Al-Qur’an Tetap Sama Dari Jaman Nabi Muhammad Sampai Sekarang

Pakar-pakar ini tidaklah menyadari akan keajaiban sebenarnya dari qur’an sehingga MEMBUAT KEBOHONGAN TENTANG NABI DAN MENGKLAIM ADANYA MUJIZAT YANG TIDAK PERNAH DILAKUKAN NABI. Salah satu PENYESATAN INFORMASI OLEH PAKAR-PAKAR INI ADALAH PERNYATAAN BAHWA QUR’AN DISELURUH DUNIA ADALAH SAMA, TIDAK ADA VARIASINYA SAMA SEKALI. INI TIDAKLAH BENAR dan tidak ada hubungannya dengan janji Allah dalam QS 15 : 9. Sekalipun misionaris Kristen suka menyerang qur’an karena variasi bacaan tersebut, itu hanyalah menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang qur’an dan keajaibannya.

Berikut ini diberikan beberapa kutipan bahwa Al-Qur’an tidaklah sama sejak jaman nabi Muhammad SAW hingga tahun 1924 saat distandarisasi kesekian kalinya.

PADA JAMAN NABI HIDUP, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA

Kutipan dari:
Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an
DR Subhi As Shalih
Pustaka Firdaus, Jakarta, 2001, halaman 119

Diceritakan tentang percekcokan Umar bin Khatab dengan Hisyam bin Hakim sbb :

Pada suatu hari semasa Rasulullah masih hidup, aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca SURAH AL FURQAAN. Aku mendengarkan baik-baik bacaannya. Tapi tiba-tiba ia membaca BEBERAPA HURUF YANG TIDAK PERNAH DIBACAKAN RASULULLAH kepadaku sehingga hampir saja ia kuserang ketika ia sedang shalat. Akhirnya kutunggu ia sampai mengucapkan salam. Setelah itu kutarik bajunya. Aku bertanya kepadanya : “Siapakah yang membacakan surah itu kepadamu?”. IA MENJAWAB, “RASULULLAH YANG MEMBACAKANNYA KEPADAKU”. Kukatakan, “Engkau berdusta! Demi Allah, RASULULLAH TIDAK MEMBACAKAN SURAH ITU KEPADAKU SEPERTI KUDENGAR DARIMU.” Hisyam bin Hakim lalu kuseret menghadap rasulullah dan aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqaan dengan huruf-huruf yang tidak engkau bacakan kepadaku ketika engkau membacakan surah Al-Furqaan kepadaku.!” Rasulullah menjawab, “Hai Umar, lepaskan dia. Hai Hisyam, bacalah.” Hisyam kemudian membaca surah Al-Furqaan sebagaimana yang kudengar tadi. Kemudian rasulullah menanggapinya, “Demikian surah itu diturunkan.”. Beliau melanjutkan, “Qur’an itu diturunkan dalam tujuh huruf, karena itu BACALAH MANA YANG MUDAH DARI AL-QUR’AN.”
(Sahih Bukhari VI, hal 185)

Jadi dari hadis diatas terlihat RASULULLAH MENDIKTEKAN SURAH AL-FURQAAN YANG BERBEDA kepada Umar dan Hisyam.

Ini jelas bahwa HAFALAN RASULULLAH TIDAK TEPAT.

Muslim biasanya berargumen bahwa perbedaan hanya sekedar perbedaan dialek. Inipun tidak tepat karena Umar dan Hisyam keduanya adalah ORANG QURAISH dan keduanya konon adalah mereka yang MENDENGAR LANGSUNG rasulullah mendiktekan ayat-ayat Al-Qur’an dalam dialek QURAISH.

Sumber : Muqadimah Al-Qur’an
Bab Satu, halaman 25

Tugas panitia adalah membukukan al-Qur’an, yakni menyalin dari lembaran-lembaran yang tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini Usman menasihatkan supaya :

  1. mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur’an
  2. kalau ada pertikaian antar mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan dalam menurut DIALEK SUKU QUIRAISY, SEBAB AL-QUR’AN DITURUNKAN MENURUT DIALEK MEREKA

Yang sangat mungkin adalah hadis tentang 7 huruf adalah KEBOHONGAN KEMUDIAN untuk membenarkan adanya perbedaan bacaan tersebut sehingga ada alasan kalau HAFALAN RASULULLAH BERBEDA-BEDA SAAT MENDIKTEKAN KEPADA si A atau si B.

SETELAH NABI MENINGGAL, AL-QUR’AN TIDAKLAH SAMA

Ini sangat jelas dari alasan Usman membuat satu standar Al-Qur’an yaitu karena ADANYA PERBEDAAN AL-QUR’AN ANTARA PENGIKUT IBN MAS’UD (PRAJURIT IRAK) DAN UBAY BIN KAAB (PRAJURIT SYRIA) sebagaimana dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman

Sumber : Muqadimah Al-Qur’an Bab Satu, halaman 25

Beliau ini ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaijan, maka selama dalam perjalanan dia pernah mendengar PERTIKAIAN KAUM MUSLIMIN TENTANG BACAAN BEBERAPA AYAT AL-QUR’AN.

Muslim akan berargumen perbedaan hanya dari segi dialek. Namun jelas perbedaan antara mushaf Ibn Mas’ud dan Ubay bin Kaab BUKAN PERBEDAAN DIALEK MELAINKAN PERBEDAAN ISI AL-QUR’AN.

Menurut laporan Suyuthi : Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 halaman 224, 226, 270-73

IBN MAS’UD MENOLAK MEMASUKKAN SURAH 1, 113 DAN 114, KARENA SURA-SURA TERSEBUT ADALAH DOA-DOA DAN MANTERA UNTUK MENGUSIR SETAN. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar

Sementara mushaf Ubay bin Kaab, mushaf Ibn Abbas, Abu Musa al Ashari dan Ali bin Abi Thalib justru ada penambahan 2 SURAH YANG UNIKNYA SEKARANG JUSTRU TIDAK ADA DI AL-QUR’AN EDISI KAIRO 1924.

Menurut laporan Suyuthi:
Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 hal 227, vol 3 hal 85

Dua surah yang bernama “AL-KHAL” DAN “AL-HAFD” TELAH DITULIS DALAM MUSHAF UBAYY BIN KA’B DAN MUSHAF IBN ABBAS, SESUNGGUHNYA ALI AS MENGAJAR KEDUA SURAH TERSEBUT KEPADA ABDULLAH AL-GHAFIQI, UMAR B. KHATTTAB DAN ABU MUSA AL-ASY’ARI juga membacanya.

Jadi jelas, setelah Muhammad SAW meninggal, mushaf-mushaf sahabat berbeda satu dengan lainnya.

SETELAH DISTANDARISASI USMAN, AL-QUR’AN MASIH BERBEDA-BEDA

Mushaf yang distandarisasi oleh Usman ditulis dalam bahasa Arab yang masih sangat sederhana, dimana :

  1. Tidak ada tanda baca
  2. Tidak ada indikasi huruf hidup
  3. Tidak ada pembeda konsonan yang bersimbol sama (15 konsonan bisa dibaca menjadi 28 konsonan yang berbeda)

Karenanya tulisan mushaf Usman tersebut bisa dibaca dengan berbagai macam cara yang berbeda-beda. Tergantung penambahan huruf hidupnya dan penambahan titik diakritis terhadap konsonannya. Akibatnya timbullah bermacam-macam variasi bacaan, maka lagi-lagi harus dilakukan standarisasi pasca Usman :

Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib:
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447
Merenungkan Sejarah Alquran

Untuk mengatasi VARIAN-VARIAN BACAAN YANG SEMAKIN LIAR, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. SETELAH MEMBANDING-BANDINGKAN SEMUA MUSHAF YANG ADA DI TANGANNYA, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni :

  1. Nafi (Madinah)
  2. Ibn Kathir (Mekah)
  3. Ibn Amir (Syam)
  4. Abu Amr (Bashrah)
  5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).

Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”

Adanya perbedaan tulisan Al-Qur’an ini dilaporkan juga oleh seorang ulama yaitu ibn al-Nadim di tahun 988 M.

Sumber : Fihrist, Ibn al-Nadim, halaman 79
Dalam buku Fihrist, Ibn Al-Nadim menuliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur’an kuno sbb :

Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur’an)

  • Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai
  • Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip
  • Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra
  • Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani
  • Al Mada’ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur’an
  • Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi
  • Buku karya Muhammad ibn ‘Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip

Fakta dimana penambahan huruf hidup dan titik diakritis berbeda-beda antar kota MEMATAHKAN ARGUMEN BAHWA AL-QUR’AN TELAH DIHAFALKAN DENGAN SEMPURNA. Bahkan setelah dibantu dengan tulisan dasarnya, hafalan masing-masing kota ternyata berbeda-beda.

PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924

Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur’an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini TIDAK DISUSUN DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN, melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni “HAFALAN”.

Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle
http://www.submission.org/miracle/writing.html

Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQur’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.

Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur’an sebelum 1923/1924 adalah SALAH. Salah satu contohnya adalah :

Sumber:
http://www.understanding-islam.com/related/history.asp

The Extant Samarkand Codex at Tashkent

Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by ‘Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since IT IS DIFFERENT FROM THE CODEX WE HAVE IN OUR HANDS TODAY.

Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli Usman karena MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MULIKI SAAT INI.

Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur’an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman teks dan isi Al-Qur’an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya KARANGAN AL-QUR’AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW.

13 Balasan ke Al-Qur’an Tetap Sama Dari Jaman Nabi Muhammad Sampai Sekarang

  1. ahmad mengatakan:

    anehnya, aku punya beberapa kaset murottal, beberapa file qur’an digital n beberapa qur’n cetakan dari berbagai negara yang jelas2 bacaannya sama…

  2. kangmomod mengatakan:

    untuk mendukung kebohongan, orang-orang KAFIR menciptakan kebohongan-kebohongan pula, mengutip dan menambahkan semua sumber miring tentang Quran untuk menyerang Quran. Sejatinya mereka sama sekali tidak obyektif.

  3. wong Fei Hung Muslimin mengatakan:

    YESUS ADALAH ANAK HARAM

    Dalam Injil Kitab Matius 1: 1- 6 (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru), diterangkan silsilah Yesus, antara lain tersebut sebagai berikut:
    1. Bahwa inilah silsilah Kristus, yaitu anak Daud, anak Ibrahim.
    2. Maka Ibrahim memperanakkan Ishak; dan Ishak memperanakkan Yakub; dan Yakub memperanakkan Yahuda serta adik-beradik.
    3. maka Yahuda dengan Tamar memperanakkan Paris dan Zarah; dan Paris memperanakkan Ezrom; Ezrom memperanakkan Aram.
    4. maka Aram memperanakkan Aminadab, dan Aminadab memperanakkan Nahsyun; dan Nahsyun memperanakkan Salmun.
    5. maka Salmun dengan Rahab memperanakkan Boaz; dan Boaz memperanakkan Obe’d memperanakkan Yisai.
    6. dan Yisai memperanakkan baginda Daud; maka Daud dengan bekas istri Uria memperanakkan Sulaiman.
    Dari silsilah Yesus yang tersebut di atas, ada lima orang yang hendak diperkatakan, yaitu: 1). Yahuda, 2). Tamar, 3). Paris, 4). Rahab, 5). bekas istri Uria. Kelima orang tersebut termasuk orang-orang yang asal-usul turunan Yesus.
    Menurut silsilah itu Paris disebut anak Yahuda dari istrinya Tamar. Dalam Injil Kitab Kejadian 38: 13 – 29 (Zabur/Taurat/Injil Perjanjian Lama) tersebut, Paris adalah anak zina, yaitu Yahuda berzina dengan Tamar menantunya sendiri. Dari perzinaan itu lahir Paris. Maka segala turunan Paris menurut Injil termasuk Yesus sendiri adalah menjadi turunan anak zina (dan anak pezina; peny.).

    Rahab yang menjadi ibu bagi Boaz, menurut Injil Kitab Yusak 2: 1; 22 – 23 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama) dan Injil Kitab Ibrani 11 – 31 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama), adalah seorang pelacur. Jadi Boaz dan turunannya termasuk Yesus sendiri adalah menjadi turunan pelacur.

    Bekas istri Uria yang menjadi istri Daud dan beranakkan Sulaiman, menurut Injil Kitab 2 Semuel 11: 4 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama), adalah seorang perempuan yang telah berzina dengan Daud hingga mengandung (dan melahirkan Sulaiman; peny.). Dengan demikian turunannya (Sulaiman, dll; peny.) termasuk Yesus sendiri – adalah turunan perempuan yang telah berzina (dan anak zina; peny.)

    Dari keterangan Injil di atas, diketahui bahwa Yahuda sudah berzina, Tamar sudah berzina, Paris anak zina, Rahab adalah pelacur, Boaz anak Rahab anak pelacur, bekas istri Uria sudah berzina dan raja Daud disebut Injil telah berzina juga hingga lahir Sulaiman. Maka menurut Injil, silsilah turunan Yesus adalah dari pada orang-orang yang tersebut.

    Dengan demikian diketahui bahwa menurut keterangan Injil yang dipercayai orang Kristen sebagai kitab suci, Yesus menurut silsilahnya adalah turunan anak zina, turunan pelacur, dan turunan orang-orang yang berzina. Inilah sebagai akibat perbuatan-perbuatan kotor yang diceritakan Injil itu sendiri mengenai riwayat hidup Yesus.

    tak ada ajaran yang menyatakan bahwa tuhan Bapa dan Bunda Maria telah pernah menikah, sedangkan Yesus adalah anak kandung dari Bunda Maria dan tuhan Bapa, dan tak ada ajaran agama yang mensahkan hubungan kelamin (yang antara lain bisa mendapatkan keturunan) tanpa nikah kecuali Children of God yang sebenarnya merupakan pecahan dari Kristen sendiri.

    Kesimpulannya adalah:

    1. YESUS ADALAH ANAK HARAM JADAH HASIL PERZINAHAN ANTARA TUHAN BAPA DENGAN BUNDA MARIA

    2. TUHAN BAPA ADALAH HIDUNG BELANG

    3. BUNDA MARIA ADALAH PELACUR

    4. ROH KUDUS ADALAH GERMO ATAU MUCIKARI.

    Menjijikannn…!!!!

  4. dicky mengatakan:

    @WFH muslimin….Saya tidak tahu apakah anda benar adalah seorang muslim atau bukan(atheis),siapapun Yesus DIA adalah nabi besar didalam Islam “ISA ALMASIH”,muslim tidak pernah menghujat nabi2nya,semoga anda lebih banyak membaca quran,untuk mengenal siapa nabi ISA.

  5. Khoda Hafez mengatakan:

    Cara mendebat terhadap tulisan Dr.Ali Sina ini sangat menggelikan dan naif. Dr.Ali Sina menelaah A, lantas yg didebat H yang taka ada kaitannya. Yang dibahas Dr.Ali Sina adalah Quran, yang didebat INJIL. Ini sudah menjadi indikator bahwa yng mendebat itu dungu alias blo’on. Apalagi, tak pernah baca literaturnya. Ketawa saya.

  6. AM mengatakan:

    Bahasa ,dialek, ataupun tafsirnya boleh beda
    Namun Al Quran itu sendiri tetaplah sama

    Sama seperti Al Kitab yang ditulis dengan bahasa Indonesia
    tetap sama seperti Al Kitab yang asli kan walaupun bahasanya berbeda

  7. eko mengatakan:

    Tulisan Anda tentang sejarah penulisan Al-Qur’an bukan hal baru. Semua orang Islam yang mempelajari ilmu Al-Qur’an tahu mengenai liku-liku Al-Qur’an dari tradisi lisan sampai mushaf yang sekarang. Pada awalnya dalam tradisi Arab lisan, tidak ada yang mempermasalahkan cara membaca, tetapi ketika ucapan itu dituliskan, baru menjadi masalah, karena tulisan Arab hanya mengenal konsonan (b,t,ts,j dst), huruf vokal muncul ketika konsonan dirangkai menjadi kata. Orang Arab yang melek huruf tidak kesulitan ‘menerjemahkan’ huruf-huruf mati tersebut menjadi kata. Contohnya huruf ”ktb” akan dibaca sesuai konteksnya -kitab- (buku), -kutub- (buku-buku), -katab- (ia menulis), atau -kutiba- (tertulis). Artinya tulisan Al-Qur’an awal, tidak akan bisa dibaca akurat sebelum orang mengetahui bunyinya. Inilah yang menimbulkan perselisihan di antara sahabat.
    Apalagi Al-Qur-an diturunkan berangsur sesuai konteks dan kepentingan selama 23 tahun. Bukan tiba-tiba muncul seperti buku baru keluar dari mesin printer. Jelas tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun Al-Qur’an akan berbeda-beda. Apalagi selain penulis resmi (Zaid dkk) teks Qur’an juga ditulis sebagai catatan pribadi oleh para sahabat. Jadi wajar jika banyak tulisan yang berbeda.
    Ketika Islam telah disebarkan ke luar Arab, baru ditemui kesulitan membaca dan menulisnya, karena perbedaan bahasa. Inilah yang menimbulkan ide Qur’an kanonik pada zaman Utsman. Pemusnahan catatan Qur’an selain al mushaf menjadi penting untuk menghindari kerancuan urutan ayat dan surah. Kalau sekarang ditemukan Qur’an Sana’a, sebenarnya tidak aneh. Bisa jadi ada teks bukan kanonik tersisa. Bukan berarti kemudian Qur’an kanonik salah kutip atau salah tulis, karena sebenarnya bacaan Qur’an terpelihara dalam tradisi lisan dan tulisan yang tersambung sepanjang sejarah. Ingat, Qur’an adalah satu-satunya buku yang paling banyak penghafalnya.
    Ketika melintas bangsa dan benua, tulisan Arab konsonan tentu menyulitkan ummat untuk membacanya, sehingga harakat ditambahkan beberapa kali oleh para penulis. Sekali lagi, teks Qur’an tidak sama lagi bentuknya dengan dulu. Tetapi harus dicatat, bahwa secara maknawi dan redaksional tetap sama. Lihat Adrian Brockett, ”The Value of the Hafs and Warsh Transmission for the Textual History of the Qur’an” (Oxford: Clarendon Press, 1988).
    Jadi sangat tendensius mencari-cari perbedaan Qur’an antar zaman untuk membenarkan klaim Qur’an tidak terpelihara dari kesalahan. Qur’an tetap abadi dalam hafalan generasi-generasi Qur’ani, tanpa perlu pembenaran dari siapapun.
    ”Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Al-Hijr[15]:9).

  8. Bakso Campur mengatakan:

    Keturunan orang haram tidak sama dengan perbuatan haram yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan, Muhammad jelas-jelas melakukan perbuatan haram menikahi anak di bawah umur ini jelas Aisah dinikahi umur 6 tahun karena masih terlalu kecil dia tidak ‘diapa-apakan’ oleh Muhammad sejak umur 9 tahun Aisah ditiduri oleh Muhammad ini adalah praktek ijon kawin oleh Muhammad, dalam kehidupan nyata praktek ijon sebenarnya adalah praktek yang kurang terpuji apalagi ini praktek ijon kawin yang dilakukan oleh baginda rosul Muhammad, jelas kontroversial, amoral, serta menyalahi aturan, aturan manapun kecuali dilakukan oleh orang yang punya kuasa yang menyimpang,beda seandainyaMuhammad punya budi pekerti yang luhur, arif serta bijaksana lain ceritanya. Namun tidak ada penyesalan sama sekali oleh Muhammad hal inilah ygmenjadi kesalahan terbesar. Perempuan berzinah punya kesempatan untuk bertobat, pelacur mempunyai kesempatan untuk bertobat, tetapi Muhammd terlanjur menyesatkan banyak orang. Masyaallah. Wassalam.

  9. rizqyrby1 mengatakan:

    Saya punya mushaf Al-Qur’an unik, yang secara penomoran ayat bahkan jauh melebihi kisaran jumlah 6.000-an ayat sebagaimana penomoran-penomoran lain yang dinyatakan oleh para ulama klasik. Total ayat dari 114 suroh mushaf Al-Qur’an yang saya miliki ada 11.036 ayat (!!)
    Tapi ini hanya masalah penomoran saja: satu nomor ayat dalam mushaf ini isinya cenderung pendek, biasanya hanya terdiri dari satu atau dua kalimat per nomor ayat. Sedangkan ayat-ayat dalam mushaf yang umum digunakan, selain berisi ayat-ayat pendek namun banyak pula yang merupakan ayat panjang, satu nomor ayat dapat berisi lebih dari 3 kalimat. Itulah sebabnya mengapa bisa terjadi perbedaan penomoran ayat; suatu ayat dalam mushaf yang umum, maka dalam mushaf milik saya ini kadang-kadang ayat tersebut bisa terbagi menjadi 2 ayat, atau bahkan lebih (perbandingannya berdasarkan banyaknya kalimat dalam ayat mushaf yang umum).
    Itulah sebabnya total jumlah ayatnya jauh berbeda, tapi kandungan isi tetap SAMA PERSIS..tidak ada perbedaan sedikit pun.
    Penasaran dan mau bukti? Silahkan lihat salah satu ayat QS. [15] Al-Hijr yang akan saya kutip dari mushaf yang saya miliki. Dalam penomoran mushaf yang umum, nomor ayat ini adalah 9; tapi dalam mushaf yang saya miliki, nomor ayatnya adalah 11.

    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
    QS. [15] Al-Hijr: 11

  10. Odie mengatakan:

    Hmm…. Orang islam memang sensitif …

    Fakta sejarah ada, bukti referensi ada,,, Terima ajja udah kenyataan,, usah membohongi dan membodohi diri sendiri,,

    Terkadang kenyataan memang lebih menyakitkan dari pada kepercayaan/doktrin turun- temurun

    Saya dulu muslim,, Alhamdulillah semenjak kenal internet dan Google , Saya agnostik skrg….🙂

  11. Topx mengatakan:

    Orang2 kafir memang akan selalu senantiasa menyerang islam dg semua cara.. Berhati hatilah dg plintiran2 kata2 mereka … Dasar kafirrr!

  12. Andi Satria mengatakan:

    Salam,

    mohon maaf sebelumnya untuk ikutan berkomentar disini. terima kasih untuk penulis atas artikelnya yang menarik. terlebih lagi banyaknya sumber referensi yang terlihat akurat.

    tapi menurut hemat saya, penulis sepertinya kurang jujur dalam memberikan tulisannya. terlihat dari referensi pertama mengenai Hisyam dan Umar yang berselisih paham. Hadits panjang tersebut mengalami pemotongan, maksudnya ada bagian yang sepertinya entah penulis lupa memasukkan atau menurut saya sengaja untuk tidak memasukkan. bagian tersebut sangat sederhana, bagian dimana saat Hisyam disuruh mengulang lalu dibenarkan, disini penulis memberikan titik lalu melanjutkan ke bagian akhir dari hadits tersebut. dan akhirnya penulis beropini “Ini jelas bahwa HAFALAN RASULULLAH TIDAK TEPAT.”

    padahal dalam Hadits yang cukup panjang itu ada bagian yang juga penting, bagian itu adalah saat selesai Hisyam mebaca surat Fuqaan, lalu dia juga menyuruh Umar membacakan surat Furqaan, dengan memberikan jawaban yang sama. menghilangkan hal ini membuat opini bahwa Umar diberitahukan jauh sebelum dan saat dia mendengar Hisyam terjadi percekcokan. namun sebenarnya Hisyam dan Umar memberikan klarifikasi atas apa yang sudah mereka dengarkan dari Rasulullah bahwa apa yang mereka berdua bacakan surat Furqaan tersebut adalah benar. lalu meminta mereka untuk membaca apa yang mudah bagi mereka sendiri.

    disini saya berharap penulis lebih bisa memberikan sumber hadits yang tidak dipotong2 sama sekali ketika hendak membuat artikel, agar bisa memberikan pembelajaran yang lebih berarti dan tidak berusaha membuat opini sendiri dengan tidak jujur kepada pembaca yang ada.

    terima kasih.

  13. Beton mengatakan:

    NAH KLO BIBLE ITU SIH UDAH KETAUAN KLO BEDA BEDA, MACAM MACAM BIBLE DARI BERBAGAI SEKTE KRISTEN !.
    .
    BIBLE YAHUDI : Tradisional 24 buku, dibagi menjadi Taurat (lima buku), Nabi (delapan buku), dan Tulisan-tulisan (sebelas buku). (Total 24 buku)
    .
    Alkitab Kristen dibagi menjadi dua bagian, Perjanjian LAMA dan Perjanjian BARU
    .
    BIBLE KATOLIK Roma: 73 buku. Katolik Roma Perjanjian Lama mengikuti Perjanjian Lama kuno Kristen yang disebut Septuaginta, yang mencakup semua buku sama dengan Alkitab Yahudi, ditambah tujuh lebih. Dengan demikian, Katolik Roma Perjanjian Lama memiliki 46 buku. Katolik Roma Baru Perjanjian berisi 27 kitab Perjanjian Baru sama seperti Protestan. (Total 73 buku)
    .
    BIBLE PROTESTAN Perjanjian Lama memiliki buku yang sama dengan Alkitab Yahudi, tetapi nomor dan disusun berbeda, untuk menghasilkan 39 kitab Perjanjian Lama. Perjanjian Baru mengandung 27 kitab. (Total 66 buku)
    .
    BIBLE YUNANI / Ortodoks Timur Perjanjian Lama adalah sedikit lebih panjang dari Perjanjian Lama Katolik Roma. Perjanjian Lama Suryani sering memiliki tambahan materi dalam lampiran. Ortodoks Yunani dan Perjanjian Baru Syria memiliki 27 kitab yang sama seperti Katolik Roma dan Perjanjian Baru Protestan. (Total 78 buku)
    .
    BIBLE ETHIOPIA Ortodoks Perjanjian Lama adalah yang terpanjang di setiap cabang agama Kristen. Ortodoks Ethiopia “Canon Sempit” memiliki 27 kitab Perjanjian Baru yang sama sebagai cabang lain dari agama Kristen, tetapi Ortodoks Ethiopia “Canon luas” termasuk buku beberapa tambahan. (Total 81 buku)
    .
    BIBLE MORMON / Gereja OSZA Meski telah dikanonisasi edisi 1769 dari Alkitab BIBLE King James, Joseph Smith Jr mengatakan bahwa Kidung Agung tidak terinspirasi, dan dianggap Apokrif. Komunitas Kristus sebuah cabang dari Hari Suci Zaman gereja, telah dikanonisasi Terjemahan Joseph Smith (JST) dan telah dikeluarkan Kidung Agung / Songs. (Total 65 buku)
    .
    MORE than 50 Versions ( VERSION means : is defferent number of books inside ) of the BIBLE in English alone (http://www.bible.ca/b-many-versions.htm ) and more than 1000 languages and dialect ( translations is transfering in other language and the translator has own choice of words to use ) of the Bible world wide, Ada LEBIH dari 50 VERSI bible dalam bahasa Inggris saja ( VERSI artinya adalah ber BEDA ISI dan JUMLAH BUKU BUKU didalam Bible nya ) dan di TERJEMAH kan lebih dari 1000 macam BAHASA serta DIALEK dalam dunia internasional ( TERJEMAH adalah alih ke bahasa lain dengan memakai PILIHAN KATA KATA dari si penterjemah sendiri )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: