MITOS BAHASA QURAN SEBAGAI MUJIZAT


The Language Miracle of the Quran

Mukjizat Bahasa Quran

By ex muslim; Mumin Salih


QURAN dipercaya Muslim sbg wahyu Tuhan yang disampaikan dalam bahasa Arab. Muslim juga percaya bahwa Quran persis sama dgn yang diturunkan 1400 tahun lalu.

Saat “diturunkannya” Quran, kaum Arab memiliki kemampuan berbahasa tinggi sehingga bisa dikatakan bahwa bakat itu adalah satu-satunya seni yang mereka sempurnakan. Sekarangpun banyak yang mengakui bahwa literatur dan sajak Arab jaman pra-Islam adalah yang terbaik.

Pun jika Quran benar-benar sebuah mukjizat bahasa, ini bukan berarti bahwa Quran diturunkan bagi seluruh umat manusia juga tidak khusus bagi kaum Arab. Ini karena negara-negara yang tidak berbahasa Arab tidak dapat membaca apalagi mengerti Quran; karena itu mereka tidak dapat menilai apakah benar Quran sebuah mukjizat bahasa. Bahkan mayoritas orang Arab sekarangpun tidak memiliki kemampuan untuk mengerti bahasa Arab klasik dalam Quran.

Sungguh menarik bahwa Muslim sedunia yakin benar bahwa Quran adalah mukjizat bahasa, a language-miracle, padahal kebanyakan mereka biasanya hanya dapat membaca beberapa surah tanpa mengerti artinya. Dilain pihak, banyak penulis Arab (Kristen) yang ahli dalam bahasa Arab klasik, merasa bahwa bahasa Quran tidak sedikitpun mengandung mukjizat!

Saya sendiri (yg menguasai bhs Arab modern dan klasik), setiap kali saya membaca Quran merasa bahwa buku ini tidak mungkin dari Tuhan. Ini bukan karena mengandung kerancuan sains tetapi karena gaya bahasanya yang miskin (the poor language style). Memang ada surah yang ditulis dengan indah tetapi ada juga yang biasa-biasa saja dan bahkan ada yang ngaco alias amburadul! Tadinya saya merasa bahwa Quran adalah kata-kata Tuhan yang tidak dapat di-ubah (infallible) dan sempurna. Namun setelah mengamatinya dengan seksama, saya tidak melihat adanya satu kesempurnaanpun! Quran bagi saya penuh pengulangan, kontradiktif dan mengandung banyak kesalahan gramatikal. Tadinya saya menyalahkan diri saya sendiri. Saya menyangka PASTI saya salah. Tidak mungkin Quran mengandung kesalahan.

Nah, siapa akhirnya yang akan menentukan kemukjizatan bahasa dalam Quran? Para pakar Islam secara otomatis akan mengatakan bahwa Quran adalah mukjizat, sementara yang lainnya tidak setuju. Kenyataan bahwa Quran menciptakan dua pendapat yang sangat bertentangan ini sendiri menujukkan bahwa QURAN BUKANLAH MUKJIZAT. Sebuah mukjizat harus jelas kepada setiap mahluk hidup, terlepas dari bahasa, tingkat melek huruf dan intelektualitas. Semua—tanpa pengecualian, harus menyetujui kesempurnaan Quran.


SEJARAH
Mari kita tengok lagi sejarah dan melihat pendapat orang Arab jaman baheula atas Quran. Muhammad menghabiskan waktu 13 tahun menyebarkan Islam di kota kelahirannya, Mekah, dengan sukses terbatas. Selama era ini, hanya beberapa orang menyambutnya, kebanyakan teman dekat, kerabat dan saudara sendiri. Ia sering ke pasar terkenal, Okaz, diluar Mekah, untuk bicara tentang Islam. Gagal juga ia! Bazar Okaz adalah festival populer orang Arab. Para penulis sajak berkumpul dan memamerkan sajak mereka yang paling mutakhir. Mohamad disana bersaing dengan mereka dengan melafalkan wahyu-wahyu auwloh kepadanya. Namun demikian, kaum Arab lebih suka dengar sajak daripada wahyu-wahyu yg di-klaim muhammad.

Jika orang Arab benar-benar mendengar mukjizat dalam apa yang dikatakan Muhammad, mereka tentu akan terpesona dan terus mendengarkannya. Tetapi sebaliknya, mereka mengacuhkannya. Apakah ini berarti bahwa karya Tuhan tidak sanggup memenangkan kompetisi dengan para sastrawan sajak di pasar itu?

Muslim membela dengan mengatakan bahwa rakyat Mekah tidak yakin karena mereka memang TIDAK MAU diyakinkan, bukan karena Quran tidak meyakinkan. Bukti mereka adalah bahwa Arab Medina (suku Aws dan Khazraj ) lebih mudah diyakinkan dan memeluk Islam bahkan sebelum Muhammad sampai di kota mereka. Namun ini adalah bukti jelas bahwa kedua suku Arab dari Medinah yang saling bersaingan itu memeluk Islam karena alasan politik saja. Tidak ada alasan lain. Kebanyakan orang Arab bahkan tidak pernah melihat ataupun mendengar Quran. Mereka memeluk Islam hanya karena pemimpin mereka berurusan dengan Muhammad yang saat itu kedudukannya bagai hakim, pihak netral, yang diminta untuk mengakhiri konfrontasi antar suku yang berkepanjangan.

Mari sekarang kita maju beberapa abad dan melihat pendapat orang Arab tentang Quran pada masa kejayaan Islam. Dua penulis sajak terkenal jaman itu adalah :

1) Al Mutanabi, yang secara kuat dianggap penulis sajak Arab termasyur. Ia bahkan sempat disebut nabi, karena ia merasa bisa membuat buku serupa dengan Quran. Oleh karena itulah namanya sesuai dengan pernyataannya itu (Muta-NABI). Saat Al Mutanabi sadar bahwa ia dalam bahaya, ia membatalkan bukunya itu.

2) Abu Alaa Al Maari, tukang sajak buta dari Syria yang bahkan mengecam semua agama. Tentu, tidak satupun dari mereka ini menganggap Quran sebuah mukjizat.

Ada banyak faktor mengapa Muslim percaya bahwa Quran sebuah mukjizat.


1) karena Quran hanya dapat dibaca dalam bahasa Arab (klasik), orang lain tergantung pada orang Arab untuk membuat penilaian ttg gaya bahasa Quran. Orang-orang Arab ini biasanya imam yang dari semula telah menganggap bahwa Quran = mukjizat, dan karena itu mereka menghalalkan segala cara untuk membenarkannya. bahkan dengan memutar-balikkan setiap peraturan gaya bahasa dan logika agar sesuai dengan kesimpulam mereka itu. Dengan cara ini mereka bersedia memakai logika terbalik. Kata-kata tidak berarti, pengulangan dan kontradiksi semua menjadi bagian dari mukjizat! Luar biasa!

2) apa yang membantu mereka mempertahankan sikap ini selama berabad-abad adalah bahwa orang-orang Kristen atau para humanis (freethinkers) enggan memberi komentar. Mereka (orang Kristen dan kaum humanis) terlalu sopan! Namun, kebungkaman dan ketidakmauan mereka untuk memeluk Islam jelas menunjukkan sesuatu!

3) faktor lain yang mempertahankan kesan mukjizat ini adalah, Muslim bersikeras bahwa Quran tidak dapat diterjemahkan ke bahasa lain. Muslim bersikeras bahwa semua terjemahan yang ada hanya untuk menegaskan arti Quran dan tidak ada alternatif selain membaca Quran dalam bahasa Arab. Jadi, setiap orang yang ingin mengerti Quran harus belajar bahasa Arab dulu. Cape’ deeeehhhh…

4) Cuci otak semasa bayi. Memang tradisi bahwa suara pertama yang harus didengarkan orok baru lahir adalah auwlohuakbar, yang dibisikkan dalam telinganya begitu ia keluar dari perut. Dari detik itu proses cuci otak sudah berjalan. Setiap hari ia akan mendengarkan pengajian yang meninggalkan rasa takut, yang oleh otak diterjemahkan menjadi rasa hormat yang sangat tinggi terhadap kata-kata auwloh. Ditambah lagi bahasa yang sulit dan surah-surah yang tidak jelas.

Merupakan pandangan pribadi penulis bahwa eksistensi agama (islam) bergantung pada kebingungan dan intimidasi psikologis untuk pencapaian tujuannya. Sama seperti para pesulap memukau penontonnya. Mereka menata latar belakang dengan hati-hati, kemudian memilih musik dan dekorasi dan tentu saja dengan nuansa kegelapan. Mereka biasanya berpakaian hitam-hitam, dan memilih pula latar belakang gelap. Seolah masih kurang, mereka juga kemudian meredupkan lampu pada waktu memulai aksinya. Ilusi mereka tidak akan berhasil bila lampu cukup terang. Kegelapan merupakan sahabat mereka sementara terang menjadi musuh mereka. Mereka juga membenci ilmu pengetahuan dan logika, sementara menyukai mithologi. Mereka tidak menyukai kejelasan, tetapi lebih suka kebingungan.

Alquran ditulis dalam buku-buku yang disebut Mushaf. Para muslim diajari sejak kecil bahwa buku-buku ini berbeda dengan buku lainnya. Hanya orang yang suci yang boleh memegangnya, maka dari itu seorang perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh memegang buku itu. Seorang non-muslim tidak diperkenankan dekat-dekat. Seorang muslim yang suci hanya boleh memegangnya dengan tangan kanan, dan mereka harus mencium buku itu sebagai tanda hormat. Mushaf-mushaf ini ditulis dalam bentuk khusus yang berbeda dengan buku lainnya dalam bahasa arab. Ada kesalahan yang disengaja dalam setiap ayatnya. Hal tersebut menambah kesulitan membaca mushaf. Tidak berbeda dengan membaca buku teka-teki yang dipenuhi kode khusus yang untuk membacanya dan menyelesaikan teka-teki tersebut membutuhkan keahlian khusus. Dalam setiap mushaf terdapat beberapa halaman di akhir buku yang berisi kode-kode yang dipakai dalam penulisan mushaf. Alquran memiliki keunikan lainnya. Buku itu mengajari anak-anak secara terbalik! Misalnya, surah yang pendek ditempatkan di bagian belakang, sementara yang panjang-panjang ditempatkan di depan. Ini membuat anak-anak membaca dari belakang ke depan, sehingga menambah kesan di dalam benak mereka bahwa buku ini memang spesial.

Para muslim sudah dikondisikan untuk percaya, tanpa pertanyaan, atas apa yang ada di dalam quran. Mereka juga selalu siap untuk mengatakan apapun, termasuk berbohong untuk melindungi kesan ilahi dari alquran. Coba tanyakan kepada muslim, ”apakah anda percaya bahwa alquran merupakan keajaiban bahasa?” pasti jawabannya adalah “Ya”, apapun tingkat pemahaman mereka. Bagi kebanyakan muslim, membaca dan memahami alquran merupakan siksaan, tetapi jika anda tanyakan mana yang mereka pilih untuk dibaca alquran atau novel, mereka semua akan menjawab alquran. Jika anda bertanya, “mana yang anda lebih sukai, mendengar musik atau alquran?” jawaban mereka, “Tentu saja alquran.” Mereka yakin bahwa auwloh sedang melihat mereka melalui dua mata-mata di pundak mereka. Oleh karena itu mereka tidak berani menyatakan pendapat mereka sendiri.

Alquran digunakan secara luas dalam hal pengobatan di dunia islam. Apakah ada muslim yang berani mengatakan bahwa cara itu sia-sia? Ada suatu penelitian medis di suatu negara arab yang membandingkan efek penenangan dari alquran dibandingkan dengan musik yang lembut. Namun berapa banyak muslim yang berani menyatakan bahwa musik buatan manusia lebih menenangkan daripada bunyi alquran?

Apakah auwloh membutuhkan suatu bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia?

Bahasa adalah cara memasukkan informasi ke dalam otak. Cara lainnya adalah melalui kelima indra kita. Bahasa dikembangkan dan terutama digunakan untuk sarana komunikasi antar anggota dalam suatu komunitas yang berbahasa sama. Bahasa hanya merupakan sarana memasukkan informasi ke dalam otak. Untuk tujuan ini, bahasa tetap bergantung pada indra lainnya. Bahasa oral bergantung pada pendengaran, sementara tulisan bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Oleh karena itu, bahasa kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan penglihatan atau pendengaran, atau indra lainnya. Akurasi dalam komunikasi bahasa dimulai sejak pengucapan dan aksen, kemudian sisi penerimaan mungkin mengalami kesulitan pendengaran atau kurang pemahaman.

Jika demikian, bahasa nampaknya bukanlah cara yang paling efektif untuk menyampaikan informasi ke dalam otak. Mengapa Tuhan menggunakan cara yang primitif seperti ini untuk berkomunikasi dengan manusia? Apakah Tuhan kurang mampu berkomunikasi dengan cara yang lebih efektif dalam menyampaikan pesannya ke dalam otak manusia, dengan lengkap dan jelas?

Alquran meng-klaim diri sebagai panggilan terakhir Tuhan kepada manusia untuk memeluk islam. Pesan tersebut dikatakan bersifat universal bagi semua manusia dimanapun berada. Namun demikian sebagian besar tidak menanggapinya. Sekarang kita mesti mengakui bahwa mayoritas manusia tidak pernah membaca Quran, dan kebanyakan dari yang membacanya tidak memahaminya. Jadi, setelah 1400 tahun pesan tersebut belum tersampaikan. Komunikasi bahasa nampaknya tidak berhasil.

Namun, untuk adilnya, kita harus mengakui bahwa memang ada SATU MUJIZAT QURAN, yaitu bagaimana Alquran mampu LOLOS DARI KRITIKAN selama 1400 tahun!?!

13 Balasan ke MITOS BAHASA QURAN SEBAGAI MUJIZAT

  1. In my oPINIOn..., mengatakan:

    Bahasa dlm al QUr’an bgaikan air yg kan slalu aBadi . . , so , mu9kin al qur’an yg u bCa adl al qur’an yg sdh d slewengkan oleh agama kristen . . , bhkan kitaB kristen yg d bnggakan umt kristiani it dh d slewengkn. ., . U bwt artikel it pSti i9in mmbwt umt islam jwh dr alqur’an kn . . , . Al quran adl kitaB YG pling smpurna .

  2. M Andry mengatakan:

    Saya pernah bertanya kepada teman yang sangat tekun membaca Quran,Apakah dia tahu membaca tulisan yg ada di Quran?jawabannya TAHU,apakah dia ngerti apa yg dibaca?NGERTI,apakah dia bisa menulisnya?BISA….Bagaimana kalau ada orang yg berbicara dengan mu memakai bahasa Arab seperti didlm Quran,apakah anda bisa berkomunikasi dgn bahasa arab klasik…dia berpikir sangat lama kemudian menjawab TIDAK BISA..
    Mungkin inilah ke ajaiban yang membingungkan…kalau tdk memakai akal sehat kita katakan itu adalah mujijat.

  3. Anonim mengatakan:

    Ini hanya opini juga. Alquran itu harus dibaca dan paling tidak dimengerti juga walaupun sedikit sedikit krn kesulitan bahasanya, tp sungguh akan membantu bila ada terjemahannya walaupun disebutkan bahwa terjemahan itu bukan Alquran (suka2lah). Dengan demikian semua moeslim tau apa isi Alqurannya dan mulai menerapkannya. Kira2 setahun kemudian anda lihat diri anda sendiri setelah membacanya, jenis manusia apakah anda sekarang dan apa dampaknya bagi sekeliling anda. itu aja koq sulit sih, drpd anda mengumpat, memaki, dan mengancam sekarang padahal isi Alquran aja anda ngga tau….itu lho intinya.

    Anda malah semakin Islam setelah membaca dan mempelajari Alquran dan semua orang didunia ini mempercayai itu.

  4. Anonim mengatakan:

    hanya orang yang diberi petunjuk serta hidayah dari Allah dapt memahami apa yang terkandung dlam segala isi Al-quran. Di dlam surah Al kaafirun:
    Katakanlah: “Hai orang-orang kafir!” (QS. 109:1)
    aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah (QS. 109:2)
    Dan kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah (QS. 109:3)
    Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (QS. 109:4)
    dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah (QS. 109:5)
    Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku (QS. 109:6)

    Sesungguhnya keyakinan terhadap agama islam makin bertambah apabila diri ini cuba mendalami Islam. Tidak dinafikan, Mukjizat yg paling agung adalah Al Quran karim.

  5. yes mengatakan:

    for muslim..

    kalian sembah apa yang kalian tidak kenal, kami sembah apa yang kami kenal… iaitu yesus kristus… yesus kristus adalah tuhan yang menjadi manusia untuk menyelamtkan manusia… manusia tidak kenal allah yang benar tetapi yesus kenal Allah itu kerna diala allah yang benar… jika tidak percaya apa yang aku katakan tetapi percaya la apa yang yesus ajarkan dan katakan kerana dia lemah lembut , melakukan banyak muzijat dan tidak pernah berdosa (suci) maka dia layak dipercayai… muhamad melakukan banyak dosa maka dia tidak layak dipercayai.. jika muhamad tidak boleh melakukan muzijat maka dia bukan nabi kerna semua manusia boleh menjadi nabi sebeb tidak perlu muzijat untuk membuktikan dia nabi, hanya perlu membunuh, merompak, berzina, kawin ramai, membuat jahat pasti jadi nabi…

  6. Muhamaad mengatakan:

    Kenapa alquran ngga diterjemain ke bahasa indonesia aja????

  7. Hamba ALLAH swt.dicurup mengatakan:

    Ya allah…kmi percaya tdk perlu memahami..krena percaya itu dtg dr hti bkan dri logika yg berasal kan penelitian smata.untk ap menyembah patung..bahkan untk menyelamat kan diri dari tajam ny Paku pun tak bisa aplagi menyelmatkan umat ny.kami umat muslim percaya pada Allah swt..sperti kami percaya bhwa nabi muhammad adlah utusan ny..dan muhammad tidak pernah meminta untuk disembah shingga smpai ajal mnjemput pun selembar potret atw patung tak beliau tinggal kan.belia hanya menyerukan untuk menyembah sang pencipta.dan kmi jga percya bahwa isa telah diselmt kan oleh Allah karena Allah tidak akn mengizin kan manusia dimuka bumi menyakiti utusan ny

  8. Anonim mengatakan:

    kalau anda yahudi tunjukan satu orang yang hapal taurat dari awal hingga akhir, kalau anda nasaroh tunjukanlah orang yang hapal injil dari awal hingga akhir, dengarkanlah setiap malam dimasjidil harom anda akan menemukan banyak orang yang hapal quran dari awal hingga akhir, itulah kelebihanya

  9. Anonim mengatakan:

    Yg nulis artikel di atas … Adalah orang idiot !! Gak tamat sekolah dasar ya !! Hahaha

  10. ex muslim mengatakan:

    Yang jelas kebenaran akan terungkap jikalau para umat muslim mau membuka hati dan berfikir terbuka.. Saya sebagai mantan pemeluk islam dulu juga berfikir seperti orang muslim kebanyakan… Tapi fakta dan bukti sejarah berkata lain… Dan seketika mengubah pemikiran saya…

  11. Cem2an momed mengatakan:

    Mujizat pada Alkitab, sangat jauh berbedza. di Alkitab segala mujizat yang Tuhan buat, berguna untuk manusia. Perjanjian Lama, Musa membelah Laut, 10 Tulah di Mesir, untuk menunjukkan kekuasaan Tuhan, dan banyak lagi dalam kisah nabi2 PL. Dalam PB, Yesus menyembuhkan orang buta, lumpuh, air berubah menjadi anggur, orang mati hidup. Kalau di Qor’an, bulan kebelah, untuk apa??? Nabi Isa bicara di buaian untuk apa???? Yang ada orang mabur, dengarnya. Nabi Isa membuat burung dari tanah liat ditiup jadi hidup, manfaat nya apa????? Dalam Alkitab tidak ada cerita Nabi Isa ini, dihilangkan karena tidak bermanfa’at? Bukan itu aja… memang tidak ada, yang ada di Alkitab semua berguna untuk umatNya, Allah menunjukkan kekuasaaNya, agar umatNya beriman kepadaNya. Banyak lagi perbedzaan2, mudah2an Roh Kudus dengan kuasaNya dapat merubah pikiran2 kotor, kata2 yang gak pantas diucapkan. Agar berbalik menyembah Engkau Allah yang Kudus. Amin.

  12. mas angin mengatakan:

    Bagi saudaraku Kristiani, Yesus adalah dari Tuhan utk manusia ….. (tidak di claim sendiri oleh Yesus tapi diberitakan oleh malaikat Tuhan sebelum dan saat kelahiran bayi Yesus).
    Bagi saudaraku Muslim, agama adalah upaya manusia utk lebih mengenal Tuhan …..

    Terlepas dari agama yg kita anut, dalam diri setiap insan sudah dikarunia sifat cinta kasih kepada diri sendiri maupun sesama.
    Sebagai contoh = kalau ada ibu2/nenek2 jatuh dari sepeda, saya yakin bhw kita semua tergerak utk menolong secara spontan, agama kita tinggalkan lalu kemanusiaan yg muncul.
    Jadi setelah mengenal agama nilai2 ini seharusnya lebih meningkat lagi. Tapi kalau yg terjadi sebaliknya, brgkali perlu refleksi diri apakah kita yg keliru atau agama kita yg keliru. Karena dari sananya kita semua adalah baik adanya.

    Adalah suatu anugerah bahwa Tuhan memberikan suatu pilihan kepada kita, percayalah Tuhan pun sangat menghormati kehendak bebas manusia (free will) dan dalam sejarah kehidupan manusia beliau sangat konsisten utk tidak mencabut free will ini dari manusia.

    Seperti halnya Musa yg menyampaikan firman Tuhan bhw seorang suami tidak boleh menceraikan istrinya. Tetapi krn umat Israel ngotot dgn kemauannya utk bisa kawin cerai, akhirnya Musa mengalah dgn mengijinkan boleh cerai dgn cara memberikan surat (syaratnya dipersulit spy tdk melakukan).
    Jadi kalau manusia ngotot/nekat maka Tuhan akan tetap menghormati free will yg sudah dikaruniakan kpd manusia. Bahwa kemudian setiap keputusan yg diambil selalu mempunyai konsekuensi , alam sudah ditugasi utk menampar/menghadiahi manusia dikemudian hari agar bisa memperbaiki diri.

    Contoh konkrit, tanyakan kepada ibu kita sendiri, apakah beliau bisa menerima seandainya ayah kita kawin lagi ?
    Sudah bisa kita bayangkan apa jawabannya.
    Suara hati kecil ibu adalah suara Tuhan didalam hati, maka ajaran agama yang baik adalah yang sesuai dgn hati kecil seorang ibu,
    ajaran yang sesuai dgn perintah Tuhan kepada Musa, bukan yg diijinkan Musa karena didesak orang2 ngotot yang penuh dgn interest pribadi yang
    kemudian dijadikan tradisi dan bahkan dianggap perintah Tuhan oleh sebagian manusia.

    Sekali lagi, Tuhan yg maha baik menghormati free will kita, tapi siap2lah ditampar/dihadiahi oleh alam atas free will yg kita ambil.

    Saudara2 kita yg beragama Hindu dan Budha dikaruniai kepekaan yang tinggi dgn tanda2 alam ini, karena mereka juga menjaga cinta kasih yang ada di hati dengan tidakan nyata utk selalu selaras dgn alam.

    Jadi dari lahirnya anak manusia hingga meninggalnya sbg pribadi,
    dari jaman Musa hingga jaman ibu2 kita saat ini, cinta kasih Tuhan didalam hati setiap kita tidak pernah berubah.
    Yang bertentangan dgn cinta kasih Tuhan pasti bukan dari Tuhan.

    Sesederhana itu ya.

  13. John Smith mengatakan:

    Mengenai penyaksian terhadap mukjizat tentulah setiap individu akan berbeda mensikapinya. Jika setiap umat percaya dengan kebenaran mukjizat yang diperlihatkan oleh Nabi nya tentu tidak akan ada pembangkang. Kenyataannya berkata lain, lihatlah Sodom & Gomorah, mereka melihat secara langsung mukjizat dari Nabi mereka tetapi mereka tak mempercayainya. Apakah semua orang Yahudi yang melihat mukjizat Yesus, semuanya percaya dengan kebenaran ajarannya Yesus? Pikirkan lagi! Tentu tidak semua orang yg menghuni bumi ini percaya dengan mukjizat yg terkandung dlm Al-Quran, jika semuanya percaya tentu semuanya menjadi muslim. Tinggal kita yg memilih untuk percaya atau tidak.
    Saat melakukan propaganda menyudutkan Islam, selalu menggunakan standar ganda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: