istri, namanya Ketura.

    Gundik: Lihat, istri dan gundik adalah istilah yang sinonim dalam Injil. Jika tidak, itu sebuah kontradiksi.

  23. nn mengatakan:

    are u nutes..crazy…or something.. Are u moeslim orjudas..sungguh kata2 yg sgt menyakitkan. Anda sepertinya meremehkan islam menurut saya anda ingin memghancurkan islam. Nabi kami tdk seperti yg anda tulis dan sebutkan. Sungguh ALLAH MAHA TAHU. Menulis nama ALLAH saja anda salah…u a freak..

  24. vanny mengatakan:

    Astagfirullah, semoga Allah mengampunimu. Ingat azab Allah akan menimpamu maka bertobatlah !

  25. hamba Allah mengatakan:

    Astagfirullah. Islam agama yang mulia dan rahmat bagi seluruh alam semesta. “Bagiku agama ku dan bagimu agamu”. islam agama yang menunjung tinggi rasa malu , maka jika kita tidak bisa mengatakan hal yang baik maka diam itu lebih utama.. maka jika anda penasaran dengan islam akan lebih baik jika anda bertanya langsung kepada para beliau yang memang ahli dan dalam pengetahuanya tentang islam. jika hanya mendengar dari ucapan orang yang benci pada islam atau ucapan yang tidak jelas kebenarannya maka bisa dipastikan kita tidak akan pernah mendapat suatu informasi yang benar. cari tahu dan pelajarilah maka engkau akan mendapatkan hanay ada keindahan, kemuliaan, dan rahmat didalamnya. tapi itu jika engkau belajar dari sumber yang benar. jika belajar dari sumber yang salah maka hasilnya hanya pemahaman yang salah. mempelajarinya dari sumber yang benar tidak akan memberikan kerugian apa-apa padamu .

  26. Mr.Nunusaku mengatakan:

    Kasihan ya muslima dalam kekuasaan islam mereka hanya dipakai sebagai budak seks bagi lelaki muslim, bisa kawin empat setelah puas bisa cerei siri ganti yang baru karena ajaran islam mengejinkan hal tersebut. Pantasan kawan saya bilang kalau mau cari kepuasa seksuel harus beluk islam…karena didalam aturan islam ada pelacuran dalam islam di ijinkan…dan semuanya karena mengikuti sunnah nabi seks Muhammad.

    Memang saya tahu muhammad menciptakan islam untuk kepuasan seksuel Muhammad….baca aja hadits tentang kekuatan seksuel nabi cabul Muhammad seperti 30 lelaki dewasa.

  27. Anonim mengatakan:

    Dasar orang gila yg bikin ini semoga di laknat oleh Alloh

  28. riska mengatakan:

    astafirullah alazim..
    Y allah turun kan lah laknat mu bagi manusia binatang y punya blog y tidak brmoral ini..
    Amin..
    Teman” qu y islam… Kita tau siapa mreka, maka dri itu sma” saja kita doa kn y pnya blog ini, mncapai batas hidup nya amiiin…

  29. Anonim mengatakan:

    Otak lu error,,, pengen gue nonjok lu seribu kali,,, dasar BEGO…

    tunggu aja azab Allah,,, manusia jahannam…. Yahudi bangsat ANJING

  30. Arikta Mauliya mengatakan:

    Oo.. ternyata yang buat non-Islam ya? Pantesan, kok kesannya menjatuhkan dan menjelek-jelekkan. Padahal Al-Qur-an dan Al-Hadits tidak seperti yang ditulis di Blog ini. Yang nulis ini ni asal-asalan, hanya mengandalkan pemikirannya sendiri, terperosok lagi. La wong Kitabnya sendiri aja kitab-kitab perubahan (revisi) dari manusia salah, kok ngatain Kitab Samawi. Yang namanya pedoman hakiki itu tidak boleh diubah-ubah. Masak ada perjanijan lama perjanjian baru? itu tidak jauh beda dengan Peraturan perundang-undangan yang dapat di amandemen dong? Coba di pikir deh, itu kitab sebagai pedoman hakiki atau undang-undang?
    Jadi ketahuan banget kan Moral dan Akhlaknya orang non-Islam?

  31. Anonim mengatakan:

    artikel yg rusak

  32. Nabi Falsu mengatakan:

    Pasti yg muslim mau ngebandingin dengan perjanjian lama, memang diakui bahwa perjanjian lama itu kitab sejarah yg tanpa tedeng aling2 menceritakan kebobrokan bangsa israel kala itu, bahkan sulaiman sendiri diceritakan istrinya ratusan… Belum termasuk gundik. Atau yg muslim mau ngaku juga kalo yg di alquran memang terjadi dan sejarah?

    Kalo mau melakukan perbandingan,
    Coba deh bandingkan apa yg disuruh muhammad dengan yg disuruh isa.
    Atau kalo susah, bandingin apa yg telah dilakukan muhammad vs apa yg telah dilakukan isa.
    Yg satu suka perang (mr.muhammad).
    Yg satu malah marahi muridnya karena potong kuping musuh (mr.isa saat petrus potong kuping prajurit).

    Beda toh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: